Saturday, 6 July 2013

Postingan yang Disuka dari Arga Litha

Hallo Mbak Litha. :)

Setelah menelusuri blog mbak yang padet ini dan wow sudah banyak sekali postingan yang kece-kece di blognya. Akhirnya saya menemukan beberapa postingan yang saya suka dan menekurinya dengan khusyuk sekali. Apa boleh buat karena blognya ga bisa klik kanan jadi harus mantengin lama baru deh bisa pindah ke tulisan lainnya. :D

Tulisan pertama yang saya suka adalah Terjebak dalam Prasangka. Loh awalnya saya kira mbak Litha lagi suudzan sama orang, lalu curhat hihihihi... Tapi ternyata itu tentang antologi.
Setelah membaca sebagian cerita 'Jauh Bukan Berarti Tak Sayang' yang ditulis, kalo boleh saya pengen pinjem bukunya deh. :p biar bisa baca keseluruhan cerita hehe.
Itu cerpen atau memang curahan hati ya? Pokoknya ada yang membuat saya tertarik di tulisan mbak tersebut. Apalagi tulisan itu bercerita tentang perasaan seorang anak terhadap ayahnya. Mungkin karena saya juga merasakan hal yang sama. Rasanya ingin sekali bertukar pikiran atau menerima pilihan jurusan untuk kuliah dari mulut seorang Ayah. Sayangnya, Ayah saya sudah tidak ada. Saya juga kurang tahu, nanti kelanjutan kisah si Ayah di tulisan tersebut seperti apa ya. Heheheu makanya pengen banget baca :D dan curahan-curahan hati lainnya. Kirimin antologinya ke rumah dong mba hihihi *dipecut*


Tulisan kedua yang judulnya Liburan Aneh di Bali. Wah baru baca awalnya aja saya udah ngakak. Jadi pegang KTP yang udah expired itu bikin jantung berdebar ya, hahaha. Maklum, saya masih anak 17 tahun yang baru kemaren nyempilin KTP ke dompet. :p
Enak ya, liburannya aja ke Bali. Gimana honey moon benerannya. #eh :D
Sebenernya nyasar ataupun ngalamin hal-hal aneh saat di kota orang itu emang asik walaupun rasanya bikin keder, bingung, dan cengo. :D tapi tetep menyimpan memori tersendiri. Saya juga pernah waktu pergi ke Jakarta cuma berdua. Ada tujuan tapi gak tahu lokasi tempat yang dituju. Naikin aja mobil-mobil yang lewat, sambil nanya-nanyain supirnya. Haha tapi akhirnya sampe juga  :D
Ngomong-ngomong di Bali enak ya mbak? Aku belum pernah loh kesana. Bali itu hanya kata yang seketika lewat di telinga, lalu hilang terbawa angin.


Tulisan ketiga judulnya Amal ialah Sahabat Terbaik. Ada kalimat yang saya suka. ''Dulu saya juga tidak tahu sahabat itu bagaimana. Katanya yang selalu menemani kita. Kalau yang seperti itu ada banyak! Tidak sepenuhnya ada di 'samping' saya sih, sebab saya lebih suka 'sendiri'".
Entahlah, saya pun belum benar-benar makna dari sahabat. Karena seringnya saya adalah orang yang berada di tengah-tengah persahabatan orang lain, anggap saja 'selalu' menjadi orang ketiga. Maka dari itu apakah saya ini memiliki sahabat? Saya pun belum sepenuhnya sadar dan tahu. Lagian siapa yang mau bersahabat dengan orang abstrak seperti saya? :D

''Seiring bertambahnya usia, saya menyadari bahwa sahabat sejati saya adalah amal perbuatan saya".
"Sahabat saya memang tidak bisa dipeluk saat saya sedih dan butuh 'sandaran', tetapi ia lekas membuat saya bahagia dengan sekedar mengingatnya".
Amal. Saya setuju dengan mbak Litha yang menyebutkan amal sebagai sahabat. Entah untuk apapun itu, amal akan selalu tertera di dalam diri manusia. Ketika manusia hanya sebagai peralihan duka di dunia, tetapi amal tidak berarti dalam jangka sependek itu. Amal yang membawa kita kepada kehidupan selanjutnya. Akan baik atau buruk. Layaknya kehidupan selanjutnya kita bergantung pada amal yang kita bawa.

'Bila waktu tlah memanggil, teman sejati hanyalah amal
Bila waktu tlah terhenti, teman sejati tinggallah sepi....' (Opick)


"Diikutsertakan dalam event Giveaway Novel di argalitha.blogspot.com"

*545 kata*
This entry was posted in

2 comments:

Selamat membaca. Semoga berkenan meninggalkan komentar. ^-^