Monday, 31 December 2012

Back to December

Aku baru sadar kalo hari ini adalah tanggal terakhir di bulan Desember. Woh! Itu artinya esok hari sudah memasuki tahun (masehi) baru. Mungkin juga ini menjadi tulisan terakhirku di tahun ini. Sebagai penutup hari.

Wow ga nyangka aku sudah 17 tahun sekarang, 24 November kemarin tepatnya. November rain, ^hehehe. (apasih?)
Ya, walaupun November adalah bulan yang aku suka, bulan banyak cerita., ga menutup kemungkinan kalo aku juga punya kenangan dengan Desember. Ah iya, satu kenangan di langit Desember.

Desember, empat tahun lalu, aku lupa tanggal berapa tepatnya. Apakah itu 15 atau 18? Ah aku lupa yang mana. Pokoknya hari itu aku mendapatkan hal yang tak pernah aku duga. Kehilangan.
Ah, izinkan aku kembali memutar ingatan tentangmu.

Aku tau bahwa takdir manusia takkan sama atas setiap insan. Entah itu takdir hidup atau takdir kematian. Takdir kematian. Mendengarnya saja aku.. Entahlah.
Takdir hidup dan kehidupan. Itulah yang harusnya manusia banyak belajar tentang kuasa-Nya.

Oh iya, aku lupa. Aku kan tadi mau cerita. Maaf ya, emang suka ngelantur hehe.
Jadi empat tahun lalu adalah tahun dimana seseorang di dekatku meninggalkan aku pergi. Kata Mama, pergi dan ga akan kembali. Beliau adalah ayahku. Ya, apa kalian tau rasanya kehilangan salah satu dari orang tua kalian? Mungkin iya mungkin pun tidak. Aku juga lupa bagaimana perasaanku waktu itu.
Waktu itu mungkin aku masih terlalu kecil untuk mengerti. Ah tapi waktu itu umurku kan sudah menginjak 13 tahun. Sepertinya tidak bisa dibilang masih kecil.

Hari itu, tepatnya aku sedang menjalani UAS semester pertamaku di kelas 8 (kelas 2 SMP). Kebetulan anak kelas 8 mengikuti ujian pada siang hari. Jadi, pagi harinya aku berada di rumah untuk belajar. Pagi itu, aku melihat ayahku bangun, seperti biasanya bangun sebelum anak-anaknya. Perlu kalian tahu, ayahku tidak pernah telat bangun hehehe. Kata beliau kalo mau sukses gak boleh bangun siang :)
Beda banget sama anak-anaknya. Kadang susah banget buat bangun, padahal udah dibangunin berkali-kali tapi masih aja, molor! Eh, tapi ga termasuk aku ya. Aku salah satu yang rajin bangun pagi lho. (Bangun sangat pagi, tapi kemudian tidur lagi :p)
Aku masih bisa melihat beliau menyapu halaman rumah, hingga warung yang berada dirumahku lalu setelah itu masuk kerumah terus marah-marah gara-gara kakakku yang kebo itu ga bangun-bangun. Ah aku pikir itu sudah biasa.
Tapi aku gak pernah nyangka itu adalah kali terakhir beliau marah (baca: marah-marah). Karena setelahnya aku gak pernah liat beliau marah lagi. Jangankan melihat beliau marah, sekedar melihat beliau saja itu sudah tidak bisa. Ya, hari itu. Di hari yang tak pernah kami duga (Aku, mama, kakak, dan adikku).

Siangnya aku berangkat sekolah. Aku gak tahu 4 jam setelah aku pergi, apa yang terjadi. Aku gak tahu kronologi sebenarnya kisah itu. Kalian tau kan siang itu aku sedang UAS. Dan hari itu aku gak punya firasat sama sekali. Aku menjalani hari sebagaimana biasanya. Ya, aku pergi.
Aku mengerjakan soal-soal UAS sebisaku. Ah dari SD aku senang sekali ulangan, karena aku sangat senang belajar. Senang sekolah, senang bikin temen-temenku kalah dibawahku, hehe wlee :p
Tapi beda banget sama sekarang. Paling susah disuruh belajar hahaha..
Aku pulang. Pulang dengan perasaan.. Ah perasaan biasa kok.

Aku berjalan melewati gang rumahku. Masuk kedalam, mungkin bisa dibilang agak jauh. Tapi waktu itu aku agak ngerasa 'kok sepi yah?'. Aku tetap melanjutkan pulang kerumah. Yaiyalah, mau kemana lagi -_-. Tapi, saat aku jalan dan ketemu anak kecil, anak kecil itu berhenti tapi tetap di tempat ia berdiri. "Happy, ayah kamu meninggal". Anak kecil itu lalu pergi. Hah? Aku sih cuma bengong waktu itu. Masih mencerna perkataan anak-anak tadi sambil melanjutkan jalan. Tapi aku berhenti setelahnya. Aku sudah mengerti maksud perkataan anak kecil tadi. Aku berbalik dan berbisikt. "Jinjja.. Dasar bocah. Jahat amat bilang kalo ayah aku meninggal. Orang tadi pagi aja sehat wal'afiat kok". Aku melanjutkan jalan dan kembali diam.

Saat aku lewat di sekitar orang banyak. Beberapa dari mereka menoleh dan melirik aku yang pasang tampang polos waktu diliatin. Aku bisa denger sedikit dari yang meraka katakan. 'Kasian', 'Rumah Sakit', 'Ambulans', "Happy tau gak ya? Ah paling juga udah dikasih tau. Tuh buktinya udah pulang''. Ishh.. Ngomong apasih tuh ibu-ibu.
Aku ketemu teteh (salah satu saudaraku) jalan kearahku. Mungkin mau pulang. Tapi waktu beliau liat aku, langsung nyamperin dan ngomong sambil nangis. "Ah jinjja.. Kenapa dengan orang-orang hari ini" aku berpikir dalam hati.
"Abah meninggal neng.. Tadi baru aja dibawa pulang pake ambulans". Deg! Maksutnya?
Aku matung sambil dipeluk. Masih bingung.. Aku gak sedikitpun nangis. Jangankan untuk nangis, untuk mikir aja ini ada apa gak bisa. Setelah itu kami pulang dan sampai ke rumahku. Hal pertama yang menjawab pertanyaan dan kebingunganku saat itu adalah saat melihat bendera kuning. Jantung aku makin deg-degan. Jangan-jangan bener..
(Dari kejadian itu, aku trauma pulang sekolah dan liat bendera kuning. Sama denger pengumuman. Kalo ngerasain ketiganya jantung aku deg-degan kenceng, serada takut)

Aku masuk rumah cepet-cepet. Aku liat salah satu kakak aku nangis kenceng dan mukanya bener-bener merah. Aku bengong sambil buka sepatu tapi muka liatin kakak aku yang nangis. Pengen nanya, tapi takut, bingung. Akhirnya aku lari ke dalem rumah. Rame..
Baru pas liat mama, aku bener-bener ngerasa ini nyata. Mama meluk aku sambil nangis. "Udah sana ganti baju dulu". Mama bilang gitu.
Iya, aku ke kamar ganti baju dan keluar lagi. Rumah makin rame. Kakakku yang nangis tadi sekarang ganti jadi pinsan. Ya ampun, kok aku masih aja bengong.


Aku adalah salah satu anak yang paling deket sama beliau. Aku jadi inget waktu aku TK, tiap pulang aku digendong. Aku suka diajak jalan-jalan. Waktu kelas 1 SD aku dijanjiin dapet 50.000 kalo bisa dapet ranking 1. Iya, aku dapet ranking 1 dan dapetin 50.000 hehe. Begitu juga kelas 2. Tapi kelas 3-6 aku gak dapet lagi karena udah gede. Padahal 6 tahun aku dapet ranking 1 di SD.
Hehe tapi aku masih tetep dapet 50.000 karena tamat puasa satu bulan.

