Wednesday, 30 November 2016

Switch Alpha 12, Teman Ringankan Beban


Akhir-akhir ini tuh ya, rasanya pengen banget bisa tidur nyenyak. Tanpa beban, tanpa tumpuk-tumpukan pikiran, tanpa merasa berdosa kalo nggak sengaja ketiduran. Iya, kadang-kadang kalo situasi lagi dikejar deadline kayak gini, ketiduran itu rasanya kayak mau sholat diambang adzan waktu sholat selanjutnya. Resah plus deg-degan. Duh, bisa kekejar nggak ya. :”D

Hvft, butuh kopi.

Memang ya, suka duka jadi mahasiswa semester akhir itu campur-campur. Grutak-grutuk sana-sini deh pokoknya. Ya ngejar-ngejar dosen lah, ngurus surat ke sana-sini, nunggu balesan sms, sampe ke yang mikirin, apa hari ini dospemku moodnya lagi bagus? :(

Jadi, semenjak mulai ngerjain proposal skripsi, bawa laptop ke sana-sini tuh kayaknya udah pasti. Pindah-pindah perpustakaan cari-cari buku, nggak lupa sambil aktifin wifinya dulu. Lumayan, kan. :D

Tapi pernah nggak sih, ngerasa laptopnya cepet panas? Atau barangkali berisik karena ada suara kipas? Nggak nyaman banget, deh, pokoknya. Apalagi kalo tiba-tiba mati gitu aja, alias nggak kuat dipake lama-lama, padahal lagi serius-seriusnya. Uh, perih banget kan jadinya? :”

Untungnya, sekarang ada yang namanya Switch Alpha 12. Notebook 2-in1- hybrid yang udah pake teknologi terbaru, yaitu LiquidLoop. Hayo, LiquidLoop itu apa coba?

Kayak gini, taraaaa~
LiquidLoop itu sistem pendingin yang bisa menstabilkan suhu mesin laptop tanpa kipas. Tanpa kipas, man~ Jadi nggak bakal lagi deh kita yang namanya denger suara bising-bising tetangga dari arah laptop kita. Wuh, mantap toh, jadi tenang kita kalo lagi belajar atau kerja. Cocok buat ngerjain skripsi juga. Wuh! Wuh! *iket tali di kepala*

Sistem pendingin tanpa kipas ini bisa hemat daya baterai juga. Aku kan sering banget tuh lama-lama di depan laptop. Eh tau-tau abis aja baterainya. Apalagi kalo sewaktu-waktu lupa bawa chargernya. Haduh! Untung ya, Switch Alpha 12 awet dan tahan lama.

Selain itu, Switch Alpha 12 tuh enak banget dibawa. Ukurannya tipis, bobotnya juga ringan. Bah, mau dibawa-bawa kemana aja juga nggak bikin capek badan. Mau dibawa ke perpustakaan, café, taman, atau rawa-rawa juga bisa. Mudah saja! Hahaha. Eh, tapi aku kalo ngerjain skripsi nggak sampai ke rawa-rawa banget, sih. Paling juga ke semak-semak aja. *plak*


Udah tipis, ringan, Switch Alpha 12 ini fleksibel pula. Bisa diubah-ubah sesuai kebutuhan. Mau diubah jadi tablet juga bisa. Gak percaya? Aih sih macem-macem... Ini ada engsel magnetnya, lho. Kita tinggal lepas-pasang keyboard docking-nya kalo mau ubah-ubah. Fungsi keyboard docking ini kayak screen protection. Jadi, kita bisa tetap ngetik dengan baik meski di ruangan yang lampunya redup, disko-disko. Layarnya pun punya resolusi QHD (2160 x 1440 pixel) yang dilengkapi teknologi IPS. Teknologi BlueLight Shield pun juga ada. Jadi mata kita nggak cepat capek walaupun pakai laptopnya dalam waktu yang cukup lama. Nggak perlu kucek-kucek mata lagi pas ngerjain skripsi juga :')

Eh iya, Switch Alpha 12 juga dilengkapi fasilitas kickstand yang bisa diatur sudutnya sampai 165 derajat sesuai dengan sudut pandang yang kita mau.




Kelebihan lainnya, notebook ini juga ngasih fitur port USB Type-C dengan USB 3.1 di mana kecepatan transfer datanya mencapai 5 Gbps, alias 10 kali lipat lebih kencang dibanding USB 2.0. 

So, guys. Switch Alpha 12 itu powerful dan fanless banget, pasti bisa deh bikin kita tambah fleksibel dan semangat. Bisa mendukung kita buat belajar dan kerja. Pas buat jadi teman ringankan beban. :D

Skripsi, ayo siap-siap, kita lanjut berjuang. Biar cepat menang sampai ke tahap sidang. :")

Semangat! (:




Friday, 25 November 2016

Menjadi Bersama

Source
Apa ya, hal paling dominan yang berubah dalam hidup kita ketika usia bertambah?

