Saturday, 2 September 2017

Surat yang Tak Pantas Dibaca



Kepada penghuni ruang belakang

Belakangan aku mereka-reka, sepertinya aku sudah beranjak tua. Tapi, kenapa masih juga tak bisa melepaskan satu nama? Pesan-pesan yang tak pernah sampai kian berulang kubaca, meski hari ini aku menyadari, semuanya hilang karena kealpaanku sendiri.

Kita semakin dewasa, dan waktu berjalan secepat udara yang kita hirup bersama. Bisakah aku meminta jeda? Aku tak ingin tenggelam dalam luka, tapi juga tak ingin menyerah begitu saja. Mana yang harus kupegang seerat-eratnya?

Dulu aku pernah bergurau dengan sahabatku sendiri. Jika kamu menemukan perempuan lain untuk dinikahi suatu hari nanti, mungkin aku lebih baik pindah saja ke luar negeri. Aku memang norak sekali, benar-benar sama seperti tulisan yang kubuat ini. Sudah, cukup, maka dari itu jangan dibaca lagi.

Perihal pintu hati, katanya aku tak pernah memberikan kesempatan untuk orang lain membuka kunci, bahkan hanya untuk sekedar mengetuk sesekali. Tapi menurutku, cinta akan datang sendiri tanpa harus tersugesti. Seperti sampai bertahun-tahun ini, aku juga tak mengerti apa yang membuatku tertarik dan punya simpati. Mungkin memang seperti itu rasanya jatuh cinta. Kita menemukan titik di mana kita sendiri tak punya filosofinya.

Mungkin yang paling sebenarnya dari isi surat ini adalah, aku hanya ingin menyampaikan rindu (yang tiba-tiba) saja. Sepertinya.


Selamat bekerja.
This entry was posted in

Wednesday, 17 May 2017

Skripsi Positif


Tapi, aku, tak kan pernah bisa
Ku tak kan pernah merasa
Rasakan cinta yang kau beri
Ku terjebak di ruang nostalgia
..... (Raisa - Terjebak Nostalgia)

Menulis tentangmu, rasanya tak perlu harus repot untuk riset kemana-mana, karena semua bahannya sudah tersimpan benar di kepala. Tinggal bagaimana aku bisa mengoreknya lalu menyusun kembali potongan-potongan kejadian lama, sehingga bisa tersambung menjadi sebuah simpul cerita.

Menulis tentangmu, rasanya pasti akan beragam. Karena aku tau, tidak semua episodenya adalah cerita yang menyenangkan. Tentu akan ada inci-inci yang membuat dada sesak sesekali. Kita juga tau kan kalau hari tidak selalu pagi? Tapi aku tidak masalah. Aku mungkin bisa belajar lebih rela.

Menulis tentangmu, seperti mengisi sejumlah energi. Saat merasa lelah, aku berpikir untuk lebih kuat. Di saat jatuh, mungkin aku bisa bangun dengan cepat. Efek jatuh cinta bisa seberlebihan itu ternyata.

Seandainya menulis skripsi bisa seromantis itu...

Mungkin aku tidak akan terus-terusan menguap. Habis bagaimana, baru satu jam mengerjakan saja mataku sudah berat. Padahal membaca buku, menonton drama korea terbaru, dan memikirkanmu aku sanggup bertahan seharian. Yaa, walau pusing-pusing sedikit pasti ada lah. Tapi seru dan bikin penasaran jadinya.

Menulis tentangmu seperti membawa harapan-harapan baru. Menulis skripsi harusnya juga seperti itu. Barangkali skripsi bisa menjadi salah satu pintu, yang bisa membuka langkah kita untuk saling berbagi kabar berita. Mungkin bisa dimulai dengan saling bertanya, “Bagaimana penelitiannya?”

Lalu….

