Saturday, 31 January 2015

Ada yang Ingin Kusampaikan Padamu


Ada yang ingin kutanyakan pada daun gugur yang terbang.

Mengapa ia memilih jatuh? Mengapa tak diam saja di tempatnya, bukankah daun-daun lain sudah begitu baik menemaninya? Apa mungkin ia bosan menjuntai di atas pepohonan dan ingin sesekali menikmati angin membawanya bersama debu dan tanah? Tidak. Maksudku bukan sesekali, sebab itu tak akan mungkin. Daun yang telah gugur dan jatuh tidak akan pernah bisa ke tempatnya lagi. Tidak akan. Meski ia meminta kepada Tuhan untuk dikembalikan.

Lalu, apa tujuan Tuhan menggugurkannya? Mungkinkah karena waktu? Ah, lagi-lagi waktu. Ternyata ia begitu berisik, sampai-sampai daunpun ia maki untuk berhenti hidup. Menyebalkan. Seperti kamu yang masih diam.


Ada yang ingin kutanyakan pada laut luas yang diciptakan Tuhan.

Bagaimana cara agar hatiku bisa seluas laut itu? Selapang ia menciptakan keindahan pada mata manusia yang memandang. Ombak-ombak yang kagum kepadanya membuat ia seringkali ikut menemani. Menari hingga lelah dan tak tahu lagi harus melakukan apa.
Bagaimana caranya agar aku bisa seperti itu? Melapangkan hati tanpa harus berpikir lagi untuk memendam benci. Tanpa harus sedih melihat kebahagiaan yang diciptakan Tuhan untuk orang lain. Bukankah Tuhan juga pasti akan mengirimkan kebahagiaan untukku? Ya, aku tahu. Hanya saja aku sering berpura-pura tidak tahu.

Bagaimana aku bisa meluaskan hatiku? Menggenggam kekuatan di tiap-tiap kelemahan. Semisal aku yang suatu saat nanti harus merelakanmu pergi, jika ternyata tidak ada takdir di antara kita berdua. Jika ternyata kita dihadapkan pada pilihan lain selain diri kita. Kamu bukan yang terbaik untukku. Dan aku juga bukan yang terbaik untuk menemanimu.
Bagaimana cara aku bisa menata hatiku kembali, jika suatu saat itu benar-benar terjadi?

Bagaimana laut mengusir karam dari dirinya?


Ada lagi yang ingin kutanyakan. Tapi pertanyaan ini kutujukan khusus untukmu.

Menurutmu, rindu itu seperti apa? Seperti pelangi di antara hujan dan panas? Atau seperti rerumputan yang bergoyang lembut? Lalu, seperti apa diriku di dalam doamu? Pernahkah kamu  mendoakanku barang sekali?

Pernahkah dalam beberapa malam, kamu menghabiskan waktu sendirian. Menikmati angin yang menyelimutimu dengan kedinginan. Menghempas perasaanmu yang dalam. Adakah dalam malam-malam  itu, kamu memegang gitar lalu menyanyikan lagu yang ingin kamu persembahkan untukku? Dan kamu ingin  menyampaikannya pada langit. Sebab, kamu berpikir barangkali akupun tengah menatap bintang di langit itu.

Jadi, apakah kamu pernah merindukanku?


Ada yang ingin kusampaikan padamu.

Tentang rindu.
Kerinduan melihat sikap yang memenjarakan diriku begitu lama. Merindukan menatap mata yang sanggup membuatku jatuh cinta, layaknya aku mengagumi puisi. Tentang semua rindu yang belum mampu kusampaikan.

Tentang menunggu.
Menunggu aku yang masih menunggumu. Menunggu kamu memberanikan diri untuk sekedar menyapa... sedikit saja. Setelah itu aku tak akan lagi khawatir menunggu orang yang sia-sia. Menunggulah untuk yang pasti datang, bukan yang pasti tidak datang.
Bukankah begitu?


Jadi kapan mau menyapaku?

^^

31 Januari 2015. Ditulis saat fajar pagi hendak pergi.
This entry was posted in

Tuesday, 20 January 2015

Mengejar-ngejar Mimpi #1Day1Dream



Setelah semua mimpi yang kutulis. Inilah mimpi dari semua mimpi.

Ya. Mengejar-ngejar mimpi.

Seperti yang dikatakan oleh Pak Dedi Padiku, bahwa mimpi itu harus diraih bukan dihadiahkan.

Semoga semangat saya bisa sebesar beliau dalam mengejar-ngejar mimpi.


Selamat mengejar-ngejar mimpi!

#1Day1Dream hari kedua puluh


Monday, 19 January 2015

Sunday, 18 January 2015

Melepaskan #1Day1Dream

Sumber gambar

Kali ini, aku ingin menulis satu mimpi. Yang mau tidak mau, suka tidak suka, harus dilakukan. Barangkali setelah itu aku benar-benar bisa mengerti diri sendiri. Memahami satu persatu manusia yang tinggal di sampingku. Dan merasakan betapa dunia begitu ajaib.


Sebab itu aku ingin melepas. Melepaskan apa yang patut kulepas. Itu saja.

Lepaskanlah, maka semoga yang lebih baik akan datang.
Lepaskanlah, maka semoga suasana hati akan lebih ringan.
Lepaskanlah, maka semoga kita menyadari tidak ada sesuatu yang sesungguhnya kita miliki. — Tere Liye

#1Day1Dream hari ke-delapan belas


Saturday, 17 January 2015

Friday, 16 January 2015

Rak Buku #1Day1Dream

Sumber gambar

Pengen punya rak buku sendiri.

Dari sejak kecil saya sudah suka baca buku. Semua buku-buku yang kakak saya punya saya baca. Mau itu fiksi atau nonfiksi. Bahkan buku tentang filsafat pun saya baca. Padahal masih kecil dan nggak paham. Selain novel, saya juga suka dengan buku yang berbau psikologi. Mungkin itu salah satu mengapa saya ingin menjadi seorang psikolog. Dulu. Sekarang saya sudah berada di kenyataan yang berbeda, hehe.