Aku suka memikirkan sesuatu, bertanya kepada pikiran sendiri, dan tidak jarang mendapat ketidaktahuan baru. Aku harus apa? Nanti bagaimana? Kira-kira…..

Hidup adalah cara menemukan jawaban-jawaban. Sebab kita tidak bisa menjadi sejarah untuk hari yang sedang kita hadapi. Sehingga seringnya kita harus bekerja sekeras mungkin untuk mendapatkan solusi terbaik dalam mengatasi berbagai situasi. Keadaan yang tidak memungkinkan, kadang-kadang juga bisa berpeluang besar untuk menang. Tidak semua yang sulit itu tidak bisa dilakukan, kan? Kata-kata, memang yang paling pandai menenangkan. Akan tetapi kenyataan, membuat kita menjadi pasrah pada ketakutan. Tapi tidak juga sih, karena kita harus terus semangat kan, untuk menemukan jalan terang?

Ketika angka menjadi bertambah, aku seperti sedang melakukan aba-aba di garis start. Deg-degan. Sudah siapkah kakiku berlari sampai kejauhan? Bagaimana kalau aku jatuh, luka-luka, lalu tidak bisa meneruskan jalan? Strategi apa yang harus kupakai supaya menang? Tentu setiap orang punya impian jadi juara dalam hidupnya, kan?

Eh, bagaimana kalau kita cari perlombaan yang bisa diiringi teman? Mungkin saja jauh lebih mudah. Jauh lebih semangat dan menyenangkan. Kita tidak sendirian lagi, bukan? Bisa berbagi beban, meski nanti tersesat-sesat di sepanjang perjalanan. Ah, yang penting sanggup bersama-sama sampai tujuan. Bisa sambil bercerita dan juga mendengarkan. Tidak seperti saat kita sedang berjalan sendirian, bingung apa yang nyaman untuk dilakukan. Lalu galau, galau, galau…

Hihihihi. Sudah nggak nyambung ini tulisan. Ah sudahan. X)

Friday, 18 November 2016

Ayo Memilih!



Teman-teman blogger, sudah pada tau kan kalau tanggal 15 februari 2017 nanti akan ada apa? Ya ya ya ya benar, pemilu alias pilkada alias pilihsajaaku. Sering kita lihat di televisi-televisi, setiap harinya berita tentang Ahok-Agus-Anies selalu mencuat di sana. Entah mengenai strategi kampanye mereka― dengan melakukan berbagai cara pendekatan kepada warga― sampai kepada ricuhnya dugaan penistaan agama. Ramai sekali, ya, Jakarta.

Bukan cuma Jakarta lho, yang bakal ada pilkada 2017 nanti, tetapi beberapa provinsi dan kota/kabupaten lainnya juga. Didapat informasi dari okezone, pilkada ini akan digelar di 7 provinsi, 18 kota, dan 76 kabupaten. Dan pilkada tersebut akan serentak digelar pada tanggal 15 Februari 2017 mendatang. Jangan-jangan, gara-gara keseringan ngikutin perkembangan pertarungan pasangan calon (paslon) gubernur DKI Jakarta, kita lupa sama paslon provinsi kita sendiri. Atau lebih parahnya, kita nggak tau siapa aja calon gubernur/bupati/walikota dari provinsi dan kota kita. Duh, nggak mungkin kan, ya? Hihihi.

Di provinsi saya, yaitu Banten, juga sama seperti Jakarta. Bakal ada pemilihan gubernur juga. Meski saya sendiri nggak paham sama persoalan hati politik, tapi setidaknya saya tau lah siapa paslon dari provinsi saya yang sekarang mungkin lagi sibuk kampanye di mana-mana. Adalah Wahidin Halim-Andhika Hazrumy, sebagai paslon nomor urut 1. Dan Rano Karno-Embay Mulya Syarif sebagai paslon dengan nomor urut 2.

Hih, palingan juga abis searching ya, Hep?

Nggak lah, enak aja. Abis liat baliho tau.

Bahahaha.

Tapi tapi, cuma tau nama aja nggak cukup tho?

Terus gimana cara milihnya? Kalo saya nggak terdaftar di pemilih tetap padahal sudah punya ktp, gimana cara ikutnya? Atau kalo saya mau golput aja emangnya kenapa? Eh boleh nggak sih, saya pilih calon yang kasih duit ke saya?

