Saturday, 29 June 2013

Aku

Dalam setiap detak, ada alunan yang tidak bisa dipertemukan.
Melayang diatas awan, meranah di negeri pengantar.
Bukan aku yang hilang, karena memang tidak ada perbincangan ketiadaan.
Ini soal perkara saja
Diam
Mengeja
Terpekur
Mungkin ada lainan waktu yang membuatnya semakin berani menantang keajaiban

Ada yang menangis dalam haknya mempertahankan
Namun perihal yang nyata siapa yang dapat berkuasa
Ketika itu manusia seperti merubah dirinya menjadi pohon
Tetap atau jatuh saja lah
Manakala meranah terlihat lebih susah

Serang, 29 Juni 2013
Happy Muslimah

*Bercerita tentang kita, tentang mimpi-mimpi bulat yang kadangkala membuat kita merasa tak perlu ataupun harus, butuh menyesuaikan atau merubah arahan.
Merealisasikan asa itu tak semudah membuat harapan.
Menjadi, menjadi, menjadi, tak selamanya dapat menjadi. Tapi hadapi saja, tentu masih ada Penggegam Takdir yang akan meluarbiasakannya. Lakukan saja, tak ada salahnya. Atau jika itu berat, maka lupakan saja, tak ada yang tahu.

Momen-momen pencarian keberanian diri untuk mempertahankan sedikit keinginan. Peralihan belajar menyeimbangkan diri diatas rata-rata. Aku.
This entry was posted in

Thursday, 27 June 2013

Bermimpi Itu Menyenangkan

Mimpi ya....
Cita-cita aku banyak. Dulu, sewaktu smp aku punya cita-cita jadi psikolog. Sebenernya sih inspirasi jadi psikolog itu aku dapet dari kakak cewek aku. Waktu tes masuk perkuliahan, niatnya kakakku ambil psikolog. Kok niatnya, ya? Emang ngambil itu haha. Itupun sampe dibela-belain bimbel ke Bandung loh. Maklum lah, waktu tahun segitu, Serang masih jarang yang namanya bimbelan. Atau mungkin belum ada ya? Aku juga gak tau. Nah, waktu itu entah karena emang gak keterima atau kakak aku kecelakaan saat mau tes, cerita selanjutnya aku lupa. Itupun aku udah lahir apa belum ya waktu itu? Cerita dari mama sih ini. *eh*
Pokoknya gak jadi masuk psikologi aja, dan akhirnya jadi ambil filsafat islam.
Aku juga bingung, kenapa tiba-tiba pengen nerusin ya. Tapi emang aku hobi liatin orang dan sedikit-sedikit suka mengidentifikasi sih #elah. Yah, intinya aku cinta sama dunia psikologi.


Seiring berjalannya waktu, mimpi aku bertambah. Jadi jurnalis. Wah membayangkannya saja merasa bahagia hehe. Tapi, setelah bener-bener jadi anak kelas 3 SMA, aku malah bingung mau jadi apa. Aku anak IPA, sedangkan keinginan aku ada di jurusan IPS semua. Bingung. Akhirnya waktu itu aku memutuskan buat jadi 'Power Ranger' aja. *serius*  Ceritanya biar bisa memberantas mosnter-monster jelek gitu. Wah bahagia kayaknya. Jangan cengo ya, ketawa aja yang kenceng hahaha.


Akhirnya lagi, saat mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) aku memutuskan untuk tetep ngambil jurusan-jurusan saintek. Aku juga udah menimbang-nimbang dengan banyak baca-baca mengenai jurusan dan juga gak lupa mengukur kemampuan. Semoga apa yang aku pilih bisa tepat. Aku juga udah tawakal, apapun yang aku dapet nanti itu adalah jalan yang terbaik yang Allah kasih. Apapun itu, insya Allah aku akan berusaha melakukannya dengan maksimal.
Aku sekalian minta doanya ke mbak Arga Litha dan semua pembaca. Doain ya, mudah-mudahan aku bisa diterima di universitas yang terbaik hehe. Aamiin Ya Rabbal Alaamiin.


Sebenarnya masih ada satu cita-cita yang gak pernah pudar dari kecil, mungkin bisa dibilang itu cinta pertama aku. Haha. Dari SD, aku emang udah seneng nulis. Ya, jaman-jaman SD mulai dari nulis-nulis karangan gitu. PR nya anak SD :p tapi aku malah seneng kalo disuruh bikin karangan.
Waktu smp aku suka nulis puisi-puisi gitu. Meskipun masih jelek, amburadul, dan gak sangar haha. Tapi itu malah jadi hobi aku sampe sekarang :D bahkan bertambah jadi suka nulis prosa liris.
Alhamdulillah.. Sejauh ini aku sudah punya dua antologi puisi dan prosa liris. Yah, walaupun yang satu masih proses cetak sih hehe.


