Friday, 25 November 2016

Menjadi Bersama

Source
Apa ya, hal paling dominan yang berubah dalam hidup kita ketika usia bertambah?

Aku suka memikirkan sesuatu, bertanya kepada pikiran sendiri, dan tidak jarang mendapat ketidaktahuan baru. Aku harus apa? Nanti bagaimana? Kira-kira…..

Hidup adalah cara menemukan jawaban-jawaban. Sebab kita tidak bisa menjadi sejarah untuk hari yang sedang kita hadapi. Sehingga seringnya kita harus bekerja sekeras mungkin untuk mendapatkan solusi terbaik dalam mengatasi berbagai situasi. Keadaan yang tidak memungkinkan, kadang-kadang juga bisa berpeluang besar untuk menang. Tidak semua yang sulit itu tidak bisa dilakukan, kan? Kata-kata, memang yang paling pandai menenangkan. Akan tetapi kenyataan, membuat kita menjadi pasrah pada ketakutan. Tapi tidak juga sih, karena kita harus terus semangat kan, untuk menemukan jalan terang?

Ketika angka menjadi bertambah, aku seperti sedang melakukan aba-aba di garis start. Deg-degan. Sudah siapkah kakiku berlari sampai kejauhan? Bagaimana kalau aku jatuh, luka-luka, lalu tidak bisa meneruskan jalan? Strategi apa yang harus kupakai supaya menang? Tentu setiap orang punya impian jadi juara dalam hidupnya, kan?

Eh, bagaimana kalau kita cari perlombaan yang bisa diiringi teman? Mungkin saja jauh lebih mudah. Jauh lebih semangat dan menyenangkan. Kita tidak sendirian lagi, bukan? Bisa berbagi beban, meski nanti tersesat-sesat di sepanjang perjalanan. Ah, yang penting sanggup bersama-sama sampai tujuan. Bisa sambil bercerita dan juga mendengarkan. Tidak seperti saat kita sedang berjalan sendirian, bingung apa yang nyaman untuk dilakukan. Lalu galau, galau, galau…

Hihihihi. Sudah nggak nyambung ini tulisan. Ah sudahan. X)

10 comments:

  1. kadang... saya suks bertanya dlm hati, apa yg sudah saya perbuat dgn usia yg agkanya sudah tdk lagi sedikit

    ReplyDelete
    Replies
    1. rasanya belum benar-benar jadi manusia :')

      Delete
  2. Semakin bertambah usia, semakin galau pula

    ReplyDelete
    Replies
    1. tinggal cari solusi gimana buat move-on nya. :"D

      Delete
  3. Lalu galau, galau, dan galau. Muahaha.

    Intinya, sih, emang setiap orang pengin jadi juara di dalam hidupnya. Seolah-olah dia adalah tokoh utama dalam sebuah film. Harus happy ending. Ehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. harus. hehehe. kalo endingnya nggak bahagia, gimana jadinya :(

      Delete
  4. makin tambah usia, gue makin sensitip :D kayak oma-oma...ahahhaha..

    ReplyDelete
  5. Semoga segera menemukan teman seperjalanan yaa hehe aamiin

    ReplyDelete

Selamat membaca. Semoga berkenan meninggalkan komentar. ^-^