Beberapa waktu yang lalu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten dan KPU Kota Serang menggaet Komunitas Banten Muda untuk mengikuti sosialisasi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Banten. Kebetulan, saya menjadi salah satu pesertanya. Yang menjadi narasumber hari itu adalah Pak Agus Supriyatna (Ketua KPU Provinsi Banten), Om Ali Faisal (Komisioner KPU Kota Serang), dan Om Irvan Hq (Ketua Komunitas Banten Muda). Dari sosialisasi tersebut tentunya menambah pengetahuan bagi diri saya, sehingga kerap kali saya bilang “oh, gitu ya,” atau “hmm, mengerikan,” ketika para narasumber memaparkannya. Hahaha.

Jadi jadi, siapa tau apa yang saya tulis hari ini bisa bermanfaat juga buat teman-teman yang baca. Semoga ya…

Gimana sih cara milihnya?

Dateng ke TPS, dong. Setelah dikasih kertas suara, coblos pilihannya. Dicoblos ya bukan dicontreng. Dicoblosnya di satu nomor aja ya, jangan semua nomor dicoblos. Nanti nggak sah. Soalnya di setiap pemilu atau pilkada, masih banyak aja sih kertas-kertas suara yang dianggap nggak sah. Hati-hati ya, sayang kan kalau suaranya hilang gitu aja. Nanti jadi serak. #halah

Kalo saya nggak terdaftar di pemilih tetap padahal sudah punya ktp, gimana cara ikutnya?

KPU saat ini sudah mengumumkan apa yang disebut DPS, yaitu Daftar Pemilih Sementara. Kita bisa mengecek apakah nama kita ada di daftar pemilih atau tidak. Kalau tidak ada, kita bisa lapor kepada PPS, yakni Panitia Pemungutan Suara tingkat desa. Akan ada rentang waktu pencermatan kembali DPS, baru kemudian ada DPS HP (Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan), baru setelahnya menjadi DPT (Daftar Pemilih Tetap). Kalau nama kita masih tidak ada dalam DPT, kita bisa tetap datang ke TPS dengan membawa KTP Elektronik. Nanti akan dipanggil oleh panitia di TPS tempat kita memilih. Akan tetapi, kalau kita belum mempunyai KTP Elektronik, kita bisa mengurusnya di DISDUKCAPIL (Dinas Penduduk Kecamatan Sipil) untuk meminta surat keterangan belum KTP Elektronik. Surat keterangan itu menjadi bukti bahwa kita sudah direkam dan kedudukan hukumnya sama dengan KTP Elektronik.

Saya mau golput aja, boleh nggak?

Kata Om Ali Faisal, kalau kita sudah memenuhi persyaratan sebagai pemilih, maka jangan pernah kita menyia-nyiakan suara kita. Meskipun tidak memilih adalah bagian dari pilihan, itu tetap saja cara pandang yang salah. Bagaimana kalau semua orang punya pikiran yang sama untuk golput? Maka tidak akan pernah terjadi adanya pemimpin. Maka tidak akan pernah terjadi adanya sistem. Maka tidak akan pernah terjadi adanya pemerintahan daerah yang baik. Dan kita, bisa menjadi liar tanpa adanya pemimpin.

Kata Om Irvan Hq juga, kita harus menggunakan suara kita demi perubahan sistem yang lebih baik.

Kalau saya mau pilih calon yang paling banyak kasih duit aja, boleh nggak?

Tolak uangnya, jangan pilih orangnya. Mengambil pelajaran dari analogi yang diberikan Om Ali, bahwasanya ketika kita mengambil uang yang diberikan oleh calon kepala daerah, setelah ia terpilih maka hak suara kita sudah habis saat itu juga. Apakah kita mau, harga diri kita dibayar semurah itu?

Ingat, stop politik uang.


Tuh, saya, yang itu

Jadi, pilih siapa ya?

Kata Najwa Shihab alias Mbak Nana dalam acara Mata Najwa, ia mengatakan bahwa ada tiga hal yang bisa kita perhatikan ketika ingin memilih seorang pemimpin. Seperti apa rekam jejaknya, bagaimana karakternya, dan apa saja program kerja yang akan dijalankannya. Nah tuh, bisa diperhatikan baik-baik tuh paslon gubernur kita.

Jadi, mari gunakan suara kita sebaik-baiknya. Jangan lupa Hari Rabu, 15 Februari 2017 nanti, ya. Jangan lupa, Hep. Hihihi.

AIKA bersama Pak Agus dan Om Ali

Thursday, 3 November 2016

Mengingat Rasi

Source

Tiga tahun Jani menyukai laki-laki bernama Rasi. Sewaktu SMA, Rasi adalah siswa paling pintar di satu angkatan, terlebih dalam bidang fisika—yang bagi Jani bikin ngantuk sekali. Kepandaian Rasi membuatnya cukup populer di kalangan guru-guru. Hmm, kalau di kalangan siswi-siswi sih, ya sudah tidak diragukan lagi.

