Wednesday, 11 September 2013

Mengapa?

"Till now, the time without you in my life was full of darkness. But ever since I've met you, my life's been like dream..." (Miracle, Super Junior)


Aku sendiri pun tidak tahu bagaimana harus menuliskannya. Menulisnya saja rasanya berat, sama beratnya seperti saat aku merindukan kalian.

Bukankah kemarin kita masih memakai seragam yang sama? Masih berkumpul di tempat yang sama? (baca: kelas). Belajar, tertawa, bercanda, bahkan makan sekalipun.
Mengapa sekarang kita tak pernah lagi menggunakan seragam itu? Seragam yang katanya kebanggaan. Mengapa? Apa karena aku sudah bosan? Kalian pun sudah bosan? Apa kita semua memang sudah bosan menggunakannya?
Mengapa seragam kita tak pernah sama lagi sekarang? Kalian menggunakan apa, aku pun menggunakan apa.

Lalu hari ini, mengapa kita tak pergi ke kantin dan makan bersama? Kalian makan siang dengan siapa hari ini? Dan Aku? Aku pun tak tahu dengan siapa aku makan.
Dan lagi, saat aku memasuki ruangan yang disebut kelas, mengapa aku tak pernah melihat kalian duduk disampingku? Mengapa suara ribut kalian pun tak pernah aku mendengarnya lagi? Apa disana kalian juga tidak melihatku?

Lalu kapan terakhir kali kita shalat bersama? Salah satu kalian menjadi imam. Aku menjadi makmum. Tapi mengapa kita tak pernah lagi shalat berjamaah bersama? Bahkan aku sekalipun tak punya lagi teman shalat berjamaah seperti kalian. Bagaimana dengan kalian?
Dan aku selalu ingin bertanya, mengapa kita tak pernah lagi melakukan hal-hal bersama? Apa kita semua sudah amnesia? Tidak ingat siapa-siapa lagi diantara kita.


Hari ini kalian memakai apa, berjalan dengan siapa, duduk di samping siapa, makan siang dengan siapa, shalat dengan siapa, belajar dengan siapa, dan berbagi dengan siapa. Hati kecilku selalu menanyakannya, meski hanya bisa kupendam sendiri. Apa kalian berpikir hal yang sama? Atau memang hanya aku yang merasakannya.

Aku rindu sebagaimana aku merindu biasanya. Aku belum bisa meninggalkan jejak, mengapa kalian terlampau pergi berjarak? :'(
Mengapa aku harus menunggu kalian disini? Mengapa pula kalian menunggu akan datangnya hari?
Mengapa kita sangat sulit bersama? Mengapa? Apa karena Tuhan bosan melihat kita bergandengan tangan?

Inikah jawaban Tuhan tentang takdir yang datang, waktu yang menua, kesempatan yang hadir, berduka dengan ruang, dan menangis karena jarak. Mungkin memang ini jawabannya.

Aku hanya berharap disini, ditempat ini, ketika kita memulai cerita, kita tak akan pernah lupa ketika kita menaruh harapan-harapan yang sama dan perjuangan yang sama. Bagaimana cara kita mendapatkannya adalah harapan baru untuk kita menjadi pribadi yang lebih baik. Ketika umur kita bertambah, bahkan ketika wajah kita semakin menua, kita tak akan sekalipun pernah melupakannya. Melupakan jejak-jejak kebersamaan dan mimi-mimpi kita bersama. Disini.. Dimanapun kita berada.

"When I first saw you, a miracle. I felt the miracle, it was you..." (Miracle, Super Junior)


"Tapi kita tetap menari, menari cuma kita yang tahu.
Jiwa ini tandu, maka duduk saja. Maka akan kita bawa semua. Karena... Kita.. Adalah.. Satu..." (Puisi Aku Ingin Bersama Selamanya)

"I feel the sky is spinning lighter before I saw you there
And I see the things are not the same again
Cause you’re here cause you’re there cause you’re everywhere..." (You Are Everywhere, Big baby Driver)



*nangis*


Serang, 11 September 2013.

8 comments:

  1. Makin menggebu gebu untuk pulang :-(((((((((((

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nanti juga pulang kalo udah waktunya.. :^) *pura2 menunggu dengan sabar* ehehehe cie ciee :D

      Delete
  2. happy, :'(
    bener banget ..
    "Apa kalian berpikir hal yang sama? Atau memang hanya aku yang merasakannya."
    kata yang paling pas buat ngegambarin semuanya..
    :"(
    :T_T:

    ReplyDelete

Selamat membaca. Semoga berkenan meninggalkan komentar. ^-^