Masih sanggup kucium jejakmu

Di antara tempat yang cukup lama tak membelaku
Kemarin aku harap sudah tidak ada bisu
Ketika aku berjalan, sedang tatapanmu masih sama
Seperti tak pernah ada harapan untuk ‘kita’
Aku kembali melewatkanmu begitu saja
Untuk sejuta kesempatan yang mestinya aku sendiri tahu
Membiarkanmu pergi
Sama dengan membiarkan puisi yang ‘tak pernah sampai
Mungkinkah ‘kita’ hanya remaja yang kurang mengerti?
Barangkali kenangan ini sudah harus kurapikan
Sebagai bait-bait kata yang ‘tak pantas dibaca
MAN 2 Kota Serang, 1 Februari 2014