Wednesday, 25 September 2013

Seulas Senyum

25 September 2013..




Aku rindu pada senyum pagi hari yang menghamburkan kelu. Bagiku, senyum itu adalah penghias jelaga. Aku bahkan takut ketika penghias itu tak nampak. Aku takut kehilangan meski hanya seperempat jam berlalu.

Aku ingin berlari mengejar. Aku ingin dapat terus mendengar.
Tapi aku hanya bisa diam. Menunggu dimana aku kembali bertemu harapan.

"...Seulas senyum menjadi sebuah tanda kebahagiaanku dalam kewujudan. Aku merasa lebih baik jika aku mati dalam hasrat dan kerinduan berbanding jika aku hidup menjemukan dan putus asa.." (Kahlil Gibran)

Saturday, 14 September 2013

Nafas Pagi

Pagi masih tersimpul di balik setiap hembusan kata. Diksi yang sudah lagi tak punya jaringan luas masih harus berputar di sekeliling yang bisa aku lagukan. Aku ingin menulis, menyebarluaskan harapan yang kadang harus aku tutup. Mengapa? Tak ada lisan seumpama menyibak semua garis darah yang ingin dituangkan. Sesekali aku melihat, bagaimana cara orang mengenal sesama untuk mengetahui lebih dekat. Lantas, apa mulut langsung bergumam mengisyaratkan yang terpendam? Tidak semua bisa bergerak sesuai alur naluri seseorang. Lalu aku pun diam, menimang apa yang harus aku lihat, dengar, dan rasakan. Padahal sekeliling seolah-olah buta terhadap manusia satu ini.
Jadi, pagi ini aku akan menghirup nafas yang seperti apa ya...


Menuai pagi dengan diksi yang masih bisa ku eja..
Serang, 14 September 2013

Wednesday, 11 September 2013

Mengapa?

"Till now, the time without you in my life was full of darkness. But ever since I've met you, my life's been like dream..." (Miracle, Super Junior)


Aku sendiri pun tidak tahu bagaimana harus menuliskannya. Menulisnya saja rasanya berat, sama beratnya seperti saat aku merindukan kalian.

Bukankah kemarin kita masih memakai seragam yang sama? Masih berkumpul di tempat yang sama? (baca: kelas). Belajar, tertawa, bercanda, bahkan makan sekalipun.
Mengapa sekarang kita tak pernah lagi menggunakan seragam itu? Seragam yang katanya kebanggaan. Mengapa? Apa karena aku sudah bosan? Kalian pun sudah bosan? Apa kita semua memang sudah bosan menggunakannya?
Mengapa seragam kita tak pernah sama lagi sekarang? Kalian menggunakan apa, aku pun menggunakan apa.

Lalu hari ini, mengapa kita tak pergi ke kantin dan makan bersama? Kalian makan siang dengan siapa hari ini? Dan Aku? Aku pun tak tahu dengan siapa aku makan.
Dan lagi, saat aku memasuki ruangan yang disebut kelas, mengapa aku tak pernah melihat kalian duduk disampingku? Mengapa suara ribut kalian pun tak pernah aku mendengarnya lagi? Apa disana kalian juga tidak melihatku?

Lalu kapan terakhir kali kita shalat bersama? Salah satu kalian menjadi imam. Aku menjadi makmum. Tapi mengapa kita tak pernah lagi shalat berjamaah bersama? Bahkan aku sekalipun tak punya lagi teman shalat berjamaah seperti kalian. Bagaimana dengan kalian?
Dan aku selalu ingin bertanya, mengapa kita tak pernah lagi melakukan hal-hal bersama? Apa kita semua sudah amnesia? Tidak ingat siapa-siapa lagi diantara kita.


Hari ini kalian memakai apa, berjalan dengan siapa, duduk di samping siapa, makan siang dengan siapa, shalat dengan siapa, belajar dengan siapa, dan berbagi dengan siapa. Hati kecilku selalu menanyakannya, meski hanya bisa kupendam sendiri. Apa kalian berpikir hal yang sama? Atau memang hanya aku yang merasakannya.

Aku rindu sebagaimana aku merindu biasanya. Aku belum bisa meninggalkan jejak, mengapa kalian terlampau pergi berjarak? :'(
Mengapa aku harus menunggu kalian disini? Mengapa pula kalian menunggu akan datangnya hari?
Mengapa kita sangat sulit bersama? Mengapa? Apa karena Tuhan bosan melihat kita bergandengan tangan?