Aku juga inget kebiasaan lari pagi berdua. Lari dari mulai luar rumah terus ke Taktakan, Brimob, Pandean, sampe balik lagi kerumah. Pagi yang cukup melelahkan. Apalagi kalo hari itu ada pelajaran olahraga lari. Capek deh!
Naik motor berdua, naik mobil berdua, jalan-jalan berdua. Ternyata sekarang aku kangen momen-momen itu. Apalagi waktu aku smp :) beliau yang bolak-balik ngurus sekolah aku.

Ah aku udah dewasa sekarang, kenapa sekarang aku gak ngerasain hal itu. Dulu, waktu kecil rasanya biasa.
Aku sering dengerin temen-temen kalo lagi cerita tentang ayah-ayah mereka. Beginilah begitulah. Hehe aku cuma diem dan jadi pendengar yang baik. Aku juga pengen cerita tapi ayahku kan udah gak ada. Aku juga gak tahu bagaimana beliau sekarang. Apakah wajahnya masih sama? Sudahlah, jadi pendengar juga sudah cukup.

Aku masih sama dengan apa yang aku pikirkan. Kata kakakku setelah penguburan, aku kini telah berubah menjadi yatim. Ah aku sama sekali gak suka dengan kata itu. Jelek sekali.
Tapi aku cuma nanggepin status itu biasa aja. Semuanya masih sama, walaupun gak keseluruhan sama. Faktanya aku sudah tidak punya ayah lagi.
Semoga beliau tenang disana

And I go back to December all the time..

Sunday, 16 December 2012

5cm

Taruh mimpi-mimpi kamu, cita-cita kamu, keyakinan kamu, apa yang kamu mau kejar..
Kamu taruh disini.. jangan menempel di kening.
Biarkan..
dia..
menggantung..
mengambang..
5 centimeter..
di depan kening kamu..
Jadi dia nggak akan pernah lepas dari kening kamu.
Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari,
kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa.
Apapun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri,
kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu NGGAK BISA menyerah.
Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh,
bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apapun itu, segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri..
Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu.
Dan..
sehabis itu yang kau perlu..
Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya,
tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya,
mata yang akan menatap lebih banyak dari biasanya,
lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja...
Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya..
Serta mulut yang akan selalu berdoa..

^_*
This entry was posted in

Sunday, 2 December 2012

Kamu, di sudut itu

ada yang mulai tak tampak lagi, ketika rupanya sudah merunduk.
jika harus hilang itu sangat tak mudah untuk mencari
tengadah ulasan senyum itu, yang membuat jauh lebih nyata dari sisi pribadi lain
lihat mungkin tak dapat
karena sisinya masih sama layaknya bayangan
kecuali ada maksud untuk menoleh

tak ada memoar tentang hujan yang tergambar
hanya sekilas tentang takdir karsa yang ditempati
itu saja
berputar pada sudut yang sama
memang tak lebih indah
tapi indahnya berlebih :p
ruang, kisah, tertawa, melempar, terkunci, pandangan, menyanyi, dan kamu
tak akan ada hal yang alpa

mungkin kamu, di sudut itu
This entry was posted in

Friday, 19 October 2012

Dapatkah Kau Mendengarku

Dapatkah kau mendengarku? Karena aku tak dapat mendengar hatimu...
Adakah kau mendengarku? Karena aku berusaha berbicara kepada hatimu...
Aku, belum bisa menangis lagi. Karena tahanan sakitnya ternyata lebih kuat dari aliran air mata. Diam membuat semuanya menjadi ruang tertutup.
Tapi, apakah kau masih mau berbicara kepadaku? Meski aku masih tak dapat mendengarmu..
Jadi, dapatkah kau mendengarku? Karena aku tak dapat mendengar hatimu..
Dapatkah kau mendengar  teduhku? Karena aku berharap melihat teduhmu (kembali)

19 Oktober 2012
This entry was posted in

Monday, 1 October 2012

Bayangan Nyata

Telinga ini tidak tuli waktu bayangan di belakang itu bersuara. Tidak parau, tetapi sangat merdu. Seolah-olah bayangan itu adalah bintang besar yang bukan sekedar berdiri di panggung. Tidak podium, dia bukan seorang presiden.
Aku tidak tau mau menamainya apa, ksatria kah, power ranger kah, atau superman yang dapat terbang. Apa ia bisa terbang? Tentu tidak. Ia hanya bisa membuat orang lain terbang dengan mudah dan bisa dengan mudahnya pula membuat orang jatuh dalam satu waktu. Angkuh.
Kadang kala ia terlalu jahat, mereka kalah telak dengan sikapnya yang masih sama. Masihkah dari mereka mengharapkan perubahan..

Mungkin karena bayangan itu terasa dekat sekarang ini.
Padahal kemarin namanya saja tidak ada dalam daftar jajaran. Hanya orang yang seketika lewat dan harus terpaksa masuk ke dunia baru.
Yang  teringat hanya pecahan kertas yang ia lempar sambil tersenyum mengejek. Masih biasa, mungkin karena masih begitu jauh.
Tapi tidak saat ini, selama suaranya yang tiap hari tidak pernah absen dari telinga. Bernyanyi, bahkan sekedar memanggil nama..
Tapi senyata itukah ia?
This entry was posted in

Sunday, 30 September 2012

Crazy Little Thing Called Love

 '' All of us have someone who is hidden in the bottom of heart. When we think of him, we will feel like umm.. Always feel a little pain inside. But we still want to keep him. Even though I don't know where he is today, what is he doing, but he is the one who make me know this.. ''




"This book is funny but it makes me know how much that you have tried"


"She looked the same, cute as always."


 


"Touched her hand for the first time but I had to release it coz others would curious."




"Gave her an apple but I bit it."



"You've been better. Fight!! Nam."


"Love can win everything, especially fear."


"Me too, want you to ride on my back..."


" Today I gave the rose to Nam, I said it was from my friend. Its because I am tight-lipped "

 

( P' Shone nanem bunga ini dari bunga itu kecil, eh pas ngasih ke Nam malah bilang dari temennya :( )
" Today I saw Top confessed.. You know I'm hurt? Why our time never match? "

                                                                                   






" Waiting is easy. You know what's hard? Realizing that the one you are waiting for is not coming back anymore "



Nam nyatain cinta ke P'Shone waktu kelulusan... P'Shone masuk ke kolam renang, Nam dateng..


P'Shone : Nam, you haven't signed my shirt?

Nam      : P'Shone ka.. I have something to tell you. I like you very much been loving for 3 years. I've done everything changed myself in every aspects because of you. Nam applied for a classical dancer club, played a stage drama. Be a drum major, be better at studying. It's for you.. But I know for now that the thing that I should do the most and should have done since a long time ago is telling you straightly that I Love You..
(Nam ngasih bunga ke P'Shone. Abis nangis dia liat di baju P'Shone ada tulisan "Pin Love Son" #cengo)



Nam : P'Pin and P'Shone?
P'Shone : (ngangguk)
Nam : When?
P'Shone :Just a week ago
Nam : P'Pin and P'Shone are together. You two are suitable. Cute. Hope you'll be happy #ngenes (Nam ampe jatoh ke kolem renang)

(sebenernya yang P'Shone ama P'Pin jadian tuh boong. Sengaja, soalnya P'Shone udah janji ke P'Top ga suka sama Nam)

Ending :

9 tahun kemudian, Nam udah jadi designer terkenal di New York. Diundang ke acara reality show.
Mereka berdua dipertemukan karena buku yang pernah dikasih P'Shone ke Nam...


