Follow Me

Manakala Babi-babi Menghidu Rasa



By  Happy Hawra     February 10, 2016     11    Label: 
Sumber gambar


pada sepat hampa, kita berterus terang soal masa
merah jambu yang dihidupkan raga
sesungguhnya tak butuh kita timpa

selepas seloka, bertubi-tubi kita tulis riwayat kopi
mereka yang kehilangan cemasnya
kelak mati dihujani pahit sendiri

sesekali, pun kita perlu rayakan puisi
kau kira babi-babi sudi melumuri dirinya sendiri?
tidak dengan kita, gemar memukat air mata

kelak, akan kita ajari babi-babi menghidu rasa;
rindu, pilu, sampai mereka luka
hingga tak ada cara lain menjadi dingin
kecuali jatuh cinta

Februari 2016

Puisi ini ditulis dalam rangka  mengikuti #NulisBarengAlumni Kampus Fiksi dengan tema 'Babi'

Happy Hawra

Reporter and Editor.

11 comments:

  1. Aaah.. Aku terperangkap dalam rsngkai rindu ini.. Ehehe

    ReplyDelete
  2. Cieee yang udah jadi dot.com hahaha , selamat ya , rindu itu sudah utuh tinggal menyentuh dan beradu dalam nada seru, aku terpacu!

    ReplyDelete
  3. HEp, rekues bikinin aku puisi, judulnya Mentari :D

    ReplyDelete
  4. baru tau kalo mau jadi dingin itu mesti jatuh cinta...hehehe...

    ReplyDelete

Selamat membaca. Semoga berkenan meninggalkan komentar. ^-^