Follow Me


22 tahun saya merasakan hidup di Banten. Tapi jika ditanya apa yang telah saya lakukan untuk provinsi yang pernah menjadi pusat perdagangan orang-orang Eropa ini, saya cuma bisa senyum-senyum mesem. Tapi paling tidak, saya selalu berusaha untuk tidak membuang sampah sembarangan. Oke sip.

Untungnya, kaum pasif seperti saya ini tak banyak-banyak amat. Jadi, tenang, Banten bisa maju menjadi negara sendiri. Halah, maksudnya punya pondasi untuk berkembang lewat orang-orang keren yang punya pemikiran dan tindakanyang tentunyatak main-main.

Mereka yang seperti itu tentu saja menjadi inspirasi yang patut Banten banggakan. Saya sendiriyang tak punya banyak kemampuan dan kreativitasselalu kagum dengan orang-orang yang bisa memaksimalkan diri mereka, bahkan untuk kepentingan banyak orang.

Karena saya tak punya kemampuan itu, jadi saya hanya akan sedikit bercerita tentang orang-orang yang pernah saya temui dan berkesempatan untuk berbincang-bincang dengannya. (Ya, kalau belum bisa jadi orang hebat, minimal bisa ngobrol bareng mereka lah. Siapa tau tertular, kan. Siapa tau).
Ada tiga aspek yang mungkin ada dalam tulisan ini. Yaitu pendidikan, pertanian, dan pariwisata. Bukankah ketiga hal tersebut menjadi aspek yang penting di seluruh wilayah? Hal ini dirasakan oleh Banten pula tentunya.

Pertama, Pendidikan. Pernah mendengar nama Panji Aziz Pratama? Kiprahnya dalam dunia pendidikan dikenal oleh dunia, lho. Kak Panji, begitu saya memanggilnya, memulai langkah kecilnya memberikan sumbangsih ilmu, kemampuan, waktu, dan tenaga lewat membangun taman baca di salah satu daerah terpencil di Serang, Banten. Yang akhirnya ia membuat sebuah Yayasan Isbanban Foundation. Mungkin, kamu salah satu yang pernah mendengar organisasi tersebut.

Saya tak benar-benar tau tentang bagaimana Kak Panji dan orang-orang yang bersamanya berproses sedemikian mungkin. Yang jelas, hingga dewasa ini, saat usia Isbanban menginjak lima tahun, saya ikut terharu karena Isbanban kini telah melahirkan ribuan relawan serta puluhan taman baca di berbagai pelosok Banten.

Melihat semangat Kak Panji yang terasa selalu menggebu-gebu dan memberikan efek bahagia kepada sesama, membuat saya berpikir, “kok saya nggak bisa begitu?”.

Berlanjut ke hal kedua, Pertanian. Seperti kita tahu, bahwa potensi pertanian di Banten ini sangatlah besar. Sayangnya, apakah banyak orang yang memiliki cita-cita menjadi petani? Saya rasa tidak. Mungkin kamu juga berpikir hal yang sama.

Namun dalam suatu kesempatan, saya pernah mewawancarai petani dan peternak yang namanya cukup dikenal di Banten. Ia adalah Mas Agis. Jika kamu penonton setia Kick Andy! Mungkin kamu pernah melihat Mas Agis berbincang soal pertanian di sana. Ya, dia adalah si penolak tawaran kerja BUMN yang memilih untuk menjadi petani.

Kepada saya, ia pun mengungkapkan hal yang sama. Mas Agis mengaku ingin menghilangkan stigma di mata semua orang, termasuk orang tuanya, bahwa menjadi petani merupakan pekerjaan menjanjikan. Bahkan yang paling saya garisbawahi, profesi tersebut tak hanya menjanjikan soal dunia, katanya, tapi juga akhirat.

“Ketika kita menanam atau beternak, panennya itu adalah kenikmatan dunia. Akhiratnya adalah ketika kita bisa menghasilkan pangan terbaik, kemudian pangan terbaik ini bisa dinikmati semua orang. Nah, itu kan kita dapet amal jariyahnya.”

Hebatnya, Mas Agis juga tak hanya memikirkan kebahagiaan dan kebutuhannya sendiri, tapi juga memiliki kepedulian terhadap orang-orang di Banten. Cita-cita terbesar yang ingin dicapai adalah mengentaskan kemiskinan dan pengangguran di Banten. Untuk itu, Mas Agis juga memberikan ruang besar untuk pemuda-pemudi di Banten untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam hal membangun Banten tercinta ini. Bukankah sangat bagus?