MC : Do you have something to tell Khun Nam?
P'Shone : I want to tell you that.. (ngeluarin kancing). This button is not mine. It maybe Ding's.
MC : How about you Khun Nam? Do you have something to tell him?
Nam : I want to ask P'Shone that have you been married?
P'Shone : Umm.. I have. I have been waiting for someone to come back from the US.
Nam : (nangis seneng) :)
-----------------------------------

mai roo waa naan kae nai tee chun dtong ton gup took sing.
bit bung kwaam jing nai jai took took yaang. 
*took krung tee rao pop gun took krung tee ter hun maa.
tee chun cher-ee roo mai chun feun kae nai.

dai yin mai hua jai chun mun gum-lung bork ruk ruk ter yoo.
dtae chun mai art ja bert pia jai ork bai hai krai dai roo.
dai yin mai hua jai chun yung koi yoo dtrong nun.
ror hai ter bert doo lae wung piang kae ter roo suk wun neung.

tung tee chun gor ruk tung tee chun gor roo seuk dtae suan leuk kaang nai yung mai glaa. 
took krung tee rao pop gun took krung tee ter hun maa. 
tee chun cher-ee roo mai chun feun kae nai. 


-----------------------------------------

I don’t know how much longer that I have to put up with you
I’ve been hiding everythings in my heart

Everytime we meet each other, Everytime we face each other
Though I am indifferent.. Do you know how much have I have to force myself?
Can’t you hear my heart calling for you, loving you
But I can’t release my heart out for anyone to know
Can’t you hear my heart’s waiting there for you
Waiting for you to feel it. I was hoping that you will realize someday
Though I love you, though I feel (your love)
But deep down inside, I can’t dare to tell you
Everytime we meet each other, Everytime we face each other
Though I am indifferent. Do you know how much have I have to force myself?










Friday, 24 August 2012

Lembaran Konstelasi #1

Kalo malam ngucapin selamat tinggal, bisa aja angin ikut nemenin. Tapi masih ada langit yang siap bertahan, bukan hanya sejam. Penggalan waktu yang cukup menyenangkan, tidak muak hanya karena kesesuaian.
Malam ini masih kusut seperti biasa. Cuma ada satu bulan sabit yang terlihat kesepian karena tidak ada bintang disisinya. Tapi setidaknya disana aku bisa liat Ajuj. Jadi Kinanthi sementara di malam hari. Berceloteh tentang banyak hal yang karam. Sesekali mencari Neptunus, siapa tahu sudah pindah keatas langit. Karena mencari aliran air susah, mau tidak mau tidak bisa melihat tarian perahu yang akan sampai kelaut.
Malam hari mulai penuh cerita, karena malam titiknya sudah penuh dan hampir tumpah. Terus bertahan kondisi seperti ini, tidak tahu sampai kapan angin membawa ke muara. Setelahnya jatuh lalu tercerai. Andai konstelasi yang aku mau itu bukan hanya hantu di sudut pikir. Jadi mau aku diam atau tidak berbuat apapun, dia tetap realitas. Tidak lagi jadi hantu. Tapi kadang ini emang anomali. Perasaan, situasi, ruang, waktu. Kadang emang gak bisa terganti untuk hal-hal tertentu. Meski bumi hanya sedang berputar. Apa masih bisa mengeja satu rasi yang tidak terpatri?

Wednesday, 15 August 2012

#Nol

#Nol
Sebuah pendengaran, jika engkau mencintai, maka jangan mencintai seperti apa yang kau lakukan untuk mencintai. Lalu salah seorang pendengar bertanya "Lalu apa yang harus kami lakukan untuk cinta kami?".
"Genggamlah cinta tersebut kedalam tanganmu". Datar. Semua yang duduk punya caranya sendiri untuk berfikir. Maksud, arti dari sebuah cinta. Kepemilikan.
Jelas-jelas bukan hati. Tidak boleh, katanya. Semuanya tergantung Tuhan, lagi-lagi.


#Nol
"Pilih lelah atau bodohmu?" Silahkan itu terserah hatimu lagi-lagi. Katanya di sela hatinya.
"Aku adalah seorang guru, kau dengar?". "Aku percaya yang dikatakan phytagoras. Tapi mengertilah, aku punya cara sendiri untuk hal ini, satu waktu. Ijinkan..sekali saja".
Mengejar matahari, mengejar bulan, kejar saja semua yang bisa dikejar. Man jadda wajada.
Bukan orang pintar, tapi orang yang punya kesungguhan. Lagi-lagi, menunggu Tuhan mengatakan 'Kun'.

15 Agustus 2012

This entry was posted in

Tuesday, 7 August 2012

Nekat itu sesuatu, 2

Haduh saya lagi sakit tau wkwk *curcol* tadi abis buka bareng ama anak mentor (ceileeh) trus tarawih.
Hehe jadi apa hubungannya ama judul diatas yak? Mbuuh.. Sebenernya sih saya kasian liat postingan akhir yang udah aga lapuk xD ga ada kerjaan, pengen nulis tapi gatau mau nulis apa.
sebenernya masalah nekat yang ini saya malu banget buat cerita ini haduuh wkwk. Ga rela haha,tapi yaudah lah apa boleh buat biar ga kosong2 banget gitu blognya hehehe.

Jadi gini awal ceritanya (berasa lagi pelajaran bahasa Indonesia nih XD) hehe. Ini waktu saya sedang liburan kemarin sbelum saya masuk ke kelas 12. Minggu kedua liburan, saya dapet sms dari temen smp, kebetulan waktu itu saya lagi daftar ulang di sekolah saya. Nah di sms itu saya diminta.. Diminta atau diajak yah saya lupa wkwkwk, pokonya buat nemenin dia ke UI. Saya kaget noh, wihh ada yang ngajakin kesono. Padahal minggu sebelumnya saya juga baru pulang dari Jakarta tuh. Sebenernya saya ga terlalu kenal ya sama UI, karena kami ga satu sekolahan huehe. Cukup.. Pokonya waktu itu saya jawab Insya Allah bisa, walaupun agak lama. Tapi saya pede aja buat nerima ajakan itu

Langsung aja besoknya, kalo ga salah waktu itu hari Sabtu. Akhirnya kita berdua berangkat pagi ke terminal dadakan (samping RS. Sari Asih). Alhamdulillah ga terlalu lama akhirnya kita dapet bis, kita naik bis jalur Pulogadung. Harusnya sih gausah jauh2 ke Pulogadung yah, cuma karena kita mau jemput temen di pulogadung akhirnya kita ke Pulogadung dulu. Katanya temen yg disono tau dimana UI, saya manut aja lagi. Nah baru deh setelah kita udah jauh tuh di bis, saya pun nanya ke temen smp saya itu, sebut aja M yak. Saya nanya gini "kira kira nanti disana ngapain ya?" polos tuh. Eh dijawab gini "ngga tau, yah nginjek aja gitu haha" *ketawa* oke saya masih bisa terima jawaban itu. abis itu saya nanya lagi. "terus kalo udah nginjek mau ngapain? emang disana punya kenalan? emang disana ama siapa" dia cuma jawab "engga" sambil nyengir gitu.
Masya Allah.. saya mikir nih makan apa tuh anak semalem, ko jadi sesat gitu wkwkwk. Saya udah ga tahan tuh, daripada nanti disana gajelas akhirnya saya ngubungin kaka kelas, dan alhamdulillah ternyata masih ada satu orang yg lagi di UI. saya gamau tau, pokoknya saya gamau tersesat di kota orang sama orang yang sesat wkwkwkwk.
Akhirnya saya sms kaka kelas, dan alhamdulillah dibales.......
hehe banyak amat titiknya yah. Saya ditanya lagi dimana, udah sampe mana, sama siapa, dan berbagai macam pertanyaan lainnya yg alhamdulillah bisa saya jawab semua. Alhamdulillah beliau ada di tempat dan mau nungguin saya nyampe sana. Heuh! alhmadulillah gajadi sesat kata saya.