Jingga di bahuku
Malam di depanku
Dan bulan siaga sinari langkahku
Ku terus berjalan, ku terus melangkah
Ku ingin ku tau, engkau ada
..... (Dewi Lestari feat Arina Mocca - Aku Ada)

***

Hai. Udah lama banget ya nggak posting blog. Sekalian latihan nulis lagi nih biar nggak kaku. Walaupun judulnya nggak nyambung sih, apa coba positif-positifnya tulisan ini? Hahaha.

Eh gimana yang lagi skripsian? Aman? Coba cerita di kolom komentar, ya siapa tau aja ada yang nyasar ke sini, kan. :"D
This entry was posted in

Sunday, 1 January 2017

Akhirnya Wisuda



Hiduplah Indonesia Raya…. tu dua.

Mengawali tahun baru, mari sama-sama bersyukur bahwa kita dan Indonesia masih ada di dunia, di alam semesta, meski jodoh belum ada di depan mata. Yak yak yak.

Di akhir tahun 2016 kemarin, acara wisuda menjadi penutup yang menyenangkan bagi saya khususnya. Mungkin semacam penghiburan dari harapan lain yang belum terlaksana. Iya, saya sudah wisuda. Wisuda dari kampus kedua. Di mana? Di Akademi IndonesiaKreatif (AIKA).

September 2016 lalu, saya menjadi salah satu dari lima orang terpilih mendapatkan beasiswa pelatihan kepenulisan dalam bidang jurnalistik, yang diberikan oleh biem.co. Selama tiga bulan, kami digembleng dengan berbagai macam pelajaran, dari mempelajari dasar-dasar berita, teknik-teknik wawancara, sampai bagaimana bisa membuat iklan. Di luar dari itu, kami pribadi belajar bagaimana menahan hawa nafsu dari berbagai macam acara keren di Hari Sabtu. Saya sendiri kadang nyecroll acara di grup lain suka sampai tutup mata, karena sambil doa biar acaranya di hari lain aja. Tapi ya gimana, Sabtu itu emang udah hari fleksibel sedunia kali ya ._.

Pernah sih suatu kali kami berlima minta libur, karena kebetulan salah satu dari kami ada yang wisuda. Dan senangnya permintaan kami itu diterima. Lumayan kan bisa nyegerin mata, keluar dari zona karantina. #halah

Eh taunya, giliran dapet libur, saya malah harus ikut camp di luar kota. Padahal niatnya mau ngehadirin wisuda. Makanya kata Pak Mahdi (Direktur AIKA), saya ini tergolong mahasiswa yang sibuk……. di hari Sabtu aja. Di hari lainnya nggak. Nyahahahaha. 

Oke, kembali ke wisuda. Waktu dapet pengumuman dan undangan wisuda, saya kira acaranya cuma makan-makan berenam aja karena lokasinya di rumah makan. Eh taunya rame, satu keluarga Komunitas Banten Muda. Dan noraknya saya, baru tau di tempat makan bisa ada tempat kayak Auditorium juga. Jadilah kami wisuda: Pada tanggal 31 Desember 2016 di Rumah Makan 'S' Rizki Serang. Meski tanpa jas dan kebaya, apalagi toga. Toh, kami semua pakai kaos AIKA. :D

Aldi - Happy - Putri - Resti - Jisung
Kata Kang Wahyu, sang MC wisuda, "Gimana rasanya, disiksa sama Kang Mahdi tiga bulan lamanya?" Hahahaha.

Nah ini Pak Mahdiduri, yang mengajari kami selama tiga bulan penuh. Susah banget kalo mau minta izin xD

Tapi di samping tegas, Pak Mahdi yang lebih banyak bikin ketawa sambil belajar. Sabtu bersama Pak Mahdi memang tiada dua dah.

Pak Mahdiduri (Direktur AIKA)
Selanjutnya, orang yang saya hormati juga. Katanya, "Selamat sudah bisa menghirup udara segar setelah sekian lama dikarantina." Hiahahaha.