Waktu pertama kali naskah aku bisa dibukukan rasanya rada speechless gitu. Karena itu pertama kalinya juga aku nyoba ikut event-event puisi. Dan langsung lolos hehe. Alhamdulillah. Ya.. walaupun belum bisa jadi yang terbaik hehe. Sebelumnya sih, aku itu gak terlalu pede sama tulisan sendiri. Jadi gak pernah ngikut lomba-lomba gitu. Nulis ya nulis.. Paling sering nulis di blog ini :)) dinikmatin sendiri aja. hehehe.
Dan ga nyangka di antologi yang kedua, aku dapet predikat terbaik  I. Alhamdulillah lagi :')
Aku ga pernah membayangkan kalo nama aku bisa terpampang di buku, meskipun itu buku kroyokan. Kebahagiaan ya tetep kebahagiaan.. Menjadi kebanggaan sendiri. Siapa toh yang nyangka, aku aja ngga. :p


Oh iya, gak tau kenapa aku punya keinginan buat pergi ke luar negeri. Aku pengen bisa terbang ke Australia.  Entah kenapa pengen, walaupun aku gak tau bentuk Australia itu kayak gimana. (Atuh iya, lah wong belum kesana.. hihihihihi). Moga-moga aja kesampean hehehe. Aamiin.
Dan semoga aku gak pernah berhenti untuk menulis.. :)


" Que Sera Sera. Whatever will be, will be. The future's not ours to see. Que Sera Sera. What will be, will be." -Que Sera Sera


Bermimpi itu menyenangkan. Selamat bermimpi. Semangat menggapai mimpi. :)))



" Diikutsertakan dalam Giveaway Tuppy, Buku, dan Bipang di www.argalitha.blogspot.com "

*608 kata*
This entry was posted in

Thursday, 6 June 2013

Kita dan Takdir

Tanpa perlu ada aba-aba, aku tahu ini akan terjadi. Aku tahu alur ini sudah benar-benar akan habis. Aku tahu bahwa semua ini memang akan berakhir, meski belum ada satupun yang tahu apa yang akan terjadi dalam cerita terakhir.

Entah bagaimana perasaanku untuk waktu-waktu ini. Merasakan detik-detik yang semakin hambar terasa. Aku masih merasakan sesuatu itu. Tapi apakah sesuatu itu masih pantas untuk diharapkan?
Siapa yang akan tahu pada akhirnya akan seperti apa. Tokoh-tokoh yang pernah ada akan jadi apa. Kau pun tak tahu kan? Bahwa ada satu perasaan disini yang tertinggal.

Aku rasa hanya dengan menuliskannya saja ini terasa nyaman, tanpa perlu mengatakannya kepadamu. Meski diksiku terlalu amburadul dan tak sesangar pengukir-pengukir literasi berpengalaman. Tetapi, satu liris saja aku sudah bahagia menuainya. Karena ini adalah kelegaan yang mesti kupenuhi.

Mungkin saja kemarin, adalah akhir dari pencarianku. Pencarian tiap gerak-gerik itu. Meski aku tak selamanya bisa menemukanmu.
Esok, kita sudah terbangun dari tingkah-tingkah kejailan kita. Adalah dimensi perwujudan kita atas pengharapan yang diperjuangkan. Untuk siapa lagi jika bukan untuk kita sendiri.

Mimpi kita berbeda. Dan mungkin takdir kita juga berbeda. Tapi aku harap, kita tak pernah saling melupakan tali yang pernah kita bentuk di ruang-ruang sebelumnya. Ketika kita masih menjadi siswa.
Kita tahu bahwa tidak semua jalan akan menyenangkan, tapi teruslah menampakkan kerlingan tawa seperti engkau biasanya. Aku juga.

Ini bukan sepenggal lirih atau apapun. Hanya saja ini adalah momen pengabadian kita sebelum beranjak ke dunia berikutnya. Dengan akhir yang tak panjang, dengan akhir yang tak mengharukan. Aku menutupya dengan segala rasa. Semoga takdir akan berbaik hati untuk mempertemukan kita lagi, bahkan terus.
Tapi saat ini biarkan takdir menentukan jalannya. Aku akan berjalan bersama takdirku, dan kau pun akan berlanjut bersama takdirmu. Maka berbahagialah untuk waktu-waktu berikutnya. I don't wanna say goodbye to you. :)

Terimakasih untuk waktu yang pernah terlihat dari ruang tempat kita belajar bersama. Kita dan teman-teman.
This entry was posted in