Entahlah, sudah berapa banyak buku yang saya sudah baca sejak kecil. Sampai-sampai buku-buku yang ada di rumah punya ruangannya sendiri. Tapi, sejak dulu, buku-buku yang saya baca semuanya milik kakak saya. Ketika kakak ipar saya yang suka baca juga, setiap kali punya buku baru, saya pasti pinjam untuk baca. Saya nggak pernah beli buku. Barangkali, punya buku pun karena dikasih. Begitulah untungnya punya kakak-kakak yang suka baca. Sama seperti suka drama korea. Sepertinya, sekeluarga punya selera yang sama.

Tapi, setelah saya besar, saya mulai nabung untuk beli buku sendiri. Biasanya di buku-buku yang saya baca terdapat nama kakak saya sebagai pemiliknya. Kali ini, buku yang saya baca pemiliknya adalah diri saya sendiri. Dan rasanya lebih menyenangkan saja.

Maka dari itu, dengan semakin bertambahnya buku yang saya punya, saya berkeinginan punya rak buku. Rak buku yang ada di rumah sudah terlalu penuh. Jadi, selama ini saya menyimpan buku-buku yang saya punya di dalam lemari plastik yang memang sengaja saya kosongkan untuk menampung buku-buku tersebut. Kadang, saya suka berkhayal punya rak buku yang besar dan buku-buku yang banyak. Ah!

Semoga terwujud.

#1Day1Dream hari keenambelas

Thursday, 15 January 2015

Azhar Nurun Ala #1Day1Dream

Sumber gambar

Kak Azhar Nurun Ala. Lahir di Lampung Tengah, 16 Maret 1993. Penulis yang sudah mengeluarkan tiga buku tersebut telah menikah pada tanggal 9 Maret 2014. Buku-buku yang sudah Kak Azhar terbitkan, yaitu: Ja(t)uh, Tuhan Maha Romantis, dan Seribu Wajah Ayah. Dua dari tiga buku tersebut sudah saya miliki. Dan kesemua bukunya diterbitkan dengan self publishing.

Setiap buku yang beliau terbitkan mampu membuat orang lain tertarik untuk membelinya. Terlebih, orang yang sudah lama membaca karya tulisan kak Azhar di blognya. Termasuk saya sendiri. Sekitar tahun 2013 saya mengenal beliau lewat blognya tersebut. Dan saya langsung jatuh cinta dengan beliau, eh maksudnya dengan tulisan-tulisan beliau, hehe. Sebab, ketika saya membaca tulisan-tulisan kak Azhar, saya seperti sedang bercermin. Karena seringkali yang beliau tulis adalah kenyataan yang mungkin dan memang sedang saya alami. Sehingga saya benar-benar merasakan setiap kalimat yang beliau tulis. Puitis dan ajaib. Menyesakkan sekaligus mampu menciptakan setiap rindu dengan baik. Barangkali karena itu, saya menjadikan beliau sebagai salah satu inspirasi saya dalam menulis.


Sumber gambar
Kak Azhar dan Istrinya, Kak Vidia Nuarista
Tadinya, waktu tahu kak Azhar mau nikah, saya sedikit merasakan patah hati. Tapi, karena saya lihat calon istrinya cantik dan sepertinya baik serta shalihah, jadi saya ikhlaskan saja. Hahahaha
Mereka romantis. Apalagi kalau lihat foto-foto di instagram beliau. Beuh, bikin ngiri! :p


Sumber gambar

Beberapa tulisan favorit dalam Ja(t)uh:

"Berhenti di sana. Jangan lagi kamu berjalan meski pelan-pelan. Aku takut ketika kamu jatuh, tanganku belum siap di sana untuk menangkapmu. Jadi tunggu dulu. Jarak dicipta, tiada lain agar ia punya makna. Maka stop. Berhentilah di sana. Adanya rasa bukan untuk diterka, jadi biarlah ia tetap indah sebagai sesuatu yang tidak disangka. Suka tidak suka."

“Kamu ingin tahu bagaimana rasanya seketika lupa cara bicara? Jadilah aku, lalu temui dirimu. Esok, lusa, atau kapanpun kamu bersedia. Maka kamu akan merasakan getar-getar itu: gempa bumi pribadi yang membuat jiwamu seolah luluh tanpa daya.”

"Menjauh untuk menjaga. Kau tahu, sejujurnya aku benci konsep itu."

"Dalam hidup, yang berhak jatuh hanya hati." 


Beberapa favorit dalam Tuhan Maha Romantis:

"Barangkali karena sebagian kebahagiaan tak bisa diulang, kita menjadi pecinta rekaman, pengagum kenangan. Barangkali karena kita tak punya kuasa memaku waktu, kita mengenang keindahan yang kita jumpai dalam gambar-gambar, dalam kata-kata - rentetan aksara yang bisa kapan saja kita baca. Maka jangan salahkan siapa-siapa bila diam-diam aku menyimpan gambarmu. Jangan salahkan siapa-siapa bila terlalu banyak sirat namamu dalam puisi-puisiku." 

"Hadirmu memanggil kembali ingatan-ingatan lamaku tentangmu. Tentang rasa jatuh cinta luar biasa yang pernah—dan sejujurnya masih—membuncah di dalam dada."

"Kita apa adanya, dan bersepakat untuk membiarkan luka ini sembuh dengan sendirinya—bersama waktu, dalam penantian yang lugu." 

"Seberapa yakin kamu bisa menjaga, merawat dan menumbuhkan seseorang menuju derajat kehidupan yang lebih tinggi, sebesar itulah cintamu padanya. Cinta, pada awalnya adalah keyakinan. Namun, ia lumpuh tanpa diikuti dengan kemampuan."

"Ketika ekspresi rindu adalah doa, tak ada cinta yang tak mulia."