Inikah jawaban Tuhan tentang takdir yang datang, waktu yang menua, kesempatan yang hadir, berduka dengan ruang, dan menangis karena jarak. Mungkin memang ini jawabannya.

Aku hanya berharap disini, ditempat ini, ketika kita memulai cerita, kita tak akan pernah lupa ketika kita menaruh harapan-harapan yang sama dan perjuangan yang sama. Bagaimana cara kita mendapatkannya adalah harapan baru untuk kita menjadi pribadi yang lebih baik. Ketika umur kita bertambah, bahkan ketika wajah kita semakin menua, kita tak akan sekalipun pernah melupakannya. Melupakan jejak-jejak kebersamaan dan mimi-mimpi kita bersama. Disini.. Dimanapun kita berada.

"When I first saw you, a miracle. I felt the miracle, it was you..." (Miracle, Super Junior)


"Tapi kita tetap menari, menari cuma kita yang tahu.
Jiwa ini tandu, maka duduk saja. Maka akan kita bawa semua. Karena... Kita.. Adalah.. Satu..." (Puisi Aku Ingin Bersama Selamanya)

"I feel the sky is spinning lighter before I saw you there
And I see the things are not the same again
Cause you’re here cause you’re there cause you’re everywhere..." (You Are Everywhere, Big baby Driver)



*nangis*


Serang, 11 September 2013.

Pengen Novel 'Maya Maia'

Cover 'Maya Maia'


Saya baru aja baca giveawaynya mba Annesya. Saya jadi penasaran sama buku 'Maya Maia' nya. Akhirnya saya pun mulai googling mencari sinopsis atau review dari novel ini. Dan ternyata ketemu di blognya mba Annesya hehe :D
Saya langsung baca reviewnya. Setelah itupun saya langsung tertarik pengen baca. Kenapa? Karena reviewnya bikin saya penasaran, abis mba Renny ceritain isi novel 'Maya Maia' bikin mupeng sih hehe. Jadi saya berharap mudah-mudahan bisa dapet novel 'Maya Maia' plus tanda tangan penulisnya :)

Wednesday, 4 September 2013

Antologi: Jika Jodoh Belum Kunjung Datang

Antologi: Jika Jodoh Belum Kunjung Datang

Nulis ini berasa jadi orang dewasa hahaha.
Alhamdulillah, ini antologi aku yang kelima... :)


Cover Jika Jodoh Belum Kunjung Datang

"......Meski seringkali wajah mengelabui hati para pemimpi. Itu tidak akan selalu menjadi penolong. Bagiku saja, ini rasanya berat. Teramat sepi untuk hati yang merindukan  sosok yang bisa mengubah sinar cakrawala di kala pagi. Tetapi, meski rinai-rinai bahagia sepenuhnya belum bisa kuukir. Aku masih akan menjaga jiwa yang ada ini, tanpa lagi ada kesedihan memuncak diri. Aku yakin, Allah sudah merancangnya seindah mungkin untukku bertemu jodoh impian. Jodoh terbaik untuk keabadian..." (Kutipan: Biar Waktu yang Membuatnya Indah, Happy Muslimah)



Spesifikasi buku:

Judul Buku : Jika Jodoh Belum Kunjung Datang
Penulis : Annisa Writer's

ISBN: 978-602-14327-2-5

“Tema Cinta” memang hampir selalu menarik untuk diceritakan atau dituliskan. Karena memang secara fitrah manusia dianugrahi perasaan indah ini. “Cinta” terkadang juga menjadi rasa yang dinanti, yang dirindui, seperti dalam buku ini. Ketika seseorang menantikan seseorang yang akan mencintainya, yang akan dicintainya. Ketika seseorang menantikan jodohnya, cinta sejatinya. Lalu bagaimana mengelola hati, jiwa kita dalam masa penantian ini? Haruskah bersedih atau sebaliknya tersenyum meski penantian belum kunjung datang.

Buku Jika Jodoh Belum kunjung Datang adalah buku ketiga dari para penulis Annisa, yang lahir dari Event II Annisa. Buku yang notabene tulisan ukhti ini merupakan catatan-catatan kecil namun penuh inspirasi dan makna, tentang hati-hati yang bersabar dan sepenuhnya tawwakal ketika jodoh belum kunjung datang, tentang perjuangan untuk selalu berpikir positif akan Jodoh yang belum dipertemukan, tentang pengorbanan ukhti karena ingin meraih cinta suci yang dilandasi cinta karena-Nya bahkan tentang keyakinan bahwa pasti akan indah pada waktunya.