Di Pulogadung..
Kalo ga salah sekitar jam sepuluhan kita nyampe di terminal sana. Tapi herannya temen yg dicari masih ada dirumahnya (gondok) harusnya kan kita sebagai tamu ditungguin gitu ya, eh malah jadi kita yang nungguin. masalah dateng lagi!
Lama..lama.. lamaaaa banget. Sedihnya saya di smsin terus ama teteh itu, katanya saya kapan nyampe. Karena beliau udah mau pulang ke Serang lagi. Muter muter saya, campur aduk. Saya terus terusan ngerayu pokonya jangan pulang dulu, wkwk *maksa*
alhamdulillah untung baik, mau deh nungguin :D
Bayangin jam 11 lewat temen saya itu baru nyampe coba :( nyampe dengan segudang alasan yg gamau saya denger.
Langsung dah kita naik metromini ke rambutan. Galau lagi tuh di smsin ama teteh, katanya udah mau pulang. Pokonya d jalan saya resah gitu awkwk
Nyampe rambutan kira2 jam 1ah.

Dari rambutan kita nyari angkot merah tuh nomor berapa saya lupa, pokonya ke UI aja (yaiyalah hoho)lama lama lama tuh yah kita diturunin di jalan yg gak kita tahu, kata babangnya sih UI ada disitu. Kami turun. Satu lagi nih nyeseknya, temen saya yang ditungguin hampir 1 jam lebih itu juga ternyata gak tau tempat itu. Hasyamalaaah............ (titik)
Kebetulan ada warteg, nanya tuh. Eh ditanya balik ama mamangnya katanya mau ke fakultas apa. *bengong*
mungkin mas masnya sedih liat tampang kita yang aneh ckck. Saya sms teteh kelas tuh, katanya suru ke halte situ. Oke disitu kaki saya udah gakuat, pegel boy :(
tapi lanjutin aja lah.. treng treng treng nyampe halte aja.
nah abis di halte saya disuruh nunggu ada bis kuning UI lewat. saya ama temen2 nungguin tuh disana, tapi ko aneh ga lewat-lewat.
Gak lama, jingkrak2 tuh ada yang lewat.. tapi herannya arahnya berlawanan ama halte. Kami dengan muka polos dan saking gataunya, malah nyebrang aja tuh ngejar bis kuning. Lewaaat...
1 bis sudah lewat. Kita nungguin lagi.. Ga lama ada bis kuning lewat lg, tapi kok ga berenti di depan kita -__- stres tuh. Haha :D kita bertiga mikir kemana mana pokonya, haduh ga bisa diungkapin lewat kata lah xD
Akhirnya kita merenungi kesalahan.. Di tempat kita nungguin bis itu gada org sama sekali. Sedangkan di depan itu ada halte, dan disana banyak banget orang. Diajak tuh balik lagi ke halte.
Hadoh! Saya sih udah ga punya tampang buat balik lagi ke halte, udah malu juga diliatin teteh-teteh yg lagi duduk. Akhirnya kita balik lagi tapi agak geseran dikit menuju tukang ojeg. Mamang ojek ngomong ini itulah banyak, tau kali kalo kita cuma pendateng. Hfffhhh
Tau tau berasa punya muka lagi, duduk lagi dah kita di halte. Lega deh bisa duduk. Nah temen saya, si M nanya ama teteh2 yg daritadi udah liatin kita. Tapi syukurnya, beliau juga mau ke Masjid UI (sama booooy) dan saya pun akhirnya mau ngeliat muka itu teteh. Waah cakep.. hehehe.
Alhamdulillah baik, dan membuat kita melupakan kejadian memalukan tadi. Kita ditanya abis itu dikasih tau tentang bis-bis UI yang per fakultas itu.
Kita ngikutin teteh itu naik bis dan ikutin teteh itu turun dari bis. Enak bisnya, gratis. Kecuali buat anak yang pake seragam.
Alhamdulillah turun di depan halte masjid UI sudah ditunggu oleh kaka kelas saya hehehehe. *nyengir deh lama*

Jam 2 nyampe UI.
Solat, kebetukan saya sendiri yang solat. Wah hebat tuh, bisa nginjek masjid UI.
Abis itu makan, baru dah jalan2 kesono. Ngeliat rektorat, liat danau, masuk perpus pusat, dan lain-lain.
Seneeeeng bangeet.. walaupun kaki saya sebenernya udah ga kuat lagi jalan. Hehe pegel
tapi saya makasih banget deh ama teteh saya yang disana.. Yang mau nungguin kita hehe mau aja yah disusahin ama anak kecil wkwkwk. Makasih banget :D semoga di UI nya lancar yaaaa :)
seneng deh nekat nekat juga nyampe juga.
Udah deh nyampe rumah jam 9 malem :D

Doain saya yah semoga cepet sembuh. Hehe, menderita banget nih sakit. Capek.. :(
hehe penutup yang ga jelas..
makasih chinguu ^^ sampe jumpa lagi

Saturday, 14 July 2012

Kita

Bukan hanya pada jendela
Engkau menutup mata saja, jika itu gerimis
Maka itu aku
Tak perlu menunggu bintang jatuh untuk secuil risau
Jika itu patrian rasi
Maka disanalah aku

Harap yang tersia itu titah berduri
Tapi pelangi yang mengitarimu adalah tatapan anggun
Bukan lagi menjejali atau menyeret pada kenangan yang menyisakan kegetiran
Biusan embun kecil sudah cukup untuk bias jejakku
Lalu akhirnya tertawa, menghempas ombak yang berderai
Membuang rindu yang lumpuh
Dan bisikkan saja detail yang indah
Karena semua itu adalah kita

14 Juli 2012

This entry was posted in

Dalam Diam

Ketika sampai pada palung muara
Disaat sungai mengalir kembali dititiknya
Hari itu bukan debu bukan biru
Mengalahkan tahta diatas karsanya
Cinta yang tak terbata bukan frasa
Diam, meraung, bertegur
Adalah satu yang tidak terbaur
Mungkinkah lambaian tangannya masih bisa dikenali?
Maka sembuhkan aku dahulu
Atau aku akan berdiri pada masa amnesia
Jadi sudah
Cinta tidak akan pernah menjadi dingin.

14 Juli 2012

This entry was posted in

Tuesday, 26 June 2012

Terbang dan Mengepaklah :')

Aku yang menyusun saf semesta, bertawaf dalam lingkaran purba.
Terjebak dalam ruang tunggu tanpa tepi waktu. Kemana?
Bersemedikah? Menanti celah yang terbelah sejak lama. Setiap petang menikmati ekor cahaya matahari.

Aku yang masih melarikkan bait puisi tanpa berharap ada yang kembali. Sampai waktunya untuk berhenti. Meski ada saja yang mengatai itu sia-sia, tersurat sesekali.
Selesai. Aku sudah tidak punya doa untukmu hari ini :(
Tapi esok selalu ada doa yang indah untukmu :)

Aku selalu bertanya ketika engkau menangis. Bahkan untuk sesekalipun aku tidak bisa tunjukkan hujanku. Mengapa harus berkaca-kaca? Sekali senyummu sudah cukup untuk membangun surga di mimpiku :)

Dan aku hanya membutuhkan sepotong sore yang tenang dan kita menikmati matahari dan sinarnya yang kelelahan.

Langit adalah arenamu, terbanglah :) aku tidak akan berkata apa-apa. Ini bukan sebuah pengorbanan.
Engkau akan selalu menjadi keajaiban untukku. Bahkan untuk diammu kemarin.

Jadi sudah, mengepaklah :')
Aku akan merindukanmu. I'm gonna miss you..

Untuk eonni yang disana :D jeongmal bogosippo eonni :')

Aitakatta

Rindu itu derita. Lihat saja, detaknya berjalan. Bukan satu-satu.
Tapi alirnya itu, brak. Salah siapa? Bahkan daun pun tak pernah membenci angin.
Tipis rasanya diam atau berdiri dengan hujan. Tapi kadang tidak kuasa karena teduh.
Akhirnya kembali lagi. Bernaung di karang yang sama. Seperti itu, masih sama. Mengulang yang tak indah.
Jadi, siapa yang dipersalahkan? Cinta pun kadang jadi benci. Karena ada logika.
Lalu, siapa yang dipersalahkan? Sedangkan lebah saja masih belum tau dimana madu pada masa depannya.
Jadi, Aitakatta. Anata ga koishi..