Adapula lagu Tuhan Maha Romantis, yang kini menjadi salah satu lagu kesukaan saya. (:

Selamat menulis, semoga bermanfaat.


#1Day1Dream hari kelima belas...

Wednesday, 14 January 2015

Ifa Avianty #1Day1Dream

Sumber gambar

Penulis kelahiran Jakarta tersebut adalah anak sulung dari empat saudaranya. Beliau sudah mulai menulis sejak kelas 3 SD yang pada saat itu berhasil membuat komik untuk diri sendiri. Baru kelas 3 SD aja Ibu Ifa ini sudah hebat ya.

Saya suka banget cara menulis beliau. Gaul tapi tetep kharismatik. Semua tulisan beliau bisa bikin saya ketawa, terus nangis, terus ketawa lagi. Kalau lagi bagian kocak, kocak banget. Kalau lagi bagian mengharukan, bikin sesak nafas. Iya, soalnya selain air mata yang berjatuhan, dada juga rasanya sakit karena tulisannya menusuk hati. Beneran, saya nggak bohong. Kalau nggak percaya, baca buku-buku beliau. Dijamin bikin nagih.

Buku-buku beliau yang sudah saya baca:

Strawberry Shortcake, Facebook On Love, Facebook On Love 2, Friendloveship, Love-Affair-& The Reunion. Nggak tahu sih apalagi. Soalnya beliau juga suka nulis antologi bareng penulis-penulis terkenal lainnya, kayak Tasaro GK (yang kemarin saya tulis) dan lain-lain. Saya juga pernah baca beberapa tulisan dalam antologi bersamanya, cuma lupa apa aja.

Saya kalau punya uang banyak, kepingin beli semua buku beliau. Semua buku beliau yang saya baca itu hasil minjem dan nemu ebooknya :D

Kata-kata beliau yang bisa dijadikan inspirasi dan motivasi:

Bagi saya, setiap hari harus terisi dengan banyak hal positif. Rugi banget rasanya kalau hanya diisi dengan nonton infotainment atau sinetron.
Ya, beginilah saya yang masih terus belajar dan nggak tahu kapan selesainya. Rasanya makin lama ilmu yang saya miliki ini masih jauh dari apa yang seharusnya dimiliki seorang muslimah.
Jalan masih panjang. Cita-cita duniawi saya hanya ingin dikenang anak dan suami saya sebagai ibu dan istri yang membanggakan. Hehehe…

Oh iya, beliau juga yang bikin saya tahu tentang alter ego. Soalnya beliau punya alter ego. Terus bikin saya mikir, jangan-jangan saya juga punya alter ego -.-
Yang mau tahu tentang apa itu alter ego bisa cari di google, banyak yang bisa kalian temukan di sana.

Kalau mau tahu lebih lanjut tentang Ibu Ifa Avianty, bisa ke sini 

Semoga bermanfaat.

#1Day1Dream hari keempat belas

Tuesday, 13 January 2015

Tasaro GK #1Day1Dream

Sumber gambar
Tasaro GK.

Nama Tasaro adalah akronim dari nama lengkap beliau, yaitu Taufik Saptoto Rohadi. Sedangkan GK, diambil dari tempat kelahirannya yaitu Gunung Kidul.

Pertama kali mengenal nama beliau ketika saya membaca buku Niburu dan Kesatria Atlantis, di mana buku tersebut merupakan buku aksi fantasi atlantis pertama di Indonesia. Recommended banget buat dibaca. Nggak bakal nyesel deh. Seru, keren, menegangkan, membuat penasaran. Saingannya Harry Potter nih. Daebak!

Sumber gambar

Bagiku tidak ada kata menyerah. Bahkan hingga seluruh kata telah diangkat dari bumi.



Buku kedua yang saya baca adalah Galaksi Kinanthi. Buku yan menurut saya sangat haru dan romantis. Tentang perjalanan hidup seorang Kinanthi dan kisah cintanya dengan teman kecilnya Ajuj. Buku ini juga recommended buat dibaca.


Sumber gambar

Bagiku, Galaksi Cinta tidak akan pernah tiada. Ketika malam tak terlalu purnama, lalu kau saksikan bintang-bintang membentuk rasi menurut kehendak-Nya, cari aku di Galaksi Cinta. Aku tetap akan ada disana. 
Suatu saat, mencintai adalah memutar hari tanpa seseorang yang engkau cintai. Sebab, dengan atau tanpa seseorang yang kamu kasihi, hidup harus tetap dijalani.
Dalam kehidupan nyata, kebersatuan cinta tidak selalu berarti dua keinginan saling memiliki bertemu pada satu titik. Bahkan, terkadang dua orang yang saling mengasihi sepenuh hati, saling menjaga dalam keterpisahan. Ketidakbersamaan.
Tersenyumlah... Allah mencintaimu lebih dari yang kamu perlu.

Dan yang ini buku ketiga beliau yang saya baca.

Sumber gambar

Buku tersebut bercerita tentang kehidupan Nabi Muhammad SAW dan seorang laki-laki Persia yang bernama Kashva. Saya suka buku ini, karena meskipun menceritakan tentang sejarah Islam tetapi disuguhkan dalam bentuk novel, sehingga tidak membosankan. Bahkan membaca buku ini membuat saya bisa lebih mengingat sosok-sosok sahabat nabi dan kisah mereka ketimbang ketika saya membaca buku pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam -_-
Buku ini juga recommended ^^

...mencintai itu, kadang mengumpulkan segala tabiat menyebalkan dari seseorang yang engkau cintai, memakinya, merasa tak sanggu lagi menjadi yang terbaik untuk dirinya, dan berpikir tak ada lagi jalan kembali, tapi tetap saja engkau tak sanggup benar-benar meninggalkannya.

Sebenarnya ada dua buku beliau lain yang saya sudah dan belum selesai saya baca. Yang satu adalah Rindu Purnama, ditulis duet dengan Ahmad Fuadi. Dan yang satunya, Kau Gila Maka Kucinta, tetapi belum selesai saya baca.