Beliau selalu mengatakan kepada kami bahwa kami harus cari ikan sendiri, sementara mereka cuma kasih umpan saja, tidak kasih ikannya. Bukan, bukan, ini bukan mata kuliah perikanan. Maksudnya adalah bahwa di Akademi Indonesia Kreatif, kami tidak diberikan beasiswa berupa uang yang nyata dan bisa dilihat di depan mata, melainkan pelatihan-pelatihan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki anak muda. "Kalau yang lain, akhir tahun bakar ikan atau jagung. Kita di sini, bakar semangat mencetak anak muda kreatif."

Om Irvan Hq (CEO Banten Muda)

Para wisudawan bersama Direktur AIKA dan CEO Banten Muda
Selebihnya, berbahagia bersama yang lainnya juga....

biem.co - Isbanban - AIKA
Sama tante-tante pemberi gizi (snack dan makan siang) di AIKA XD

Nih Teh Deslina. Yang pas acara wisuda greget pengen pakein lipstik ke saya. XD
Ranger AIKA. Terimakasih kalian semua.... Luar biasa *emot hati*


Selamat tahun baru semua. Semoga semakin sehat dan bahagia serta banyak karya  ^_^



Serang, Awal Tahun 2017

Wednesday, 30 November 2016

Switch Alpha 12, Teman Ringankan Beban


Akhir-akhir ini tuh ya, rasanya pengen banget bisa tidur nyenyak. Tanpa beban, tanpa tumpuk-tumpukan pikiran, tanpa merasa berdosa kalo nggak sengaja ketiduran. Iya, kadang-kadang kalo situasi lagi dikejar deadline kayak gini, ketiduran itu rasanya kayak mau sholat diambang adzan waktu sholat selanjutnya. Resah plus deg-degan. Duh, bisa kekejar nggak ya. :”D

Hvft, butuh kopi.

Memang ya, suka duka jadi mahasiswa semester akhir itu campur-campur. Grutak-grutuk sana-sini deh pokoknya. Ya ngejar-ngejar dosen lah, ngurus surat ke sana-sini, nunggu balesan sms, sampe ke yang mikirin, apa hari ini dospemku moodnya lagi bagus? :(

Jadi, semenjak mulai ngerjain proposal skripsi, bawa laptop ke sana-sini tuh kayaknya udah pasti. Pindah-pindah perpustakaan cari-cari buku, nggak lupa sambil aktifin wifinya dulu. Lumayan, kan. :D

Tapi pernah nggak sih, ngerasa laptopnya cepet panas? Atau barangkali berisik karena ada suara kipas? Nggak nyaman banget, deh, pokoknya. Apalagi kalo tiba-tiba mati gitu aja, alias nggak kuat dipake lama-lama, padahal lagi serius-seriusnya. Uh, perih banget kan jadinya? :”

Untungnya, sekarang ada yang namanya Switch Alpha 12. Notebook 2-in1- hybrid yang udah pake teknologi terbaru, yaitu LiquidLoop. Hayo, LiquidLoop itu apa coba?

Kayak gini, taraaaa~
LiquidLoop itu sistem pendingin yang bisa menstabilkan suhu mesin laptop tanpa kipas. Tanpa kipas, man~ Jadi nggak bakal lagi deh kita yang namanya denger suara bising-bising tetangga dari arah laptop kita. Wuh, mantap toh, jadi tenang kita kalo lagi belajar atau kerja. Cocok buat ngerjain skripsi juga. Wuh! Wuh! *iket tali di kepala*

Sistem pendingin tanpa kipas ini bisa hemat daya baterai juga. Aku kan sering banget tuh lama-lama di depan laptop. Eh tau-tau abis aja baterainya. Apalagi kalo sewaktu-waktu lupa bawa chargernya. Haduh! Untung ya, Switch Alpha 12 awet dan tahan lama.