Ketiga, soal Pariwisata. Baru-baru ini saya bertemu dan mengobrol dengan seorang Instruktur Selam di Serang. Namanya Cakra. Kalau kamu tahu, untuk menjadi seorang Instruktur Selam bukanlah perkara yang mudah dan murah. Mereka yang ingin mengambil sertifikasi tersebut harus melalui berbagai level secara bertahap. Sejak menyelam tahun 2014, ia sendiri baru bisa menjadi Instruktur pada tahun ini.

Ternyata, salah satu alasan ia mengambil profesi tersebut lantaran untuk membantu kemajuan Pariwisata di Banten. Menurutnya, pariwisata Banten punya potensi besar untuk dikembangkan karena saat ini sudah banyak dilirik oleh para wisatawan. Ia bersama komunitasnya, juga akan mulai memberikan pelatihan-pelatihan untuk warga terkait pengelolaan pariwisata yang ramah lingkungan.

Hebat ya mereka?

(Foto: lifehacker.jp)

Dompet lagi tipis, terus dapet tiket promo pesawat? Duh, ini, sih namanya berkah banget. Iya, kan? Apalagi kalau kita udah bikin rencana liburan ala-ala backpacker, pasti tiket promo pesawat adalah hal yang pertama kali dikejar. Bener, dong?

Kalau masalah tiket udah beres, ada lagi, nih, yang biasanya bikin bingung kalau menjelang hari keberangkatan. Bingung nentuin barang apa aja yang akan kita bawa. Terkadang malah ada barang penting yang tertinggal karena kita kurang menyiapkan packing kita dengan baik. Temen-temen ada yang pernah? Aku, sih, pernah banget.

Ada yang bilang, packing itu super ribet karena harus menata banyak barang ke dalam tas kecil untuk bepergian. Padahal, sebenarnya packing nggak seribet itu, kok. Kamu bisa ikutin cara packing berikut ini agar packingmu nggak lagi ribet.

Buat daftar bawaan

Sebelum mulai packing, kamu bisa susun terlebih dahulu daftar bawaan yang dibutuhkan untuk liburan. Cari informasi sebanyak-banyaknya tentang lokasi yang kamu tuju agar kamu tahu barang apa aja yang harus kamu bawa dan pakaian seperti apa yang cocok untuk lokasi liburanmu. Banyak yang mengesampingkan hal ini sehingga sering kita temukan wisatawan yang salah kostum saat berlibur.

Gulung, gulung, dan gulung!

(Foto: blog.tortugabackpacks.com)

Pastikan untuk menggulung semua pakaian, celana dalam, handuk, atau apapun yang berupa kain agar pakaian gantimu tidak memakan ruang banyak dalam tas. Tips selanjutnya, kamu bisa menjadikan satu set pakaianmu menjadi satu gulung pakaian. Contohnya adalah gulung jadi satu kaos, celana dalam, kaos kaki, dan celana kamu agar kamu juga lebih mudah saat mengambilnya nanti.

Masukkan peralatan mandi dan makeup dalam satu tempat

Tentunya isi tas kamu tak melulu baju semata, kan? Kamu harus menyiapkan peralatan mandi dan make up. Apalagi buat para backpacker perempuan, penting banget, nih. Pastikan untuk menjadikan satu perlengkapan ini dalam sebuah pouch agar lebih mudah menatanya. Kalau kamu akan berlibur ke luar negeri, pastikan untuk memindah perlengkapanmu ke wadah yang berada di bawah 100 ml, ya. Pastikan juga pouch kamu kedap air supaya kalau terjadi kebocoran nggak bikin kotor barang bawaan kamu yang lain.

Bawa satu alas kaki ternyamanmu

Liburan nggak perlu bawa banyak alas kaki, apalagi bawa puluhan sepatu hak tinggi untuk berganti-ganti setiap hari. Cukup bawa satu aja alas kaki cadangan di tas kamu, pilih juga alas kaki yang nyaman untuk digunakan di berbagai medan. Karena saat traveling, pastinya akan lebih banyak jalan kaki, kan?

Bawa tas kecil untuk hal-hal penting

(Foto: frugalfolicker.com)

Setelah semua barang masuk ke tas besar, pastikan kamu juga menyiapkan tas kecil. Pastikan barang-barang penting seperti passport, kartu identitas, tiket promo pesawat, dompet, dan ponsel kamu masuk di tas kecil agar bisa diambil dengan mudah.

Nah, itu dia tips dan cara packing yang nggak ribet untuk liburan kamu. Nggak sesusah yang kita kira, kan? Kalau boleh tau, kalian udah dapat tiket promo pesawat untuk liburan ke mana, nih?