Dan masih banyak lagi buku beliau yang sudah diterbitkan. Lagi-lagi saya ingin 'berkode', belikan buku beliau yang belum saya punya ya, hahaha :D (ini bukan kode tapi minta)


Selain karena tulisan yang keren dan lagi-lagi romantis, alasan saya menyukai beliau adalah karena beliau itu... ganteng :D

Sumber gambar

Sumber gambar

Sumber gambar

Sumber gambar


Ah! Semoga suatu saat bisa bertemu.
(:

#1Day1Dream hariketigabelas

Monday, 12 January 2015

Om TL #1Day1Dream

Sumber gambar


Ada yang tahu, Om TL itu siapa? Maksud dari Om TL ini bukan berarti Om Timeline ya. Masa nggak tahu, sih? Kira-kira penulis yang punya inisial TL siapa coba?

Oke, saya kasih tau, ya.

Om TL yang saya maksud adalah... Tere Liye.

Ah, siapa sih, yang nggak tahu Tere Liye?
Bagi yang belum tahu, wajib banget deh cari tahu buku-bukunya. Buku-buku beliau itu menghipnotis, beneran deh. Ketika ceritanya sedih, saya nangis. Ketika ceritanya lucu, saya ketawa. Ketika ceritanya bikin galau, saya jadi galau... segalau-galaunya. Serius.
Saya kagum dengan beliau karena nggak semua penulis ketika menulis 'rasa' dari sebuah cerita bisa membuat pembaca benar-benar merasakan hal yang sama. Tapi, beliau selalu berhasil membuat pembacanya terkesima.


Buku-buku Tere Liye yang sudah diterbitkan:

1. RINDU

2. DIKATAKAN ATAU TIDAK DIKATAKAN, ITU TETAP CINTA

3. BUMI

4. AMELIA 

5. ELIANA

6. PUKAT

7. BURLIAN

8. NEGERI DI UJUNG TANDUK

9. SEPOTONG HATI YANG BARU

10. NEGERI PARA BEDEBAH

11. BERJUTA RASANYA

12. KAU, AKU & SEPUCUK ANGPAU MERAH

13. SUNSET BERSAMA ROSIE

14. KISAH SANG PENANDAI

15. AYAHKU (BUKAN) PEMBOHONG

16. DAUN YANG JATUH TAK PERNAH MEMBENCI ANGIN

17. HAFALAN SHALAT DELISA

18. MOGA BUNDA DISAYANG ALLAH

19. BIDADARI-BIDADARI SURGA

20. REMBULAN TENGGELAM DI WAJAHMU


Dari semua buku beliau, ada sembilan buku yang sudah saya baca. Rembulan Tenggelam di Wajahmu, Bidadari-bidadari Surga, Hafalan Shalat Delisa, Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin, Kisah Sang Penandai, Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah, Berjuta Rasanya, Sepotong Hati yang Baru, dan Rindu.

Untuk yang mau kasih saya hadiah buku Tere Liye, maka kasihlah buku yang belum saya baca :p
(pede dikit, kali aja beneran ada yang mau ngasih)

Setahu saya, ada tiga buku yang sudah diangkat ke layar lebar, yaitu Hafalan Shalat Delisa, Bidadari-bidadari Surga, dan Moga Bunda Disayang Allah.


Dari semua buku yang sudah saya baca, rasanya susah sekali menemukan profil beliau. Buku pertama yang saya baca adalah Hafalan Shalat Delisa, ketika saya masih SMP. Dulu, setelah membaca buku tersebut saya tidak menemukan apapun mengenai penulisnya. Hanya ada nama penulis di depan cover bukunya. Dan saya mengiranya Tere Liye adalah seorang perempuan. Tetapi, setelah saya besar (SMA), saya baru tahu kalau Tere Liye adalah seorang laki-laki, hahaha. Begitulah, karena terlalu jarangnya biodata mengenai beliau. Sepertinya om TL ini tidak terlalu ingin mempublikasikan tentang kehidupannya. Tapi, meskipun begitu, penggemarnya tetap banyak. Saya juga salah satu orang yang suka membaca status-status beliau di Pages Facebook.

Beberapa kutipan tulisan om TL:

Bekerja keras dan selalu merasa cukup, mencintai, berbuat baik dan selalu berbagi, senantiasa bersyukur serta berterima kasih, maka kebahagiaan sudah berada di genggaman kita.

Akan selalu ada laki-laki yang baik-baik untuk wanita yang terus berusaha memperbaiki dirinya. Juga, akan selalu ada, wanita yang baik-baik untuk laki-laki yang selalu berusaha memperbaiki dirinya. Jangan ragu mengambil prinsip hidup.

Tidak ada yang kebetulan di muka bumi. Semua adalah skenario Tuhan, pemilik rencana paling sempurna. Dengan meyakini semua adalah skenario dari Tuhan, kita bisa menerima kejadian apapun dengan lapang dada sambil terus memperbaiki diri, agar tibalah skenario yang lebih baik lagi. 
SAJAK MENJAGAMU 
Akan kurawat kau dalam diam
Agar tumbuh besar penuh pemahaman
Akan kurawat kau dalam hening
Agar tumbuh tinggi penuh kesabaran
Akan kurawat kau dalam senyap
Agar tumbuh kokoh penuh keihklasan
Sungguh akan kurawat kau
Agar tidak ada yang menyakitinya
Pun kalau memang harus disakiti
Kau dan aku tahu apa yang terbaik dilakukan
Pun kalaumemang harus gugur daunnya
Kau dan aku tahu besok lusa akan kembali rindang
Akan kurawat kau dengan baik
Duhai ‘perasaanku’
Agar kita bisa melewati semua kisah
Cerita sedih maupun gembira
Karena kau adalah milikku satu-satunya
Dan setiap orang memiliki “perasaannya” masing-masing.
Kan kujaga ‘perasaanku’ sebaik-baiknya. 

