Thursday, 4 December 2014

Jiwa Ini Tandu

Sumber gambar
Langit begitu sendu malam ini. Bintang juga tak mau nampak. Malu-malu ia enggan memperlihatkan hatinya.

Malam ini dadaku bertabuh. Ada bulir-bulir kalimat yang ingin terserap namun tak mampu dibaca siapapun.


Karena setiap kata adalah kelu.


Mungkin ada yang dapat keluar dari lidah ini, ketika sesak sudah tak lagi tertahan. Diri saja sudah tak sanggup merasa, apalagi yang lain, mana pula mereka tahu. Bicara saja aku tak pernah. Terlebih kepadamu.

Benar, bagaimana bisa ada anggukan ketika keyakinan bersuara hilang. Hancur bahkan sebelum ia hendak melebur.


Sebab jiwa ini tandu.


Maka, jangan lihat aku yang menunduk malu. Pergilah, kembali setelah aku berani.

Jangan pula menatapku terlalu lama. Pergi saja, atur waktumu yang masih indah.


Tapi boleh jadi,

Bila kau memilih tetap di sana dan menunggu, maka biarkan senyummu menjadi penawar gelisahku.


Lalu aku akan meyakinkan diriku dan berhenti melupakanmu.


Sungguh.

~
This entry was posted in