Sumber gambar

Pengen punya rak buku sendiri.

Dari sejak kecil saya sudah suka baca buku. Semua buku-buku yang kakak saya punya saya baca. Mau itu fiksi atau nonfiksi. Bahkan buku tentang filsafat pun saya baca. Padahal masih kecil dan nggak paham. Selain novel, saya juga suka dengan buku yang berbau psikologi. Mungkin itu salah satu mengapa saya ingin menjadi seorang psikolog. Dulu. Sekarang saya sudah berada di kenyataan yang berbeda, hehe.

Entahlah, sudah berapa banyak buku yang saya sudah baca sejak kecil. Sampai-sampai buku-buku yang ada di rumah punya ruangannya sendiri. Tapi, sejak dulu, buku-buku yang saya baca semuanya milik kakak saya. Ketika kakak ipar saya yang suka baca juga, setiap kali punya buku baru, saya pasti pinjam untuk baca. Saya nggak pernah beli buku. Barangkali, punya buku pun karena dikasih. Begitulah untungnya punya kakak-kakak yang suka baca. Sama seperti suka drama korea. Sepertinya, sekeluarga punya selera yang sama.

Tapi, setelah saya besar, saya mulai nabung untuk beli buku sendiri. Biasanya di buku-buku yang saya baca terdapat nama kakak saya sebagai pemiliknya. Kali ini, buku yang saya baca pemiliknya adalah diri saya sendiri. Dan rasanya lebih menyenangkan saja.

Maka dari itu, dengan semakin bertambahnya buku yang saya punya, saya berkeinginan punya rak buku. Rak buku yang ada di rumah sudah terlalu penuh. Jadi, selama ini saya menyimpan buku-buku yang saya punya di dalam lemari plastik yang memang sengaja saya kosongkan untuk menampung buku-buku tersebut. Kadang, saya suka berkhayal punya rak buku yang besar dan buku-buku yang banyak. Ah!

Semoga terwujud.

#1Day1Dream hari keenambelas