Semoga beliau semakin sukses dalam berkarya. Dan semoga saya bisa menulis sehebat beliau. Aamiin ^^

Selamat malam.

#1Day1Dream hari kedua belas...

Sunday, 11 January 2015

Dee Action #1Day1Dream

Sumber gambar

Pertama mengenal mbak Dee adalah seorang penulis ketika saya SMA. Sebelumnya, mbak Dee atau Dewi Lestari yang saya kenal adalah seorang penyanyi sekaligus istri dari Marcell Siahaan, seorang penyanyi juga. Saya mengetahui bahwa ternyata beliau adalah seorang penulis juga lewat buku pertamanya yang cukup populer mendobrak dunia sastra di Indonesia, yaitu Supernova: Kesatria, Puteri, dan Bintang Jatuh, yang pada tahu 2014 kemarin filmnya mulai muncul di bioskop-bioskop tanah air.

Menurut saya, buku yang bergenre scince fiction tersebut termasuk buku yang keren, meskipun di beberapa partnya banyak yang susah saya pahami karena terlalu ilmiah untuk dicerna oleh otak saya yang masih anak SMA polos dulu, hehe. Tapi saya suka, meskipun ilmiah tapi tetap romantis.

Berlanjut pada buku kedua beliau yang saya baca, yaitu "Perahu Kertas."
Keinginan membaca buku tersebut ketika saya melihat sebuah iklan film yang akan tayang di bioskop, ya Perahu Kertas itu. Melihat Official Traillernya di youtobe saja membuat saya tertarik ingin menonton. Setelah saya cari tahu ternyata film tersebut diadaptasi dari novel karya mbak Dee beberapa tahun silam. Mulailah saya cari-cari tahu tentang buku tersebut. Dan yang bikin bahagia, saya menemukan ebooknya di internet. Tanpa pikir panjang, langsung saja saya eksekusi buku tersebut.

Kalian tahu apa yang saya rasakan setelah membaca buku tersebut?

Gila!

Mbak Dee gila!

Bikin saya jadi gila!

Kalian tahu, saya nggak peduli meski mata saya perih, punggung saya lelah, kepala saya pusing, hingga perut saya mual-mual karena terlalu lama duduk di depan layar netbook untuk baca Perahu Kertas. Saya nggak peduli semua itu karena saya nggak bisa berhenti membacanya :(
Saya begitu mencintai tokoh-tokoh yang ada di dalamnya. Kugy, Keenan, dan Remi.
'Radar Neptunus', 'Agen Neptunus', dan isi cerita yang nggak pernah saya lupa. Membaca berkali-kalipun nggak membuat saya jadi bosan.

Dari novel Perahu Kertas tersebut saya benar-benar menemukan kecintaan terhadap karya-karya beliau. Sebab saya begitu menyukai bagaimana beliau menuturkan kalimat demi kalimat, menyampaikannya dengan bahasa yang begitu menjiwai. Mbak Dee adalah seorang penulis yang nyentrik tetapi memiliki romantisme yang tinggi.

Menyusul Filosofi Kopi, Rectoverso, dan Madre yang kemudian saya baca.
Dari ketiga buku tersebut saya belajar bahwa sebuah karya tidak harus terkungkung oleh bentuk. Dulu, saya kira sebuah karya yang paling ternilai adalah novel. Ternyata tidak. Menurut beliau, idelah yang menentukan bentuk. Ada ide yang cukup diungkapkan lewat puisi, tapi ada juga ide yang perlu ruang lebih lebar seperti novel. Dan ketiga buku omnibook tersebut tak kalah romantis dan keren dengan novel-novel yang beliau buat. Bikin saya tambah jatuh cinta dengan karya-karyanya.

Rectoverso dan Madre sudah dibuat adaptasi filmnya, tapi Madre saya belum tonton. Susah mencari di youtobe atau di web lainnya. Kalau ada yang tahu link downloadnya, beritahu saya, ya. :D
Untuk Filosofi Kopi, April 2014 ini akan tayang di bioskop indonesia.

"Rectoverso adalah sebuah impian yang panjang, karena sketsanya dari tahun 2006. Ini awalnya datang dari lirik lagu, cerpen dan bertahun-tahun kemudian ada tawaran dari Marcella untuk memfilmkan. Jadi ini dari ruang dengar dan visual bisa terwujud. Ini seperti mimpi yang jadi kenyataan. Ini pengalaman yang multidimensi bagi aku. Semoga dapat menikmati karya besar ini." YangMuda.COM, Jakarta.


Yang terakhir...

Meskipun belum pernah bertemu, Mbak Dee selalu menjadi guru saya dalam belajar menulis. Semoga suatu saat saya bisa belajar langsung dengan beliau. Aamiin :)

Buku beliau yang sudah saya baca:

Supernova: Kesatria, Putri, & Bintang Jatuh

Sumber gambar
Sumber gambar

Perahu Kertas

Sumber gambar

Sumber gambar



Filosofi Kopi

Sumber gambar

Sumber gambar

Rectoverso

Sumber gambar

Sumber gambar

Madre

Sumber gambar

Sumber gambar
Sisanya, keempat buku Supernova lain belum baca. Petir, Akar, Partikel, dan Gelombang.

Monggo, yang mau kasih saya buku-buku tersebut ^_^


Selamat membaca,
Semoga bermanfaat.
Maaf kalau saya berlebihan ^^

Terimakasih,

#1Day1Dream hari kesebelas


Saturday, 10 January 2015

Reuni Full Team #1Day1Dream

Sumber gambar

Ide menulis mimpi ini terbesit dari grup chat di line beberapa hari yang lalu. Beratus-ratus chat yang inti dari kesemuanya itu adalah kerinduan untuk bertemu. Reuni kelas memang menjadi ritual kami setiap liburan semester datang. Meskipun setiap hal yang diagendakan tidak semuanya berjalan mulus sesuai keinginan. Ada saja yang menjadi kendala di setiap acara tersebut.

