Wednesday, 28 March 2018

Liburan dan Packing Anti Ribet

(Foto: lifehacker.jp)

Dompet lagi tipis, terus dapet tiket promo pesawat? Duh, ini, sih namanya berkah banget. Iya, kan? Apalagi kalau kita udah bikin rencana liburan ala-ala backpacker, pasti tiket promo pesawat adalah hal yang pertama kali dikejar. Bener, kan?

Kalau masalah tiket udah beres, ada lagi, nih, yang biasanya bikin bingung kalau menjelang hari keberangkatan. Bingung nentuin barang apa aja yang akan kita bawa. Terkadang malah ada barang penting yang tertinggal karena kita kurang menyiapkan packing kita dengan baik. Temen-temen ada yang pernah? Aku, sih, pernah banget.

Ada yang bilang, packing itu super ribet karena harus menata banyak barang ke dalam tas kecil untuk bepergian. Padahal, sebenarnya packing nggak seribet itu, kok. Kamu bisa ikutin cara packing berikut ini agar packingmu nggak lagi ribet.

Buat daftar bawaan

Sebelum mulai packing, kamu bisa susun terlebih dahulu daftar bawaan yang dibutuhkan untuk liburan. Cari informasi sebanyak-banyaknya tentang lokasi yang kamu tuju agar kamu tahu barang apa aja yang harus kamu bawa dan pakaian seperti apa yang cocok untuk lokasi liburanmu. Banyak yang mengesampingkan hal ini sehingga sering kita temukan wisatawan yang salah kostum saat berlibur.

Gulung, gulung, dan gulung!

(Foto: blog.tortugabackpacks.com)

Pastikan untuk menggulung semua pakaian, celana dalam, handuk, atau apapun yang berupa kain agar pakaian gantimu tidak memakan ruang banyak dalam tas. Tips selanjutnya, kamu bisa menjadikan satu set pakaianmu menjadi satu gulung pakaian. Contohnya adalah gulung jadi satu kaos, celana dalam, kaos kaki, dan celana kamu agar kamu juga lebih mudah saat mengambilnya nanti.

Masukkan peralatan mandi dan makeup dalam satu tempat

Tentunya isi tas kamu tak melulu baju semata, kan? Kamu harus menyiapkan peralatan mandi dan make up. Apalagi buat para backpacker perempuan, penting banget, nih. Pastikan untuk menjadikan satu perlengkapan ini dalam sebuah pouch agar lebih mudah menatanya. Kalau kamu akan berlibur ke luar negeri, pastikan untuk memindah perlengkapanmu ke wadah yang berada di bawah 100 ml, ya. Pastikan juga pouch kamu kedap air supaya kalau terjadi kebocoran nggak bikin kotor barang bawaan kamu yang lain.

Bawa satu alas kaki ternyamanmu

Liburan nggak perlu bawa banyak alas kaki, apalagi bawa puluhan sepatu hak tinggi untuk berganti-ganti setiap hari. Cukup bawa satu aja alas kaki cadangan di tas kamu, pilih juga alas kaki yang nyaman untuk digunakan di berbagai medan. Karena saat traveling, pastinya akan lebih banyak jalan kaki, kan?

Bawa tas kecil untuk hal-hal penting

(Foto: frugalfolicker.com)

Setelah semua barang masuk ke tas besar, pastikan kamu juga menyiapkan tas kecil. Pastikan barang-barang penting seperti passport, kartu identitas, tiket promo pesawat, dompet, dan ponsel kamu masuk di tas kecil agar bisa diambil dengan mudah.

Nah, itu dia tips dan cara packing yang nggak ribet untuk liburan kamu. Nggak sesusah yang kita kira, kan? Kalau boleh tau, kalian udah dapat tiket promo pesawat untuk liburan ke mana, nih?

This entry was posted in

Tuesday, 20 March 2018

Ngeblog dengan Nilai Pancasila di Flash Blogging Kominfo




Saat ini, dunia telah dimasuki oleh era digital yang tinggi. Media sosial yang kita ketahui sudah semakin berkembang seiring dengan zaman. Barangkali, hampir semua orang menggunakan media sosial dalam keseharian. Media sosial kini rupanya sudah bertransformasi menjadi sahabat dekat, bahkan bisa jadi lebih dekat dari sahabat yang dimilikitempat di mana kita berbagi apapun.

Berdasarkan riset tahun 2017, pengguna internet di Indonesia diketahui telah mencapai sebanyak 143,26 juta. Apakah dari total tersebut, telah menggunakan media sosial sesuai fungsinya? Barangkali jawabannya tidak. Tidak sedikit ditemukan, bertebarannya ujaran-ujaran kebencian maupun informasi hoax di platform manapun.