26 Juni 2012
This entry was posted in

Friday, 15 June 2012

Tiga Dua

Hari ini aku mau cerita tentang tiga dua aah :D


Tiga dua adalah kisah kita hari ini. Kita yang hari ini. Kita yang sekarang. Entah menamai sekarang itu adalah sekarang yang dimana. Jelas-jelas itu tetap tiga dua. Mau yang manapun, itu terserah si pemilih.
Tiga dua itu adalah si awal yang banyak tidak dibilang mau. Awal yang dipenuhi banyak hujan. Memang tidak untuk semua orang, tapi banyak rasa yang aneh terumbar. Si satu, si dua, si tiga, dan semua yang mendapat pilihan untuk berbelok ke arah lain. Sulit mengelak. Karena itu adalah kebijakan si para pembuat bijak. Anggap saja.
Dan akhirnya awal itulah kisah si abu-abu yang baru.

Beda rasa, beda karsa. Rasa-rasa yang teramati rasa dalam masing-masing diri. Sadar, sadar yang banyak. Semua berjalan. Itulah kita. Tapi tetap dalam satu pijar.

Dan hari ini, kemarin. Rasa itu sudah mulai terlahir lagi. Meski semua tak kan terganti. Tapi bisa jadi indah, jika sepasang nafsi pun sama merasai. Tapi indah meski sesekali :)
Bahkan terkadang hari-hari juga serasa berdiri. Semoga rubahan tidak lagi. Lelahnya semua karenanya. Jadi sudah.
Tapi yah tetap terserah yang bijak saja. Kita akan tetap indah, dimanapun. Karena kita semua mutiara :)

Monday, 11 June 2012

Dua Delapan

Dua delapan itu 16 Juli 2010. Bukan bukan, itu dua tujuh. Dua delapan itu Januari 2011.
Iya, bulan Januari. Dimana rasa yang baru mulai terjadi.
Dua delapan itu sudah jadi bulatan penuh. Itu kemarin. Sekarang mungkin segitiga atau bahkan lapisan trapesium atauu belah ketupat seperti lebaran -_- tapi bisa juga hari ini dua delapan adalah abstak.

Dua delapan itu banyak kisah. Berawal dari dua tujuh yang indah. Namun anggap saja semua itu dua delapan. Dua delapan itu bukan sekedar konstelasi. Tapi rasi yang terus ada di sepanjang malam. Bukan hanya untuk malam yang indah. Bukan hanya sekedar itu. Tapi lebih dari yang ada.

Dua delapan itu memang bukan biru. Mungkin lebih ke abu-abu atau coklat atau bahkan biru seperti batik yang menari atau kita si hijau tua.

Dua delapan itu cinta. Tidak hanya menari pada dendang luka. Tapi bisa berdiri tegak diatas awan. Bukan untuk mencari dragon ball tentunya. Ini lebih kedalam pencarian kisah lain. Yang berbeda.

Dua delapan itu hujan. Sama seperti utopia jelasnya. Ya, dua delapan itu waktu.
Semua yang tanpa batas. Seperti cerita yang belum menemukan titik akhir. Karena masih banyak pemikiran yang belum tertuang.

Dua delapan itu indah.
Dua delapan itu kamu. Dua delapan itu kita, kalian. Dua delapan itu abu-abu.

Friday, 1 June 2012

Sesat itu bahagia

Syelalu Gajeee..

Sesat ini dalam arti yang dimaksutkan bukan halnya kesesatan pada sebuah agama. Jelas, itu hal yang terlalu sakral untuk dimuatkan pada tulisan konyol ini. Saya bukan seorang yang banyak tahu tentang agama, lagi-lagi saya hanya seorang pelajar tentunya hehehe.
Dalam dunia kesesatan yang mungkin banyak dilakukan oleh manusia-manusia yang ada di planet ini, mulai dari pesesat jalanan, pesesat kelas bawah, kelas atas, bahkan yang gak naik kelas juga ada, pesesat nasional hingga internasional mungkin pernah melakukan eksperimen dalam dunia kesesatan. Kesesatan yah bukan kesemsemSetan hihihi XD
tunggu tunggu.. Kesesatan itu ada dua, sama seperti sombong (ada dua) hehe. Yang pertama sesat yang bahagia dan yang kedua sesat yang merana. Apa itu sesat bahagia? Sesat bahagia ya sesat yang bikin bahagia toh. Tentunya berkebalikan dari si sesat merana.

Terkadang suatu hal yang kita lakukan berupa kesesatan sangatlah wajar. Dan terkadang sesat itu yang bikin kita merasa ada pada dunia tanpa jajah, ada pada akhirat tanpa neraka. Jangan mikir aneh-aneh yah, ini hanya sebuah kesesatan dalam kacamata seorang pelajar wkwk. Oke lebih jelasnya, mengapa saya sebut sesat itu bahagia. Karena apa, sesat dalam hal remaja adalah kenakalan-kenakalan remaja atau pelajar tapi ingat perlu digaris bawahi masih dalam garis batas wajar. Bukan tentang sesat yang dilakukan si Gayus itu. Itu tentunya termasuk kedalam sesat merana toh.
Jadi sesat yang bikin bahagia tuh apa? Kasih tau ngga yaaaah... Hehehe. Boleh, tapi untuk anda si pembaca yang sudah berumur atau sudah tua atau sudah om-om tante-tante dan tetangganya, sebaiknya jika anda memakai kacamata harap ganti sebentar dengan kacamata remaja awkwkwk. Atau bisa juga rilekskan otak anda dan bawa alam bawah sadar anda pada imajinasi saat anda masih berumuran seorang pelajar :P

1. Dalam setiap sekolah tentunya selalu ada yang namanya 'Rule' (peraturan) atau biasa disebut Tata Tertib Sekolah yang mungkin tidak pernah ditengok sedikitpun oleh siswa. Hehe.. salah satunya itu Dilarang membawa HP. Saya berikan contoh nyata sesat disini. Dilarang membawa HP ke sekolah artinya tidak boleh membawa apalagi menggunakan HP di sekola kan? Tapi bagi seorang pelajar dilarang bawa HP sama dengan diperbolehkan membawa hp asalkan tidak ketahuan. Tapi bagi seorang pembuat tata tertib dilarang membawa hp sama dengan dianjurkan untuk bermain dengan Kita. (baca: Razia) hehehehe :P
Contoh nyatanya: Tahukah dimana tempat yang bisa dianggap nyaman untuk sebuah persembunyian sang handphone? Ga perlu panik. Biasa aja, rileks. (mikir kalo bisa terjun aja kali yee akakakak).
Jika dalam kelas ada sebuah tempat rahasia atau saya dan teman-teman menyebutnya basecamp. Nah, liat di atas atap, disana ada satu kotak atap yang bolong (kalo yang ada). Nah naik deh sebisa mungkin kesana, masukin hpmu disana. Hehehe.. silahkan dicoba. Karena ini sudah pernah berhasil dilakukan. Dan akhirnya kami bahagia karena gak satupun yang keambil, hehehe. Tapi ingat, disitu harus hati-hati jan ampe disuruh sumpah serapah awkwkwk. Juga harus sedia payung sebelum ujan, ngeles kalo ditanya. Pasang muka kalem walaupun jantung kaya lagi marathon XD
Hasilnya kita sekelas bahagia :'D