Kesibukan kuliah membuat kita terkadang merasa jenuh. Apalagi untuk orang-orang yang merantau. Rindu keluarga dan segala yang ada di kotanya. Dan bertemu teman lama adalah 'momen sakral' tersendiri yang ketika sudah bertemu, rasanya tidak akan sama ketika sedang berhadapan dengan teman-teman baru. Sehari terasa seperti setengah jam. Waktu tak pernah cukup mengungkap romantisme rindu yang ada. Ia terus berjalan tanpa mau tahu betapa kita, 'para perindu' ingin menikmatinya lebih lama.


Dari semua reuni kelas sewaktu SMA yang pernah terselenggara, tidak pernah benar-benar semua 'makhluk' ada. Maksudnya, belum pernah sekalipun personil kelas semuanya ada, Selalu saja ada kendala di dalamnya. Dari bentrok dengan jadwal hingga ke yang malas ikut datang. Atau ada juga yang tak sempat dapat kabar hingga yang tak pernah ada kabar. Ada.


Di liburan yang panjang ini, saya berharap ada satu hari saja—tak perlu muluk-muluk— bisa berkumpul (reuni) sekelas dengan formasi full team. Itu saja. Makan-makan, minum-minum, bisa belakangan. Tapi melihat setiap senyum dan wajah-wajah kerinduan dari tiap-tiap orang adalah yang paling menjadi tujuan. Semuanya sudah bisa mengisyaratkan bahwa saya, bahwa mereka semua tak pernah saling melupakan. Tak pernah membuang kenangan. Itu saja.


Keluarga Heho

Jeongmal bogosippo!

Mengulang kenangan adalah mimpi yang tak pernah hilang. Kebersamaan selalu menjadi obat paling mujarab ketika kita merasa seperti berjalan sendirian.

Selamat bermimpi!

#1Day1Dream hari kesepuluh


Tulisan spesial dari saya, untuk mereka yang tak pernah padam dari ingatan...

(:

Friday, 9 January 2015

Ganteng-Ganteng Alien #1Day1Dream

Sumber gambar


Ada yang tahu, Alien itu apa?

Kalau kata Wikipedia, Alien adalah makhluk asing.


Pernah lihat, Alien?

Saya pernah...

Nggak percaya?

Saya cerita sedikit dulu.

Saya pernah lihat salah satu film India yang di dalamnya terdapat makhluk asing bernama Alien itu. Warnanya hijau, bisa dibilang Alien di film tersebut seperti monster kecil. Absurd banget, kayak gambar di atas. Tapi baik, nggak jahat. Yang jahat itu bawang merah.


Mau tahu, Alien paling menakjubkan yang pernah saya lihat?

Anti mainstream. Beda banget sama kebanyakan alien di film-film biasanya.


Nggak percaya lagi?

Nih lihat...

Sumber gambar

Mana ada sih di film-film lain, Alien seganteng ini?

Mau tahu, profesi dia di Bumi apa?


Profesor! Ya, p r o f e s o r !

Kalau saya jadi mahasiswanya, nggak pengen deh rasanya absen dari kelas.


Masih nggak percaya?

Sumber gambar
Tuh, waktu Aliennya lagi ngajar mahasiswa-mahasiswa di kampus.


Udah pernah liat Alien naik sepeda?
Nih, saya kasih lihat.


Sumber gambar


Nggak perlu lah naik motor atau mobil mahal. Naik sepeda aja udah cakep! :p


Satu lagi kehebatan yang Alien ini punya. Kekuatan super.


Keren, kan?

Banget!


Tapi, saya mau kasih satu fakta.


Alien yang seperti itu...


Cuma ada dalam drama T.T

Ya. D r a m a. T.T



Karena itu, saya punya mimpi untuk bertemu dengan Alien... ganteng... dan keren.

Seperti di atas.

Semoga terwujud.


#1Day1Dream hari kesembilan.


Banyak-banyaklah bermimpi, sebab mimpi itu gratis.

Selamat berkhayal! :)

Thursday, 8 January 2015

Domain #1Day1Dream

Sumber gambar



Hallo!

Hah! Rasanya lega sekali bertemu hari ini. Menikmati kuliah terakhir di semester 3 ini. Bukan main bahagianya, liburan sudah di depan mata :D
UAS mata kuliah Dasar, Akuntansi! tadi sukses menutup UAS terakhir! Yak. Kepala ini sudah lelah menahan tumpukan-tumpukan kata untuk dipelajari. Selamat tinggal untuk sementara!

Sumber gambar

Sumber gambar


Sebelum menulis mengenai #1Day1Dream hari kedelapan ini, saya ingin cerita sedikit dulu. Tadi, setelah UAS selesai, saya dan empat teman saya pergi untuk nonton film di bioskop. Awalnya kami sempat dibingungkan antara menonton film Merry Riana atau Assalamualaikum Beijing. Karena keduanya terlihat sama2 menarik. Setelah shalat Ashar dan menimbang-nimbang kembali akhirnya kami memutuskan untuk menonton film Assalamualaikum Beijing. Dan ternyata... saya jatuh cinta sama tokoh Chung Chung (Zhong Wen) yang diperankan oleh Morgan Oey. Hahaha. Saya jadi nggak sabar baca novelnya. Kebetulan saya sudah beli novelnya tapi belum sempat baca. Eh, malah nonton duluan. Gapapa lah ya, hihihi.



Salah satu kata-kata yang saya suka di film tersebut. "Forever you are Ashima for me." Chung Chung.


Sudah ya, bahas topik yang nggak nyambungnya. Sekarang saya mau bahas domain.

Ya, domain.

Saya kepingin punya domain sendiri. Tapi kalau bisa sih yang gratis, hehehe.
Kira-kira gimana ya caranya?

Lebih bagusan yang gratis... atau yang berbayar? Atau nggak usah ganti pake domain?

