Sumber gambar

Kamu tahu apa yang kurasakan pada dua puluh empat jam waktu itu? Cuma satu, ragu.

Aku ragu mengirim semua kalimat dalam pesan yang ingin kusampaikan padamu. Sebab aku terlalu malu menghadapi reaksimu setelah itu. Malu, mungkin karena kamu tak akan suka. Juga malu karena takut kamu tak akan membacanya, apalagi membalas. Itu kan yang paling malas kamu lakukan. Atau hanya kepadaku kamu seperti itu? Lagian, aku juga tidak pernah mengirim pesan khusus untukmu. Kan aku malu menghadapimu. Jadi setiap kali aku mendengar kamu bicara dalam percakapan antara teman-teman kita, aku hanya memperhatikannya. Aku takut kamu kabur jika aku muncul. Padahal, aku sendiri saja sebenarnya yang merasa seperti itu. Mungkin menurutmu, semuanya baik-baik saja. Aku saja yang memang berlebihan.

Kamu tahu apa yang kulakukan selama dua puluh empat jam waktu itu? Menunggu.
Menunggu aku berani mengirimkan pesan itu buatmu. Membolak-balik setiap profilmu yang bisa dilihat. Sementara kamu, sedang asyik membaca satu demi satu pesan singkat yang orang tulis untukmu. Kamu terlihat senang. Sedang aku diam saja selama itu. Pura-pura tidak tahu, padahal kan sebenarnya aku tidak lupa. Kamu terlalu disukai banyak orang. Bisa dilihat kan berapa banyak orang yang menuliskan doa mereka untuk kamu? Aku jadi semakin ragu. Jadi… biar saja kamu kudoakan diam-diam. Tuhan kan pasti mau menerima. Toh, kamu juga tidak akan menunggu doa dariku kan. Menyadarinya saja mungkin tidak.
Tidak apa-apa. Selamat ulang tahun.

Februari 2015,

Happy Hawra