2. Masih dalam lingkungan sekolah tempat hidup kedua kita. Yang ini lebih kedalam penggarapan bakat dan minat alias kegiatan ekstrakulikuler di sekolah. Di setiap sekolah pasti ada yang namanya ekskul wajib, dimana kita wajib mengikuti salah satu dari pilihan tersebut.
Contoh nyata sesat dalam hal ini : pernah suatu ketika wiiih muehehe.. kami sekelas merasa sangat jenuh terhadap ekskul wajib, tapi herannya ekskul wajib adalah ekskul kejar-kejaran. Dimana kakak senior ngejar adek senior, maupun sebaliknya (aih). Nah disini, teman-teman cowo sekelas sudah bertekad dengan semangat 500 untuk mabal. Akhirnya masuk kedalam basecamp dan kalian tahu apa yang mereka lakukan? Manjat ke atas atap dan naik kesana menelusuri tempat sekitarnya dan seketika menghilang. Masih ingatkan tentang atap yang bolong? Nah darisitu mereka masuk hehe. Dan mereka sudah sampai di tempat yang berbeda. Hebat... Bahagiaa.. karena mabal ekskul :D
tapi seharusnya saat itu jangan langsung berbahagia, karena apa? Ingat, jika samping kelasmu adalah masjid, jan ulangi perbuatan itu lagi. Karena dari tempat sepatu-sepatu bisa keliatan dari jendela kelasmu, wkwkwk. apalagi kalo yang ngeliat itu kakak seniormu.. lebih baik jangan. Tapi.. itu yang bikin kami bahagia, ketawa-ketawa dan ga bisa dilupain. Hhaha

3. Mungkin yang ini tentang hipnotis. Masih tentang hidup kami di kelas sepuluh :D
pernah teman saya mencoba menghipnotis teman saya yang lainnya. Bukan tentang hipnotisnya yang sesat. Tapi properti samping orang yang dihipnotisnya yang sesat.
Karena apa, disamping teman sya yang sedang dihipnotis adalah meja. Dan saat dia terkena hipnotis, ga ada temen satu pun yang jadi penyandar. Gila kan? Malah kami terus ketawa-ketawa tanpa hentinya. Oya, teman saya dihipnotis dalam keadaan berdiri. Setelah badannya benar-benar lemas, dia pun akhirnya terjatuh ke lantai dan kalian tau apa? Terdengar suara benturan yang sangat keras. Ternyata kepalanya sempat membentur meja di sebelahnya dan mata temen saya itu pun agak merah. Setelah itu dia pun akhirnya tersadar. Tapi kami masi saja belum berhenti ngakak bahagia. Hahaha itu sisi sesatnya, ngejailin orang ampe gitu... Hihihi


Jadi, kita juga terkadang harus cerdas dalam memilih sebuah kesesatan. Kesesatan yang positif. Sesat yang bisa membentuk kita terhadap kebaikan. Sesat yang baik, bukan sesat yang menyesatkan. Hihihi :D

Wednesday, 18 April 2012

Masih Rasaku

Tuhan.. aku terdampar dalam lautan rasa yang sulit tereka.
Padahal hati menari menarik komitmen pada kikisan makna yang pernah diucap.
Bukan berpaling, hanya saja ingin dikuatkan. Biar menari sampai waktunya..

Tuhanku.. bukan bagaimana jadinya aku merasa selanjutnya. Tapi bagaimana aku melakukan jalanku untuk kemudian.
Kau tidak akan menyuruhku berlari kan? Sementara kau menyuruh yang lain hanya berdiri.
Aku tidak kuasa untuk belajar yang belum ku pahami. Hanya saja aku sudah berbeda. Aku rasa.

Thursday, 15 March 2012

I'm Not Stupid Too

Semua orang mempunyai kunci dalam diri mereka. Saat kita masih kecil, ada begitu banyak dukungan dan pujian untuk membantu kita melewati rintangan. Kita tidak sadar betapa beruntungnya kita saat itu. Seiring waktu berlalu, dukungan dan pujian itu berubah seiring kita beranjak dewasa, semua jadi berbeda.

Kapan terakhir kali kau memuji seseorang?
Kapan terakhir kali orang lain memujimu?
Sudah lama bukan?
Berikanlah lebih banyak pujian. Lihatlah sisi baik seseorang. Apa itu sulit?
Semua orang butuh pujian. Tapi kenapa kita sering ragu untuk sekedar emberi pujian?

Dalam diri setiap anak, ada sisi gelap dan terang. Carilah sisi terang dan semua yang baik akan muncul. Ada pepatah yang berbunyi, "Barang berguna dipakai dengan salah akan jadi tidak berguna" dan, "Barang tidak berguna dipakai dengan benar akan jadi berguna".
Dari sini kita belajar, bahwa pengakuan terhadap seseorang adalah sumber kekuatan. Keajaiban berasal dari sepatah kata yang paling sederhana, ekspresi atau tindakan yang paling kecil sekalipun. Kita tak pernah tahu apa yang bisa kita ubah.. ^_^

I'm Not Stupid Too

Monday, 12 March 2012

Taare Zameen Par

Dari salah satu ost. Taare Zameen Par

Aku tak pernah memberitahumu
Bagaimana takutnya aku dalam kegelapan
Aku tak pernah memberitahumu
Bagaimana cintanya aku padamu
Tapi kau tahu itu kan, Ma?
Kau tahu semuanya, mamaku..

Jangan tinggalkan aku dalam keramaian.. Aku tak bisa pulang
Jangan mengirimku ke tempat yang jauh
Yang bisa membuatmu lupa padaku
Begitu jelekkah diriku, Ma? Jelekkah diriku..

Ketika Papa menggendonhku tinggi di udara
Mataku mencarimu.. Berharap kau datang dan memelukku

Aku tak memberitahumu bagaimana sepinya aku
Tapi aku tak mau memberitahumu
Meskipun hatiku hancur
Kau tahu semuanya kan, Ma?
Kau tahu semuanya..

Nekat Itu Sesuatu

UTS selesai.. tepatnya dua hari yang lalu, Sabtu, 10 Maret 2012. Saya keluar ga begitu lama, yah sekitar 40 menit ngerjain satu ujian terakhir itu. Jam 08.10 saya keluar tepatnya. Huehe.. Lucunya, pernah waktu ujian TIK, saya telat waktu itu. Yah padahal sebenernya, di jadwal ujian saya ga bisa dibilang telat, hoho. Tapi begitulah peraturan di sekolah saya. Hmm.. hm..hm.. Dan saat itu pas lagi ada Kepala Madrasah. Yasudahlah,tamat riwayat kami para pentelat nasionalhari itu. Hahaha :D

Nah, alhasil setelah diceramahin terus terus, kami dibolehkan masuk. Tapi tetep ngantri dulu di ruang panitia. Huh, ngabisin waktu.. Dan akhirnya saya bisa masuk kelas tepat jam 08.00. Waww.. saya sudah ketinggalan setengah jam dari teman-teman yang lain. Dan malah sebelum saya masuk ada yang sudah keluar. Tapi saya ga liat, jadi ga berasa.

Setelah saya masuk, untung pengawasnya baik :) hihi ga pake ngomel dulu. Kan ga ngambil waktu saya juga tuh.. huihi. Akhirnya saya dapet LJK dan soal ujian. Saya kemudian duduk. Dan gak lama setelah itu, baru saja saya selesai membulatkan lingkaran nama, dua teman saya sudah keluar. Bukan dua, bahkan tiga, empat, dan seterusnya. Jleeebb.... hadaaah :( kenapa si kalian gak ngerti perasaan aku. Ekekeke.. Aku kalang kabut, wkwk. Tapi pengawasnya nenangin aku, hehe alhamdulillah malah jadinya senyum2 deh. Hohoho

Itu sedikit cerita, saat saya UTS. Tapi sebennarnya bukan ini yang menjadi tema dalam judul diatas. Hehehe
Kembali keatas, setelah hari terakhir UTS selesai. Sebelumnya saya gak langsung pulang. Tapi kumpul dulu sama anak-anak FORSDA tercintah :) katanya mau membicarakan tentang liburan kami. Tapi yah tetep aja ruet, kitamah gati-gati. Haha :D
Nah setelah selesai, tinggallah saya dan dua teman saya yang bersisa. Oke jika anda penasaran, saya sebutkan kedua teman saya. Hidah dan Mita. Bagi yang mau kenalan, silahkan add aja facebooknya :P huahaha.
Kami pergi makan mie ayam. Dan seketika selesai saja.