Menurut kalian? :D


Selamat bermimpi, terus dan terus.

Selamat liburan!

Wednesday, 7 January 2015

Naik Gunung #1Day1Dream

Sumber gambar


Mendaki gunung lewati lembah
Sungai mengalir indah ke Samudera
Bersama teman bertualang— Ninja Hatori


Yak. Saya pengen mendaki gunung. Gunung tertinggi di hatimu.
Jika bicara laut, saya sudah sering memegang airnya. Meskipun suasana laut selalu indah untuk dinikmati. Bukan berarti saya sudah bosan main ke laut. Tidak. Lagian tidak setiap saat juga saya ke laut. Hanya jika ada yang mengajak saja :p
Selain laut, gunung juga punya kenikmatan sendiri untuk dinikmati. Selama ini saya hanya bisa menatap gambar orang-orang yang sedang mendaki gunung lalu ketika sampai di puncak. Dengan melihat saja, kita sudah bisa tahu bahwa gunung merupakan salah satu anugerah Tuhan yang indah, seperti saya. *pasangpancidikepala*

Menurut saya, setelah banyak melihat foto-foto mereka di puncak gunung, bahwa gunung memiliki 'rasanya' sendiri, yang tak bisa ditemukan di laut atau di tempat lainnya. Dan terlihat dari wajah-wajah pendaki gunung, sampai kepada puncak adalah sebuah kebahagiaan yang tak bisa tergambarkan. Seperti suatu pencapaian yang memang diidam-idamkan. Seperti itu yang saya rasakan sebagai bagian dari orang-orang yang hanya bisa mengaamati... dari jauh.

Untuk itu, menjadi seperti mereka (baca: para pendaki) adalah mimpi baru untuk saya. Naik naik lalu naik!

Semoga terwujud.


#1Day1Dream hari ketujuh


Selamat berkhayal.

Selamat menikmati mimpi yang tak pernah mau habis.

Selamat menunggu liburan!


Selamat malam...

(:

Tuesday, 6 January 2015

Hujan Buku #1Day1Dream

Sumber gambar


Hari keenam program #1Day1Dream...
Alhamdulillah hari ini bisa nulis jam segini, biasanya saya baru bisa nulis beberapa jam sebelum masuk jam 12 malam. Lumayan saya harus kejar-kejaran waktu antara UAS, belajar untuk UAS, dan nulis blog :D hahaha. Semoga tidak ada yang terbengkalai. Tiga hari lagi saya liburan! Semangat, semangat! :p

Oke. Jangan salah sangka dulu ya dengan judul tulisan di atas. Bukan, saya bukan menginginkan turunnya hujan dalam bentuk buku. Kalau iya, mungkin manusia bisa mati ketimpahan buku -.-

Maksud saya adalah, saya ingin mendapat banyak gratisan buku, hadiah buku-buku, atau apapun. Yang jelas dapat buku yang banyak. Tapi tidak pake nyuri yaa... :D

Dalam setahun terakhir ini, saya mendapat beberapa gratisan buku dari orang-orang lewat lomba menulis ataupun kuis-kuis. Lumayan, bisa menambah koleksi buku-buku di kamar saya.

Jadi, saya berharap, semoga di tahun ini, saya bisa mendapat hujan buku gratisan yang lebih banyak banyak banyak banyaaak lagi. Aamiin! :) #akucintagratisan
Saya senang kalau dikasih buku, apalagi gratis kan. Ga mungkin nolak, hehehe.

Sumber gambar


Selamat bermimpi!
Jangan pernah lelah ya...

Selamat menulis!

Selamat menikmati sejuknya sore! :)

Monday, 5 January 2015

Notebook #1Day1Dream

Sumber gambar

#1Day1Dream hari kelima...

Pengen punya notebook... Baru!

Sudah cukup lama saya memendam keinginan untuk memiliki notebook baru. Satu fakta yang membuat saya ingin memiliki notebook (baru), yakni netbook (lebih kecil dari notebook) yang sampai saat ini saya gunakan sudah masuk kategori abnormal. Maklum, semakin bertambah umur, netbook saya semakin menua, bahkan amnesia. Mungkin dia sudah lelah mengarungi bahtera hidup yang semakin sulit untuk dicerna mesinnya.

Layarnya selalu disko-disko, seperti manusia yang terayu pesta, lalu menari-nari sampai kepala tak ada (Apaan sih serem banget). Cara memberikan kasih sayang pun berbeda. Ketika teman-teman sepermainannya yang lain dimanja-manja, disayang-sayang, dielus-elus, dibersih-bersihkan. Tidak, netbook saya tidak perlu itu. Yang paling dinginkannya adalah... dipukul-pukuli. Setelah dipukul-pukul, baru layar netbook normal kembali. Kata orang itu kejam, tapi kata dia itu tenteram. Dramaaa. Ya, netbook saya penuh dengan drama. Lebih parah lagi kalau layarnya sudah merah semua. (Tuuuuut.... sudah, copot saja baterainya)

Ditambah keyboard portable yang harus dibawa kemanapun netbook saya pergi. Repot.

Ditambah lagi dengan bensin baterai yang boros sekali. Charger siap siaga untuk bekerja. Kalau tidak, bisa mati terjaga dia.

Lagi-lagi, dramaaa.

Sumber gambar
Itu bukan saya ya, itu kucing...

Karena saya tidak mungkin minta dan tidak mungkin ada yang kasih, jadi saya harus mengumpulkan daun uang sendiri untuk mencapai mimpi membeli notebook.

Dan yang harus saya lakukan adalah....

Menyisihkan uang mulai dari Rp. 2.000 - Rp. 5.000 perharinya.

Susah? Lumayan sih. Mau jajan aja suka nggak ada :p

Tapi harus! Saya sudah mulai hari ini. Kemarin-kemarin kan liburan, jadi nggak dapet uang jajan. Hahaha

Sumber gambar
Dedek ini aja bisa, masa' saya nggak bisa :D


Semangat nabung, biar punya yang kayak gini


Sumber gambar

Semangat bermimpi!