Semuanya hadir bukan saja sebagai curahan hati-hati yang merindu “cinta”, tapi juga sebagai solusi atau cara yang ditempuh agar hati tetap tenang, ikhlas, dan bersabar.
Meski terkadang perjalanan yang ditempuh bertambah panjang, menghadirkan rasa letih dan menyisakan kekecewaan. Maka karena “Cinta-Nya” lah kita harus tetap tegar dan tetap memberikan senyuman pada setiap epsode yang kita lalui.
Dalam buku ini juga ada catatan-catatan tentang meraih Cinta-Nya, Cinta teragung dan termulia, Cinta hakiki. Bagaimana belajar mencinta-Nya meski dalam kepahitan hidup sekalipun. Juga ada catatan ukhti tentang mengegola hati agar bisa mengatasi “GALAU” yang terkadang hadir menyapa hari.

TIM PENULIS:  Husna Syifa Ubaidillah, Lela Rahmat, Mafidatul Ilmi, N. Kirana, Nurita Wahyuni, Ratna Juwita, Sabrina ShyaQar, Septi Dewi, Tika Mimosa, Ummu Fawwaaz, Uni Faqoth, Witri Prasetyo Aji, Zuhroh Astie WieAstie, Annalis Azzahra, Ardini N Wijaya, Echa, Happy Muslimah, Kunti Zakiyah, Karunia Sylviany Sambas, Revika Rachmaniar, Sri S. Ningsih, Ratna Juwita, Sabrina ShyaQar, Reni Agustini, N. Kirana, Echa, Karunia Sylviany Sambas, Desih Sukaesih, Welly Eka S

Monday, 2 September 2013

Kuliah Perdana

Hari pertama. Iya, hari ini perdana kuliah.
Bingung sih. Yang ada di pikiran kuliah itu ngapain, muka yang disebut 'dosen' itu kayak gimana, temen-temen sekelasnya begimana. Mungkin hanya sesederhana itu yang terlintas. Ah, gak tau deh. Sepertinya hari pertama masih biasa.

***

Jadwal hari ini ada tiga mata kuliah. Kebetulan ada jam pagi dimulai dari 7.30. Sebenernya dari jam 6.30 aku udah siap. Nyuci piring udah, cucian baju aku tinggal, mandi udah, sarapan belum. *eh lagi puasa*
tapi males berangkat. Takut kepagian nanti malah bengong lagi. Akhirnya baru berangkat sekitar jam 7.10, sebenernya nunggu kakak juga makanya baru berangkat ehehe. Diliat dari jam sih udah kebayang bakal telat. Aku liat jam, aku nyampe depan kampus jam 7.35. Oke, jam segitu baru nyampe gerbang. Untung ga ada boarding ya, kalo ada pasti udah dihukum sama Pak Dudung dkk. Oh iya lupa, ini bukan di MAN 2 ya. *abaikan*

Ada untungnya sih kampusnya ga gede, jadi ga mesti muter-muter sampe nyasar kayak waktu di kampus Bandung, belum cerita ya, nanti deh diceritain. Kalo di kampus ini tinggal lurus aja udah nyampe gedung yang aku tuju. Naik ke lantai dua. Jangan nyari lift disini, disini adanya tangga.
Terus udah ketemu lantai 2 ngapain? Cari ruangan. Alhamdulillah ketemu. A2.07 Agribisnis.
Tau gak? Aku udah sempet masuk loh, tapi kaget disitu gak ada siapa-siapa. Eh ada ding, ada orang. Dosen bukan ya itu? Gak tau deh -_- dengan polosnya aku keluar lagi. Sambil mikir sambil merenung. Jangan-jangan gak pada kuliah lagi... Wah. *innocent*
Karena penasaran akhirnya nengok lagi. Bener. Gak ada siapa-siapa kecuali orang yang berdiri di meja dosen sambil benerin laptop. Masa iya sih ada dosen gak ada mahasiswa? *_*

Akhirnya karena mikir 'kayaknya salah deh', aku sama oh iya temen aku, gak mau masuk lagi. Tadinya mau pergi dari situ. Tapi karena aku masih penasaran sama ruangannya, aku kembali liat jadwal *kenapa gak daritadi ya* dan ternyata... *jreng jreng jreng* bukan di A2.07 tapi A2.08 *tepok jidat*
Astagaaa -_____- happy happy.... huh.