Kami bertiga, luntang lantung di area sekolah karena kami bingung setelah ini bakal ngapain. Dan well.. kalian tahu apa yang kita lakukan? Menemukan hal yang bakal kita lakuin hari itu. Haha yaiyalah.. Salah satu teman saya punya rencana untuk mengunjungi salah satu teman sekelas kami. Maaf tidak kami sebutkan. Hehe.. Niatnya sih mau buntutin dia pulang. Hehe kenapa kita begini? Karena kami ingin sekali main ke rumahnya, sebut saja si X. Katanya belum pernah ada yang kerumahnya. Kami juga tiap minta kerumahnya gak pernah boleh.. Huhu. Akhirnya kami mencari si X berharap belum pulang. Tapi kami gagal. Si X sudah pulang :(

Kami tidak putus asa. Bahkan kami mempunyai ide untuk tetap mencari rumah si X tersebut. Yah, tapi ngaconya, kami bertiga sama sekali tidak tahu dimana dia tinggal. Cuma tau dimana dia turun kalo naik angkot. Hasyamalaah.. Tapi ini adventure yang mengasikkan untuk kami.

Oke. Kami sepakat untuk mengambil ide gila tersebut. Berani gak berani, ya resiko kita tanggung. Modal kami cuma nekat. Yah, nekat. Gak ada lagi. Kami ingin melakukan sesuatu yang belum dilakukan teman-teman kami. Ini semua untuk menghilangkan rasa keinginan kami mengunjungi rumah si X. Kami keluar dari arena sekolah, menyebrang kemudian. Langsung mendapatkan angkot. Gak lama kami turun. Kebetulan, jarak dari sekolah kerumah si X tersebut tidak terlalu jauh. Kami turun di tempat biasa si X teman kami turun. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan kami.

Waaw.. Kami masuk ke kampung tersebut. Lurus dan lurus. Kami berhenti setelah ada pangkal becak dan banyak arah jalan. Bingung. Nanya malu, gak nanya tetep malu. Kami sempat berhenti lama. Akhirnya kami ambil resiko jalan terus, karena kalo kelamaan disana malu boy! Diperhatiin mamang becak mulu, hihihi. Oya, satu lagi petunjuk kami. Selain tempat turun angkot, yaitu lorong. Hah? Dikira kita ada di film lorong waktu apa. Kita membayangkan bagaimanakah gambar lorong tersebut? Apa seperti goa? Halah ngaco. Akhirnya walaupun banyak arah jalan, kami terus jalan gak peduli mau nyasar atau enggak. Salahnya kami, kami gak seperti Bang Raditya Dika yang waktu di Australia sama adik-adiknya jalan kaki mencari tempat makan pake google map. Kami? Kompas pun gak ada. Cukup, tapi kami ga butuh kompas. Kami bukan di hutan oke.

Alhasil setelah kita muter-muter gak jelas. Daan tampang kami sudah seperti penyusup yang aneh. Kami perempuan, masa iyah kami mau dikira maling sih (?) huehehe kaga!
Gila kampungnya bikin kami pusing sendiri, banyak sekali jalan yang harus dicoba. Sedangkan kami sama sekali tidak mengetahui letak tujuan kami. (Pliss.. Jangan menertawakan kami. Dan jangan anggap kami gila. Hahahaha). Setelah lama, akhirnya kita malah ada di jalan tempat mamang becak itu mangkal lagi. Hasyamalah.. Akhirnya kita puter balik boy!
Setelah puter balik, kita nemuin tempat duduk di tengah-tengah warga. Kita istirahat sejenak, untungnya kita punya minum. Hahh..huhh. Minumnya juga dapet dikasih saat kita makan itu. Huehehe

Di tempat peristirahatan kami tersebut. Kami seperti.. Seperti apa yah, kami juga tidak tahu. Ah pokoknya setiap warga yang lewat pada ngelirik kami. (Sudahlah bapak-bapak, ibu-ibu kita berdamai saja. Kami tau kami orang asing..) Selain itu, kami juga banyak berkhayal. Berkhayal, siapa tau si X sedang butuh sesuatu dan lewat di depan tempat kami istirahat. Ataupun adiknya juga gak papa deh. Lagi main gitu. Tapi gak satupun khayalan kami menjadi nyata. Ahh :(
Dan adzan dzuhur pun berkumandang. Kami membicarakan tentang akan solat dimanakah. Yah tentunya di sumber suara tersebut lah, eh maksut kami yah di masjid itu toh. Huft.. Saya mengatakan kepada kedua teman saya, bahwa kami ini seperti musafir saja. Dan akhirnya kami bertiga tertawa lepas. Hohoho dan untungnya kami punya minum jadi gak kehausan. Kami tidak bisa membayangkan kalo akhirnya kami dehidrasi dan mati kehausan (Lebay) hahaha. Tapi, kami juga kebelet pipis tau. Hehehhe

Salah satu teman saya, masih ada yang penasaran dengan jalan yang kita lewati sebelumnya. Yah, jalan yang katanya disebut lorong itu. Dan dia berpikiran bahwa jika kita lurus, tempat dimana hanya sawah itu. Aneh.
Tapi oke, karena untuk mengurangi rasa penasaran tersebut kami akhirnya kembali berjalan dan kembali ke jalan yang tadi kita lewati. Lumayan agak jauh, huehe pegel. Tapi yah nekat dong :D
Di tegah jalan, kami ketemu saya warga yang lagi ngobrol di tempat semacam gardu. Mereka tanya kami mau kemana. Kami bingung. Kami hanya diam dan melanjutkan perjalanan tanpa mendengarkan mereka. Yah menurut saya, kalo di cerita bang Dika di buku Manusia Setengah Salmon nya, ketika beliau nyasar di jalan menuju tempat makan yang beliau cari. Karena ternyata setelah jalan jauuuh sekali, mereka menemukan bahwa restaurant yang mereka cari sudah ditutup restauraantnya sejak lama. #Jleeebbb. Hahaha :D karena mereka udah gak tahan saking lapernya,akhirnya mereka nemuin tempat makan. Merea masuk dan memesan makanan yang menurut mereka sangan lezat. Setelah makanan datang, ternyata? Huahaha. Begitulah. Kata Bang Dika, malu bertanya sesat di Meja Makan! Hahaha.. Nah kalo menurut saya, perjalanan kami ini sama malu untuk bertanya. Beda dari Bang Dika. Malu bertanya, banyak jalan menuju Roma :) hihihihihihi XD.

Kami jalan terus. Dan ckreeeekk.. Kami melewati warung, dan salah satu teman saya berhenti. Dia melihat seorang anak kecil di warung tersebut mirip seperti adiknya si X. Kami mau nanya tapi takut salah orang, tapi tapi teman saya tersebut sangat yakin. Dan akhirnya.. "Kamu adiknya si X ya?". "Iyaa.." (cengar cengir dia). Huahahahaha kami sontak bahagia saat itu juga. "Si X nya ada?" tanya salah satu teman saya. "Ada.. Tapi lagi dirumah"
"Rumahnya yang mana?" tanya lagi. Trus dia jawab "Tuh di depan, yang ada sepedanya" (nunjuk rumah). Huahahaha kami tertawa dan berteriak sehisteris mungkin..
"Bisa panggilin gak?" akhirnya adiknya si X memanggil si X yang berada dalam rumah. Tettoret toreeeet sontak si X kaget, kok bisa kita nemuin rumahnya. Wwkwkwkkwkwk
Akhirnya kita jingkrak-jingkrak gak jadi deh muterin bunderan gara-gara frustasi. Hahahaha :D

Syukur banget ya Allah. Hahaha kita bangga sama diri kita masing-masing. Wkwkwk..
Akhirnya kita masuk rumah si X, ikhlas tidak ikhlas kami memaksa masuk. Hahaha kami senang, karena kami adalah orang pertama yang berkunjung kerumahnya. Ini sebuah hal yang menakjubkan. Akhirnya kami bisa mendapatkan apa yang kami mau dan yang belum orang-orang lain rasakan. Huehehe sekali lagi. Malu bertanya, banyak jalan menuju Roma. Dan nekat itu sesuatu.. ^_^

Setelah itu kami numpang solat dzuhur. Ngobrol sampe jam setengah tiga. Dan akhirnya kami pamit pulang.

