Wednesday, 6 May 2015

#FFRabu - SMS

Sumber gambar

“Gi, lihat deh. Dalam sebulan ini, aku selalu dapet SMS dari seseorang yang nggak aku kenal. Setiap hari dia ngirimin ramalan tentang kejadian yang bakal aku alami.”

“Terus kamu percaya?”

Reno tertawa. Sementara tangannya mengambil minuman yang sudah dingin sejak tadi, lantas meneguknya perlahan.

“Kamu tahu sendiri, aku kan nggak pernah percaya sama begituan. Lagian satupun nggak ada yang bener-bener kejadian. Apalagi hari ini, dia bilang aku bakal mati. Ngaco banget kan?”

Gio menunduk. Tak lama, terdengar bunyi pecahan gelas di dekatnya. Gio menemukan Reno dengan busa di mulutnya.

“Kamu sudah sadar kan sekarang, Reno? Bahwa tidak selamanya ramalanku salah.”

(100 kata)

~

Mei 2015

©Happy Hawra

Monday, 4 May 2015

Ketidakberdayaan

Sumber gambar


Sepanjang waktu kamu menanti hari. Pada tiap-tiap sepi yang sering kamu sebut rindu, tidak ada yang bisa dibicarakan lagi, selain hanya bisa menyimpan banyak doa--tanpa luka. Tapi tunggu, menunggu kan sebuah luka. Kamu sudah sangat hafal bagaimana pedihnya. Tapi tetap saja, tidak ada yang mampu menghentikanmu dari itu. Bahkan dirimu sendiri. Sebab menanti adalah hal yang pasti buatmu. Meski kamu sendiri, sama sekali tidak mengetahui kepastian yang sesungguhnya seperti apa. Kan kamu cuma manusia, tidak akan tahu segalanya, katamu.

Kamu tidak membayangkan akan melihatnya hari itu. Orang yang sudah lama kamu nanti kehadirannya datang, tepat ketika kamu akan beranjak pergi. Untuk beberapa detik, matamu bertemu dengan matanya yang selalu meneduhkan. Tapi kamu hanya bisa menoleh sesaat. Buru-buru masuk ke dalam kendaraan. Padahal jantungmu semakin cepat berdegup. Kalau bisa, mungkin kamu akan memilih untuk kembali lagi ke tempat itu. Sayangnya tidak. Kamu masih mengintip di balik jendela keterpisahan--antara matamu dengan matanya yang kembali beradu untuk kedua kalinya--.
Lantas sesudah itu, kamu pergi dan menjauh.


Kenapa hanya waktu yang tak berpihak pada dua pasang mata yang diam-diam saling bicara?


Kamu kecewa pada waktu. Ingin meminta penjelasan padanya sangat dalam. Padahal kamu tahu, terkadang ada sesuatu yang memang tidak bisa dijelaskan oleh siapa-siapa. Bahkan waktu sendiri mungkin tidak tahu jawaban atas penjelasan yang kamu minta. Ia hanya terus berputar dan berjalan. Meskipun kamu memintanya berkali-kali. Tetap saja, kalau waktumu belum sampai, kamu tidak akan pernah sampai.
Mungkin, yang dinamakan 'waktu yang tepat' adalah kesempatan atas doa-doa yang sempat terlupakan. Yang bisa jadi, kamu mengira sudah diabaikan. Bukankah kamu seringkali merasakannya?


Kenapa hanya waktu yang tak berpihak pada dua pasang mata yang diam-diam saling bicara?


Mau apalagi, toh kamu tidak punya daya apa-apa.

Jadi bersabar  lagi saja.

~

Mei 2015,
©Happy Hawra
This entry was posted in