Ruang A2.08 ada di depan ruang A2.07. Aku pun nengok kesitu dan melihat. (tuh kan mahasiswa semua, udah penuh). Pantesan sebelah kosong, wong oragnnya disini semua ahahaha geblek emang geh. Tapi lumayanlah masih ada sisa-sisa kursi di paling belakang. Dan untungnya dosen pertama belum dateng *nafas lega*

***

Sekitar jam 8 lewat (dikit) dosen pertama kelas aku dateng. Oh iya perkenalkan, aku masuk kelas C, kelas dimana orang-orang jalur akhir pada hidup. Maksudnya, semua yang ada di kelas ini, diterima lewat jalur UMB. (wah wah wah sudah mulai rasis..hoho)
Gapapa deh, biar akhir, tetep jalan.
Gimana ya anak-anaknya, dikit-dikit sih udah ada yang aku kenal bekas ospek fakultas. Aku duduk di belakang, tapi sekarang di samping kananku bukan Suly lagi, samping kiri bukan Ivan, depan juga bukan Icul. Terus siapa? Aku juga gak tau x_x

Sekarang ke dosen. Dosen biologi ini ternyata cewek. Kebetulan aku gak nyatet nama-nama dosen mata kuliahnya, jadi gak tau yang bakalan masuk itu cewek apa cowok. Biasalah, awal-awal perkenalan. Sambil mendengarkan semua keceriaan dan kejayusan penghuni kelas tersebut. Sama ngomongin kontrak belajar. Dan pelajaran pun berakhir sekitar jam 9 lewat. *keluar kelas*

***

Mata kuliah kedua (Sosiologi Umum) jam 9.30. Nah yang ini baru ruangannya di tempat tadi aku salah masuk itu wkwk.
Nunggu dosen yang kedua lama banget. Sambil ngobrol sama temen-temen di samping. Dosen belum dateng-dateng juga. Aku keluarin hp, lalu main... UNO. Sambil menyelesaikan tournament-tournament yang belum kelar. Yang lain masih ngobrol, aku asik mainin UNO.
Oke tiba-tiba udah bosen dan dosenpun belum juga dateng. Oh gini toh kuliah, tau-tau udah mau pulang aja. Dan dosen pun akhirnya datang ketika kita semua udah siap-siap mau keluar. Heheheu :D
Kali ini dosennya bapak-bapak. Masih sama, perkenalan dan kontrak belajar. Lalu berakhir jam 11.10.


***

Karena mata kuliah ketiga jaraknya agak jauh, aku milih pulang dulu ke rumah. Masih belum ada kegiatan apa-apa. Sholat, tidur, bangun. Ikut nonton drama bentar. Jam 3 sore baru berangkat. Nyampe kampus sholat asar, setelah itu baru masuk kelas. A2.09.

Yang ini lebih-lebih. Dosen bahasa Indonesia gak dateng. Makanya kita habiskan waktu untuk kenal satu sama lain di kelas itu, semuanya, tanpa terkecuali. Selesai dan Pulang.

***

Cukup kan? Begitulah cerita kuliah perdanaku. Hoamm...
Selamat datang September. Aku berharap bisa memulai semuanya dengan hati yang baik. Aamiin...


Serang, 02 September 2013.

This entry was posted in

Sunday, 1 September 2013

Melihat Kembali

Serang, 31 Agustus 2013.




Aku tak mengira, ada waktu-waktu yang tidak terduga sampai di depan mataku. Melihatnya kembali seperti sebuah kelapangan yang tadinya hampir saja habis. Andai saja jam tidak harus berputar secepat detik biasa, mungkin aku bisa melihatnya lebih lama sambil menutupi perasaan bahagia (oh tidak). Tapi sayang, kesempatan pergi terlalu cepat. Lalu berlalu dengan lagi-lagi hanya menyisakan jejak belakang. Masih sama, meskipun terlihat lebih sayu.

Terimakasih Tuhan. Belasan menit yang cukup mengagetkan dan istimewa, meski biasa :)
Terimakasih Agustus, telah menjadi penutup hari yang indah....

This entry was posted in