Semangat menemukan mimpi!


Selamat malam. Semoga hujannya libur dulu. :)

Sunday, 4 January 2015

Usaha Kecil #1Day1Dream

Sumber gambar

Langit sudah menunjukkan malamnya. Udara terkesan lebih dingin dari saat matahari masih belum pergi. Malam ini, waktunya untuk menulis.

Tadinya saya hendak menulis postingan ini setelah maghrib. Namun, ada yang membuat saya tergoda, salah satu stasiun televisi swasta menayangkan sebuah film yang diadaptasi dari buku. Cerita yang membangkitkan semangat. 9 Summers 10 Autumns. Dulu saya sempat membaca bukunya tapi tidak sampai selesai. Saya juga lupa kenapa saya tak menyelesaikannya. Dan malam ini, ketika saya menonton film tersebut, ada yang menyangkut dalam hati saya. Bahwa untuk mengubah kekecewaan kita terhadap hidup hari ini, kita hanya perlu melakukan sesuatu yang berarti untuk diri kita sendiri, untuk kita melihat bahwa ada sebuah harapan yang muncul tanpa tiba-tiba, yakni karena usaha. Sebab, kita memang tak bisa memilih masa lalu kita, tapi kita bisa melukiskan masa depan kita. Setidaknya, malam ini saya belajar bahwa saya tak perlu lagi kecewa pada apa yang selama ini ada dalam hidup saya. Tak boleh juga terlalu sering berada dalam lingkup kemalasan. Saya hanya perlu belajar. Mempelajari hidup dan kehidupan. Merasakannya dalam-dalam. Tenang. Menyenangkan.


Itu sedikit hal yang ingin saya ceritakan. Mungkin tidak nyambung dengan judul tulisan di atas, hehe. Saya akan melanjutkan yang menjadi inti dalam tulisan ini.

Hari ini, adalah tulisan keempat saya dalam project #1Day1Dream.
Lima hari lagi adalah musim tambahan untuk saya sebagai mahasiswa. Musim yang begitu menjadi harapan banyak orang. Apalagi jika bukan... Musim liburan.

Sudah dua semester saya menghabiskan liburan dengan hal itu-itu saja. Tidak ada yang berlebihan. Hanya berputar pada aktivitas-aktivitas biasa yang lumrah. Menghabiskan waktu untuk membaca buku, belajar menulis, menonton film ataupun drama, bermain internet, atau bahkan menghabiskan waktu dalam ajang reuni. Bertemu teman-teman lama adalah hal yang paling menyenangkan untuk menghabiskan waktu, bersama.

Tapi ada sesuatu yang baru yang ingin saya lakukan di liburan semester kali ini. Saya ingin membuka atau mungkin membuat usaha kecil-kecilan. Ya, apa sajalah, masih saya pikirkan. Yang jelas saya ingin mulai mencari uang sedikit demi sedikit. Setidaknya bisa punya tambahan uang jajan kan enak, mungkin nanti saya bisa beli buku yang banyak (ngarep) hehehe.

Itu target saya untuk memulai liburan. Semoga bisa terwujud.

Selamat malam.


Selamat bermimpi!

Selamat menemukan mimpi! :)


Saturday, 3 January 2015

IP Tinggi #1Day1Dream

Sumber gambar


Selamat malam. Selamat menikmati hujan yang tak kunjung reda.

Hari ke-3 project menulis #1Day1Dream kali ini saya ingin menulis keinginan yang sederhana namun tak sederhana, di tahun 2015 ini. Saya seorang mahasiswa, dan seperti kebanyakan mahasiswa lainnya, ehm, mungkin semua mahasiswa ingin mendapatkan sebuah penghargaan akhir yang biasanya disebut Indeks Prestasi atau disingkat IP. Dan setiap dari mahasiswa, pasti ingin memiliki IP yang tinggi di akhir semesternya, yang artinya hasil belajar selama satu semester tersebut bisa dibilang cukup baik. Mahasiswa mana yang tak mau memiliki IP tinggi? Sepertinya tak ada. Bagi saya juga sama, mendapat IP yang memuaskan adalah sebuah reward yang sederhana namun berarti, memiliki kebanggaan pada  batin tersendiri.

Semester pertama, saat saya masih tercium bau-bau Mahasiswa Baru, yang orang-orang biasa menyingkatnya dengan Maba, IP yang saya dapatkan hanya terbilang cukup. Waktu itu, IP pertama saya adalah 3,35.

Tapi saya cukup senang, karena pada semester dua ini, bisa dikatakan IP saya naik banyak, dari 3,35 menjadi 3,8. Alhamdulillah.

Artinya, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang saya dapatkan adalah 3,58.

Untuk itu, di tahun 2015 ini, saya membuat target kepada diri saya sendiri bahwa IP minimal di semester tiga dan semester empat yang harus saya dapatkan adalah 3,6. Berat? Berat sekali. Maka dari itu saya harus memaksimalkan diri dengan usaha yang besar untuk mendapatkannya. Terlebih, di semester tiga ini menurut saya mata kuliah yang ada terbilang sulit. Terutama mata kuliah yang susah nyantol di otak saya, haduh.

Saya berharap dengan menulis ini, bisa menjadi pelecut saya kalau-kalau saya malas belajar. Kebetulan, saya juga masih menghadapi yang namanya Ujian Akhir Semester (UAS). Beberapa mata kuliah sudah terlaksana, tapi beberapa lagi masih menunggu di depan mata. Semoga UAS saya sukses. Semoga IP saya tinggi, agar IPK saya nantinya meningkat! Harus! Semangat! *pasangiketkepala*


Tweet dari @MerryRiana


Selamat belajar!

Selamat bermimpi!


Selamat menikmati hujan dini hari! :)

#1Day1Dream