Tidak berhenti disitu saja. Kami berencana pergi ke rumah teman kami yang lainnya. Tapi kami tak tahu akan kemana (kemana..kemana..kemana). Oke. Akhirnya kami berdiri lama padahal sudah banyak angkutan umum yang menawarkan jasanya mengantarkan kami. Dan lagi-lagi, karena nakalnya kami yang gak kepingin pulang dulu. Yah mumpung dua minggu kemudian libur. Karena itu kami ingin menghabiskan hari tersebut dengan kesenangan.
Kampi punya ide untuk bereksperimen gila. Naik angkot yang sama sekali tidak kami ketahui arah tujuannya. Wkwkwk.. Kami memberaniikan diri untuk melakukan hal tersebut. Toh kami yakin, gak bakal jauh dari Kota kami. Hehehe..
Di dalam angkot tersebut kami habiskan dengan tertawa-tawa riang menikmati apa yang kami lakukan hari ini. Huh hahh, tapi setelah semua penumpang yang ada turun. Tinggallah kami. Kami sudah menyangka pasti sang supir curiga terhadap kami. Hahaha tapi kami masa bodo. Dan akhirnya pertanyaan itu pun datang juga. "Mau kemana neng?" hup hup hup.. Hayoh loh. Akhirnya saya jawab "Eh.. mau kesitu bang" huehehe akhirnya kami terpaksa deh turun setelah kami tunjuk tempat tujuan kami. Yah, karena kami tidak mau ketahuan kalau cuma asal naik angkot. Wkwkwkwk. Gak papa deh yang penting kami senang :)
Akhirnya, kami memilih pergi ke mall untuk melanjutkan perjalanan kami. Kami muter-muter sampe setengah lima. Akhirnya kami pun mengakhiri adventure gila ini. Kami pun pulang kerumah masing-masing dengan kepuasan :)

Hehehe..
Sekali lagi yang mau saya kasih tahu bahwa malu bertanya, banyak jalan menuju Roma. Wkwkwkwk..
Dan nekat itu sesuatu :) huehhehe..

Wednesday, 7 March 2012

Galaksi Kinanthi

Udah pernah baca buku ini belum? hehe

Judulnya 'Galaksi Kinanthi'. Buku ini terbitan tahun 2009. Sebenernya saya udah lama pengen banget baca buku ini, hehe hampir setahun deh pengennya. Tapi yaa alhamdulillah sekarang udah kesampean walaupun bacanya cetakan baru. Mungkin selain suka sama buku-bukunya, karena saya juga suka sama penulisnya. Abisnya cakep, huehehehe.. Ngga ding, saya suka karena setiap novel yang bang Tasaro tulis keren-keren dan bisa mengenal dunia loh. Banyak wawasannya banget. Dan sangat sesuatu! Hehe :D Tapi saya baru baca 2 bukunya bang Tasaro GK. Nibiru yang terbitan 2010 sama Galaksi Kinanthi yang terbitan 2009 tapi baru saya baca di 2012. Hihii..
Oya, novel ini pernah dapet penghargaan waktu tahun 2009. Wajar, karena menurut saya ceritanya bagus.

Novel ini bercerita tentang seorang gadis yang lahir di desa Gunung Kidul. Kinanthi mengawali hidupnya sebagai anak keluarga miskin yang sedikit kacau. Ayahnya seorang penjudi dan ibunya seringkali disebut baulawean (Suami yang menikahinya meninggal semua) dan ayah Kinanthi adalah suami keempat. Hari-hari penuh ejekan pun dilalui Kinanthi selama masa kecilnya, dikucilkan dan disingkirkan oleh teman-temannya. Namun, ia memiliki seorang sahabat yang bernama Ajuj, anak dari rois (pemuka agama) di desa tersebut. Persahabatan keduanya pun tak pernah mendapat restu dari orang tua Ajuj karena menganggap bahwa Kinanthi tidak pantas untuk dijadikan teman. Semakin dilarang, semakin kuat saja persahabatan mereka. Ajuj kecillah yang menunjukkan Kinanthi tentang keberadaan Galaksi Cinta, galaksi yang terletak dibawah rasi Gubuk penceng.
Nah terus gak lama kemudian Kinanthi dijual sama orangtuanya seharga 50 kg beras (wehh.. sedih yah). Dan kehidupan yang keras pun dijalani Kinanthi setelah ia dijual orangtuanya. Mulai jadi pembantu di Bandung, kemudian jadi TKW ke riyadh, ditipu orang lalu dibawa ke Kuwaith, sampe dibawa ke Miami. Semua Kinanthi jalani dengan siksaan majikan-majikannya. Hingga akhirnya Kinanthi bisa melepaskan diri dari kekejaman nasib yang membelenggunya. Dengan kebijakan Amerika yang berbeda dengan Arab, Kinanthi lalu difasilitasi pendidikan hingga menjadi seorang profesor dan penulis buku yang namanya sangat berpengaruh di New York.

Bukan cuma itu, ada kisah cinta Kinanthi dengan Ajuj juga :D di tengah semua kesuksesannya, Kinanthi tak pernah melupakan semua yang ia alami dan tak pernah melupakan Sahabat kecilnya, Ajuj. Kinanthi yang biasanya menulis buku-buku Ilmiah akhirnya menulis novel yang terinspirasi dari perjalanan hidupnya.
Pokoknya Ajuj dan Kinanthi itu seperti sosok Romeo dan Juliet yang hidup kembali dalam spirit yang lebih agung :)

Saya paling suka salah satu kutipan dari novel ini..
" Kinanthi, bagiku Galaksi Cinta tidak akan pernah tiada. Ketika malam tak terlalu purnama lalu kau saksikan bintang-bintang membentuk rasi menurut keinginan-Nya, cari aku di Galaksi Cinta. Aku tetap akan ada disana. Tersenyumlah.. Allah mencintaimu lebih dari yang kamu perlu."
hueheheh so sweeeeeet :)

Hehehe yang penasaran mendingan baca deh :P
This entry was posted in

Sunday, 12 February 2012

Tentang Rindu

12 Februari 2012

Ketika aku menyelami hidupku dengan kesepian yang tak berbatas. Aku tak tahu sampai sedalam apa yang aku rasakan ini. Aku benar terlalu lelah untuk menanti, aku pun terlalu jenuh untuk berharap pada keindahan yang ingin kudapati. Seperti semua semu, merindu dan berharap seseorang menghapus tangisku dalam keberadaan duka ini.
Dirimu yang seketika meredup layaknya lampu temaram yang semakin pudar terlihat. Tahukah bahwa tiap harinya aku berharap dapat terus menemukanmu di lorong tiap jalan yang ku pijaki? Mendaki hidup bersama dan berpegang erat pada persahabatan kita. Entah aku yang mana itu yang tak pernah bisa memberimu bahagia yang kau ingin.
Sungguh aku lelah dan sesak di hariku yang selalu sendiri menitikkan hujan di mataku ini. Berharap katamu yang indah meski sepicik aku ingin dengar dari mulutmu, tolonglah hanya sedikit..
Tapi lagi itu hanya sebuah pengharapan yang harus buyar. Karena jelas aku tak mendapatkan itu darimu, tak ada satupun suara darimu.
Aku harap segalanya mengerti, tentang aku dan rinduku yang berharap..
This entry was posted in