Tapi Jani tidak kenal-kenal amat dengan Rasi. Di luar segala kelebihannya, Rasi tidak cukup menarik hati seorang Jani. Malah Jani bertanya dalam hati, mengapa banyak perempuan mendambakan seorang Rasi?

Masuk ke semester empat, Rasi dan beberapa siswa dari kelasnya dipindahkan ke kelas Jani. Dan Jani masih biasa-biasa saja. Tidak banyak cuap-cuap pula di antara keduanya.

Pernah suatu hari, Rasi meledek Jani. Waktu itu di jam olahraga, Jani tidak ikut berolahraga dengan teman-teman satu kelasnya karena sedang sakit. Dan Jani memilih untuk tinggal di dalam kelas saja. 

Beberapa saat, Rasi kembali ke kelas seorang diri. Entah mengambil apa dari tasnya. Rasi pun pergi dan menutup pintu. Namun setelah itu, pintu kembali terbuka dan kepala Rasi muncul di sana.

“Woy, lari, Jani, lari. Biar capeknya sama nih,” kata Rasi dengan mimik-mimik tertawa dan keringat di mana-mana.

“Rasain,” jawab Jani sembari menjulurkan lidah.

“Haha, payah.” Kemudian pintu ditutup lagi.

Suatu hari lagi, gantian Jani yang meledek Rasi. Ketika pernah suatu kali seorang guru bahasa inggris meledek Rasi yang mirip nenek-nenek karena tercium aroma fresh care di badannya. Jani ikut-ikutan. Pada jam istirahat, Rasi sedang latihan drama di dalam kelas. Jani berjalan di luar kelas dan melewati jendela yang kebetulan Rasi pun sedang duduk di sampingnya dan melihat ke arah luar jendela.

“Eh, nenek lagi apa duduk-duduk?” ledek Jani. Rasi pun melemparkan potongan kertas yang sedang dipegangnya, tapi mulutnya tersenyum.

Bagi Jani, ingatan-ingatan kecil tersebut memang kejadian yang biasa saja. Tapi mampu membuat Jani senyum-senyum sendiri. Terlebih saat ia dikerjai oleh Rasi.

Jani mengulang ingatannya di suatu bulan ramadhan. Waktu itu Jani datang ke sekolah kesiangan. Ia masuk kelas dan semua teman-temannya sudah pergi ke masjid dan aula untuk solat duha. Rasi masuk ke kelas, ternyata ia pun terlambat datang. Usai menaruh tas, Rasi langsung berlari ke luar. Sementara Jani masih sibuk melepas sepatunya di lantai.

Tak lama, Jani pun menuju pintu kelas, tetapi ia kaget karena pintu kelas itu terkunci. Ketika menengok ke jendela, Rasi tertawa dan melambaikan tangannya. Ternyata, Rasi bilang kepada office boy sekolah yang kebetulan ada di depan kelas, kalau di kelas mereka sudah tidak ada siapa-siapa.  Jani pun memukul-mukul jendela dan meminta Rasi membukakan pintunya. Rasi masih tertawa di sana, meskipun setelah itu ia mengejar office boy yang sudah jauh di depan.

Meski menyebalkan tapi waktu itu Jani juga merasa sedikit senang.

Menginjak kelas 12, Jani dan Rasi sama-sama mendapat duduk di bangku belakang. Sehingga banyak hal baru yang Jani tau tentang Rasi. Seperti ternyata, Rasi sering bersenandung sendiri. Jani juga pernah melihat Rasi bernyanyi dengan gitar. Suaranya mampu melelehkan hati, dan lagu-lagu yang dibawanya sungguh dalam sekali, meskipun berbahasa inggris.

Kemudian Jani lebih sering memperhatikan Rasi. Dan seterusnya, dan seterusnya. Namun, hal tersebut tidak bisa lagi dilakukan Jani ketika mereka sudah lulus dari SMA. Sebab Rasi kuliah di luar kota.

Maka setiap kali ada kesempatan reuni, Jani merasa hatinya gelisah sendiri. Semua pertanyaan tentang Rasi menumpuk di kepalanya. Jani selalu penasaran. Jani selalu ingin tahu. Jani menjadi rindu.

Rasa sesal di dasar hati, diam tak mau pergi. Haruskah aku lari dari kenyataan ini. Pernah ku mencoba  tuk sembunyi, namun senyummu tetap mengikuti.*

~

*) Yang Terlupakan - Iwan Fals

This entry was posted in