Selain itu, Switch Alpha 12 tuh enak banget dibawa. Ukurannya tipis, bobotnya juga ringan. Bah, mau dibawa-bawa kemana aja juga nggak bikin capek badan. Mau dibawa ke perpustakaan, café, taman, atau rawa-rawa juga bisa. Mudah saja! Hahaha. Eh, tapi aku kalo ngerjain skripsi nggak sampai ke rawa-rawa banget, sih. Paling juga ke semak-semak aja. *plak*


Udah tipis, ringan, Switch Alpha 12 ini fleksibel pula. Bisa diubah-ubah sesuai kebutuhan. Mau diubah jadi tablet juga bisa. Gak percaya? Aih sih macem-macem... Ini ada engsel magnetnya, lho. Kita tinggal lepas-pasang keyboard docking-nya kalo mau ubah-ubah. Fungsi keyboard docking ini kayak screen protection. Jadi, kita bisa tetap ngetik dengan baik meski di ruangan yang lampunya redup, disko-disko. Layarnya pun punya resolusi QHD (2160 x 1440 pixel) yang dilengkapi teknologi IPS. Teknologi BlueLight Shield pun juga ada. Jadi mata kita nggak cepat capek walaupun pakai laptopnya dalam waktu yang cukup lama. Nggak perlu kucek-kucek mata lagi pas ngerjain skripsi juga :')

Eh iya, Switch Alpha 12 juga dilengkapi fasilitas kickstand yang bisa diatur sudutnya sampai 165 derajat sesuai dengan sudut pandang yang kita mau.




Kelebihan lainnya, notebook ini juga ngasih fitur port USB Type-C dengan USB 3.1 di mana kecepatan transfer datanya mencapai 5 Gbps, alias 10 kali lipat lebih kencang dibanding USB 2.0. 

So, guys. Switch Alpha 12 itu powerful dan fanless banget, pasti bisa deh bikin kita tambah fleksibel dan semangat. Bisa mendukung kita buat belajar dan kerja. Pas buat jadi teman ringankan beban. :D

Skripsi, ayo siap-siap, kita lanjut berjuang. Biar cepat menang sampai ke tahap sidang. :")

Semangat! (:




Friday, 25 November 2016

Menjadi Bersama

Source
Apa ya, hal paling dominan yang berubah dalam hidup kita ketika usia bertambah?

Aku suka memikirkan sesuatu, bertanya kepada pikiran sendiri, dan tidak jarang mendapat ketidaktahuan baru. Aku harus apa? Nanti bagaimana? Kira-kira…..

Hidup adalah cara menemukan jawaban-jawaban. Sebab kita tidak bisa menjadi sejarah untuk hari yang sedang kita hadapi. Sehingga seringnya kita harus bekerja sekeras mungkin untuk mendapatkan solusi terbaik dalam mengatasi berbagai situasi. Keadaan yang tidak memungkinkan, kadang-kadang juga bisa berpeluang besar untuk menang. Tidak semua yang sulit itu tidak bisa dilakukan, kan? Kata-kata, memang yang paling pandai menenangkan. Akan tetapi kenyataan, membuat kita menjadi pasrah pada ketakutan. Tapi tidak juga sih, karena kita harus terus semangat kan, untuk menemukan jalan terang?

Ketika angka menjadi bertambah, aku seperti sedang melakukan aba-aba di garis start. Deg-degan. Sudah siapkah kakiku berlari sampai kejauhan? Bagaimana kalau aku jatuh, luka-luka, lalu tidak bisa meneruskan jalan? Strategi apa yang harus kupakai supaya menang? Tentu setiap orang punya impian jadi juara dalam hidupnya, kan?

Eh, bagaimana kalau kita cari perlombaan yang bisa diiringi teman? Mungkin saja jauh lebih mudah. Jauh lebih semangat dan menyenangkan. Kita tidak sendirian lagi, bukan? Bisa berbagi beban, meski nanti tersesat-sesat di sepanjang perjalanan. Ah, yang penting sanggup bersama-sama sampai tujuan. Bisa sambil bercerita dan juga mendengarkan. Tidak seperti saat kita sedang berjalan sendirian, bingung apa yang nyaman untuk dilakukan. Lalu galau, galau, galau…

Hihihihi. Sudah nggak nyambung ini tulisan. Ah sudahan. X)