Rupanya hal ini menggerakkan hati berbagai pihak, salah satunya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Untuk memanilisir pengguna media sosial yang melakukan hal serupa, pihaknya pun mengundang Blogger Banten dalam acara Flash Blogging dengan tema “Implementasi Nilai-nilai Pancasila dalam Bermedia Sosial” untuk berdiskusi bersama.

“Saya harap, Blogger Banten tidak terkontaminasi dengan beriata-berita hoax. Karena hoax itu ibarat narkoba,” ucap Asisten Daerah Bidang Pemerintahan Provinsi Banten dalam sambutannya.

Kemudian, Mas Banyu Murti, seorang blogger yang fokus di dunia kuliner ini menjadi pembicara pertama dalam acara ini. Beliau berbagi soal tren blog. Seperti yang dikatakan oleh Mas Banyu, bahwa tren warganet selalu berubah, sehingga sebagai blogger kita perlu terus interaktif. Sebagai blogger, desain, konten, dan fitur dalam blog juga kekuatan sakral yang harus dimiliki.

“Yang terpenting dari ngeblog: share, learning, and happy,” tambahnya.

Materi dalam acara ini pun diimbangi dengan implementasi nilai-nilai Pancasila yang diberikan oleh Pak Diasma Sandi dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Beliau memberikan materi tentang “Pancasila, Piagam Jakarta, dan UUD 1945.”

Yang menarik dari pemateri satu ini, Pak Dias memiliki jiwa yang menggebu dalam membagikan nilai-nilai Pancasila kepada para blogger.

“Mengurus wilayah itu tidak mudah, Pancasila berperan sebagai tali simpulnya,” kata beliau.

Segini dulu saja, waktunya sangat terbatas. Tapi saya senang sekali bisa hadir di acara ini bersama Blogger Banten lainnya. Terimakasih Kominfo! J





Monday, 8 January 2018

Tentang Perjalanan Menuju Hal-hal Asing


pergi adalah kemestian. pergilah.
kita tahu, ingatan tidak butuh
jam tangan—hanya seseorang
di kejauhan.
(Perjalanan Lain Menuju Bulan, Aan Mansyur)

Ada yang tak bisa terurai oleh kata-kata. Di dadaku, harapan seperti memasuki suasana musim gugur. Ingin kutimpa segala cemas dan siksa menjadi senyum yang ceria, tapi di depanmu, tetiba aku lupa rencana sebelumnya.

Aku butuh gelombang untuk bicara. Sebab saat ini, puisi dan segala metafora tak pernah cukup untuk bisa mengatakan semuanya. Pertemuan terakhir kali kita waktu itu seperti karma yang diberi semesta. Aku benci saat tubuhku sendiri mendadak tak punya energi. Tak ada sapaan santai seperti biasa, bahkan aku tak berdaya hanya untuk sekadar menatap mata.

Sejak dulu, kita memang tak pernah jadi siapa-siapa, tak pula miliki kisah apa-apa. Aku hanya orang asing yang kebetulan singgah kemudian mengenalmu dan memiliki perasaan yang aneh setelah itu. Aku tak pernah mau melupakan, jadi aku selalu berusaha merawat kenangan dengan menjadikan ingatan sebagai kamera tunggal; merekam kejadian lucu yang selalu berhasil menjadi memoar rindu.

Di dalam perjalanan waktu, aku tak pernah menunggu tapi seperti orang yang menunggu. Aku cukup tahu kamu pasti tak akan mengharapkan itu. Aku selalu berharap bisa menemukanmu di mana-mana. Di mall yang ramai, di sudut kafe sambil berbincang, atau tak sengaja lewat di pinggir jalan. Bagiku, melihatmu seperti menemukan sebuah ketentraman. Dan aku tak perlu lagi menjadi gelisah sendirian.

Siapapun pasti tak pernah suka dengan perpisahan, tidak pula denganku. Aku pernah sedikit bersedih saat menghadapi perpisahan beberapa tahun lalu. Karena itu adalah sekat awal kita tak bisa lagi berjumpa setiap harinya, seperti biasa. Kukira, tahun ini semua bisa menjadi dekat di depan mata. Meski tak bisa menemukanmu setiap hari, aku tidak perlu cemas karena kamu ada di sini. Kesempatan untuk bertemu mungkin akan lebih besar dari yang dulu. Tapi sepertinya aku kembali harus kecewa, sebab kamu akan pergi lebih jauh dari yang aku kira. Benar kata Shakespeare, expectation is the root of heartache. Aku memang bukan perempuan yang beruntung sepertinya.

Aku kepadamu yang kerap bertanya hal-hal tak penting semacam “apa kabar?”. Mungkin saat itu, aku tidak tahu lagi bagaimana cara mengatasi perasaan. Tapi setidaknya aku berusaha untuk tidak lebih dari itu.

