Tuesday, 10 December 2013

Surat Pengantar Rindu

Teruntuk penghuni ruang belakang......


Apa kabar?
Fajar belum beranjak dari tempat persinggahan. Ia masih senang menyongsong pagi ini dengan lembut. Bagaimana denganmu? Masihkah berkutat dengan perjuangan?

Ini adalah Desember yang kaku bagiku. Jelas jauh artinya dengan banyaknya sesuatu yang kau dapat dan lakukan selama ini. Aku malu pada diriku. Aku juga malu jika nanti kita bertemu. Aku merasa seperti seekor semut yang sangat kecil. Sedang dirimu? Aku tahu kau akan dengan gagahnya tersipu. Karena semua mengagumimu....

Tapi aku tak mau melewati waktu yang tidak lama lagi akan datang menyapa. Melewati waktu yang sudah lama kutunggu rasanya hal yang bodoh. Hmm... Seharusnya, menunggumu datang adalah sebuah perasaan yang mestinya dapat terlewati. Hanya saja jalan ini terlalu susah untuk membuat aku menjadi alpa. Padahal sudah sekeras mungkin aku cuci imajiku agar setidaknya namamu tak sering  muncul disini. Tapi tetap saja wangimu masih terasa.
Sekeras-kerasnya aku mencoba membuat sesuatu itu biar pergi berlalu, sekeras itu juga syaitan membisikiku akan halnya dirimu. Huft, rasanya ini menyebalkan :(
Otakku terpaku pada yang seharusnya tak aku pikirkan.


Tapi aku ingin, ingin sekali melihatmu. Meski itu dari jarak yang sangat jauh.....
"Aku harus menyibukkan diri. Membunuh dengan tega setiap kali kerinduan itu muncul. Ya Tuhan, berat sekali melakukannya..... Sungguh berat, karena itu berarti aku harus menikam hatiku setiap detik." -- Tere Liye, novel 'Sunset Bersama Rosie'

Serang, 10 Desember 2013.
This entry was posted in

Monday, 2 December 2013

Nafas Malam



Nafas malam ini terikat pada sudut rindu yang sudah lama kutelaah. Larinya kemana, yang mengerti hanya udara yang bermain sebagai penghantar ikatan. Tapi tali itu putus, sudah sangat lama. Semenjak klise sudah sangat bertuan.

Suaraku menunggu, tergugu dalam keinginan menatap. Mungkin di suatu kota yang berjarak orang-orang mulai berlalu-lalang memutar kenangan. Mungkin juga ada yang sudah lupa. Lupa pada kilas wajah yang menunggu disini, terhimpit pada sesak dan pasrah. Bisa jadi.

Serang, 02 Desember 2013; 21:48
This entry was posted in

Sunday, 1 December 2013

Antologi: AYAH; Dalam Memoriku #1

Antologi bersama keenam.


Cover: AYAH; Dalam Memoriku #1

Spesifikasi Buku:

Judul: AYAH; Dalam Memoriku #1
Penulis: Ocha Thalib, Risty Arvel, Reeva Thalib, Nenny Makmun, dkk
Penyuting: Risty Arvel dan Kinanthi Laras
Ilustrasi Sampul: 3.bp.blogspot.com
Pewajah Sampul: de A media kreatif
Penata Letak Isi: de A media kreatif
ISBN: 978-602-1203-06-4

Kontributor Lain:

Ukhti Nabilah Hurin | Qomariyah Cietie | Diantie NR | Santi Sumiati | Dyah ISRaharjo Puput Tryas Sulistyaningrum | Radytha Puzpha | Abdul Latif | Hanum Wahyu Wibisono Iin Mutmainnah | Ruth Nirmala Giardani | Putri Ayu Wulansari | Siti Fatonah | Annisa Reefa Wulandari | Joy Suryana | Marseli Junita | Kurnia Mahmud | Rela Sabtiana | Joeya | Winda Rahma | Citra Ardliati | Ma'aridjul Qudsiyah | Irna Novia Damayanti | Adjie TS Baruwati | Dian Rahmawati | Ihdina Sabili | Azzura Grasia | Aditha Didiet Prawatyo | Dita Ayu Maharani | Aifia A. Rahmah | Istiana Manek | Rosiana Febriyanti | Bilqis Anisah | Evi Sudarwanto | Zulfa Az-zahra | Ivo Ardianti | Khanza Aliffia SP | Asni. A.S | Meti Topyah | Happy Hawra | Anisa Sholihat | Novy Noorhayati Syahfida | Sheevie Shenobu.


01-12-2013