Sumber gambar

Sore tadi, saya menonton film “Merry Riana” yang beberapa hari lalu baru saya download.
Film tersebut diperankan oleh Chelsea Islan (Punya adik namanya Happy Islan *dijitak*) dan Dion Wiyoko. Keduanya adalah aktris favorit saya. Di film ini, mereka main dengan keren, :))

Satu scene yang paling memukul.

Ceritanya Alva sama Merry ketemuan di cafe. Alva nyiapin cincin buat dikasih ke Merry. Saat ketemu, si Merry sibuk sama saham online yang Alva juga ikut andil menanam saham di perusahaan tersebut.

Teruus…

Merry: “Aku punya sesuatu buat kamu, Va.”

Alva: “Apa?” Alva senyum.

Merry: Merry nyodorin uang 200 dolar. “Ini utang aku ke kamu, Va. Kamu inget kan?”

Alva: Mukanya berubah. Mungkin mikir ‘kirain mau ngasih apa.’
“Oke, makasih.” Kemudian Alva naro uang itu di meja

Merry: “Uangnya disimpen dulu, Va. Nanti dikira tip buat pelayan.”

Alva: Manggil pelayan, terus ngasih uang itu buat tip si pelayan.

Merry: “Alva, itu bukan uang 2 dollar. Kenapa kamu kasih uang itu ke pelayan?”

Alva: “Aku mau nanya deh, yang di pikiran kamu cuma uang aja ya? Mer, aku nggak mau ngomongin uang lagi.”

Merry: “Kamu yang mulai bilang sedikit-sedikit uang. Hidup di Singapura beda sama di Jakarta. Harus punya penghasilan, harus punya pekerjaan. Kamu bilang hidup itu berhitung.”

Alva: “Berhitung, Mer. Bukan uang.”

Merry: “Ya sama aja lah. Aku sekarang ngerti kenapa semua orang berambisi untuk kaya. Karena uang bisa membeli segalanya. Aku bosen bokek, Va. Aku bosen nggak punya uang. Mungkin kamu nggak pernah ngerasain bokek makanya kamu nggak mikirin uang. Kamu nggak tau, betapa susahnya nggak punya uang. Betapa susahnya cari uang.”

Alva: Senyum. “I’m done with you.” Alva pergi.

***

Saya sendiripun pernah berpikiran seperti itu. Saat kesulitan, yang terpikir memang betapa ingin memiliki uang. Memang ya, ketika uang sangat menjadi momok utama untuk bertahan hidup. Lalu kita hanya akan berpikir bagaimana cara mendapatkan uang. Agar kita bisa lebih dari sekedar bertahan. Mungkin karena itu, nggak sedikir orang yang menghalalkan segala cara hanya untuk mendapatkan uang. Untuk hidup. Untuk bertahan. Tapi, sesulit apapun kita, berdoalah agar Tuhan menjaga kita dari hal-hal yang tidak dibenarkan.

Jadi sejatinya uang bukan yang utama kan? Ya. Sebab uang bukanlah segalanya. Tapi peran orang-orang di sekeliling kita menjadi sangat berarti. (alm) Olga Syahputra juga bilang: “Uang bisa dicari, tapi orang yang menyenangkan sulit ditemukan.”

Kebahagiaan ada bukan saat kita punya banyak uang. Tapi kebahagiaan tercipta saat kita punya hubungan baik dengan Tuhan dan orang-orang yang menyayangi kita.

“Sekarang aku mengerti. Sukses itu bukan sekedar kita punya uang banyak. Tapi sukses itu, saat kita bisa membuat orang lain punya harapan. Dari sana, kebahagiaan bisa kita dapatkan.”–Merry Riana

Sumber gambar
Sumber gambar

Selamat mencari-cari. Semoga cepat menemukan kebahagiaannya :))

Happy Hawra
April 2015