Aku tahu, setiap orang punya proses dan waktunya masing-masing, layaknya kamu yang sudah cukup dipersiapkan Tuhan untuk melebarkan sayap dan jauh terbang. Kelak, semoga hal-hal asing tidak pernah menjumpai kita setelah ini dan beberapa tahun nanti.

Jika kau ingin mengucapkan selamat tinggal, kata Aan Mansyur, jadilah seperti matahari tenggelam. Aku tidak tahu bagaimana menjadi matahari, tapi semoga perjalananmu lancar, sampai nanti.

8 Januari 2018.
This entry was posted in

Saturday, 2 September 2017

Surat yang Tak Pantas Dibaca



Belakangan aku mereka-reka, sepertinya aku sudah beranjak tua. Tapi, kenapa masih juga tak bisa melepaskan satu nama? Pesan-pesan yang tak pernah sampai kian berulang kubaca, meski hari ini aku menyadari, semuanya hilang karena kealpaanku sendiri.

Kita semakin dewasa, dan waktu berjalan secepat udara yang kita hirup bersama. Bisakah aku meminta jeda? Aku tak ingin tenggelam dalam luka, tapi juga tak ingin menyerah begitu saja. Mana yang harus kupegang seerat-eratnya?

Dulu aku pernah bergurau dengan sahabatku sendiri. Jika kamu menemukan perempuan lain untuk dinikahi suatu hari nanti, mungkin aku lebih baik pindah saja ke luar negeri. Aku memang norak sekali, benar-benar sama seperti tulisan yang kubuat ini. Sudah, cukup, maka dari itu jangan dibaca lagi.

Perihal pintu hati, katanya aku tak pernah memberikan kesempatan untuk orang lain membuka kunci, bahkan hanya untuk sekedar mengetuk sesekali. Tapi menurutku, cinta akan datang sendiri tanpa harus tersugesti. Seperti sampai bertahun-tahun ini, aku juga tak mengerti apa yang membuatku tertarik dan punya simpati. Mungkin memang seperti itu rasanya jatuh cinta. Kita menemukan titik di mana kita sendiri tak punya filosofinya.


Selamat bekerja.
This entry was posted in

Wednesday, 17 May 2017

Skripsi Positif


Tapi, aku, tak kan pernah bisa
Ku tak kan pernah merasa
Rasakan cinta yang kau beri
Ku terjebak di ruang nostalgia
..... (Raisa - Terjebak Nostalgia)

Menulis tentangmu, rasanya tak perlu harus repot untuk riset kemana-mana, karena semua bahannya sudah tersimpan benar di kepala. Tinggal bagaimana aku bisa mengoreknya lalu menyusun kembali potongan-potongan kejadian lama, sehingga bisa tersambung menjadi sebuah simpul cerita.

Menulis tentangmu, rasanya pasti akan beragam. Karena aku tau, tidak semua episodenya adalah cerita yang menyenangkan. Tentu akan ada inci-inci yang membuat dada sesak sesekali. Kita juga tau kan kalau hari tidak selalu pagi? Tapi aku tidak masalah. Aku mungkin bisa belajar lebih rela.

Menulis tentangmu, seperti mengisi sejumlah energi. Saat merasa lelah, aku berpikir untuk lebih kuat. Di saat jatuh, mungkin aku bisa bangun dengan cepat. Efek jatuh cinta bisa seberlebihan itu ternyata.

Seandainya menulis skripsi bisa seromantis itu...

Mungkin aku tidak akan terus-terusan menguap. Habis bagaimana, baru satu jam mengerjakan saja mataku sudah berat. Padahal membaca buku, menonton drama korea terbaru, dan memikirkanmu aku sanggup bertahan seharian. Yaa, walau pusing-pusing sedikit pasti ada lah. Tapi seru dan bikin penasaran jadinya.

Menulis tentangmu seperti membawa harapan-harapan baru. Menulis skripsi harusnya juga seperti itu. Barangkali skripsi bisa menjadi salah satu pintu, yang bisa membuka langkah kita untuk saling berbagi kabar berita. Mungkin bisa dimulai dengan saling bertanya, “Bagaimana penelitiannya?”

Lalu….

Jingga di bahuku
Malam di depanku
Dan bulan siaga sinari langkahku
Ku terus berjalan, ku terus melangkah
Ku ingin ku tau, engkau ada
..... (Dewi Lestari feat Arina Mocca - Aku Ada)

***

Hai. Udah lama banget ya nggak posting blog. Sekalian latihan nulis lagi nih biar nggak kaku. Walaupun judulnya nggak nyambung sih, apa coba positif-positifnya tulisan ini? Hahaha.

Eh gimana yang lagi skripsian? Aman? Coba cerita di kolom komentar, ya siapa tau aja ada yang nyasar ke sini, kan. :"D
This entry was posted in