Tuesday, 26 June 2012

Aitakatta

Rindu itu derita. Lihat saja, detaknya berjalan. Bukan satu-satu.
Tapi alirnya itu, brak. Salah siapa? Bahkan daun pun tak pernah membenci angin.
Tipis rasanya diam atau berdiri dengan hujan. Tapi kadang tidak kuasa karena teduh.
Akhirnya kembali lagi. Bernaung di karang yang sama. Seperti itu, masih sama. Mengulang yang tak indah.
Jadi, siapa yang dipersalahkan? Cinta pun kadang jadi benci. Karena ada logika.
Lalu, siapa yang dipersalahkan? Sedangkan lebah saja masih belum tau dimana madu pada masa depannya.
Jadi, Aitakatta. Anata ga koishi..

26 Juni 2012
This entry was posted in

0 Comment:

Post a Comment

Selamat membaca. Semoga berkenan meninggalkan komentar. ^-^