Saturday, 29 June 2013

Aku

Dalam setiap detak, ada alunan yang tidak bisa dipertemukan.
Melayang diatas awan, meranah di negeri pengantar.
Bukan aku yang hilang, karena memang tidak ada perbincangan ketiadaan.
Ini soal perkara saja
Diam
Mengeja
Terpekur
Mungkin ada lainan waktu yang membuatnya semakin berani menantang keajaiban

Ada yang menangis dalam haknya mempertahankan
Namun perihal yang nyata siapa yang dapat berkuasa
Ketika itu manusia seperti merubah dirinya menjadi pohon
Tetap atau jatuh saja lah
Manakala meranah terlihat lebih susah

Serang, 29 Juni 2013
Happy Muslimah

*Bercerita tentang kita, tentang mimpi-mimpi bulat yang kadangkala membuat kita merasa tak perlu ataupun harus, butuh menyesuaikan atau merubah arahan.
Merealisasikan asa itu tak semudah membuat harapan.
Menjadi, menjadi, menjadi, tak selamanya dapat menjadi. Tapi hadapi saja, tentu masih ada Penggegam Takdir yang akan meluarbiasakannya. Lakukan saja, tak ada salahnya. Atau jika itu berat, maka lupakan saja, tak ada yang tahu.

Momen-momen pencarian keberanian diri untuk mempertahankan sedikit keinginan. Peralihan belajar menyeimbangkan diri diatas rata-rata. Aku.
This entry was posted in

9 comments:

  1. diksinya bagus. tapi aku nggak bisa nemu makna cita-cita di situ, hehehe. :D yang lebih mencolok (menurutku) masalah hidup dan perjuangan. *maklum amatir ^^

    ReplyDelete
  2. makasih komentarnya.. ^^
    tapi mungkin bener ini lebih tentang hidup ya. hehe ya begitulah, kadang saya pun tak seirama dengan makna sendiri, masih amatir juga nih :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi bener bagus lho.... Baguuusss banget.

      Delete
  3. kau pantas jd yang terbaik.. Wahai pemimpi hujan.. Happy muslimah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe aamiin kak, terimakasih :D

      Delete
  4. kamu pantas jadi yang terbaik.. Happy muslimah..

    ReplyDelete

Selamat membaca. Semoga berkenan meninggalkan komentar. ^-^