Friday, 13 January 2017

Rinai dan Gelora (2)

Source: @ramikhai
Sabtu pagi di Sekolah. Siswa-siswi berhamburan menuju kelas ekskulnya masing-masing. Hari ini adalah pelajaran ekstrakulikuler. Rinai dan Gelora bersisian, berjalan dengan berbeda tujuan. Rinai mengikuti kelas fotografi, sementara Gelora masuk ke kelas Teater. Tapi tiba-tiba Gelora berhenti.

“Ri, tunggu ya, sebentaaaar aja.”

Rinai curiga mencari tahu alasan Gelora berhenti. Tidak lama, Rinai ber-oh ria. Menarik kesimpulan secepat mungkin.

“Jadi Alby, Ra?”

Gelora tersenyum. Matanya masih memandangi Alby yang sedang latihan karate di lapangan.

“Alby tuh cakep banget, Ri. Keren. Jenius pula.”

“Tapi terlalu mainstream kalau kamu suka sama dia.”

“Tau, kok.”

“Udah tahu, tapi masih suka.”

“Perempuan mana sih yang nggak suka sama dia, Ri. Emang kamu nggak suka sama dia? Sedikitpun?”

“Nggak, ah. Aku nggak nemuin hal yang menarik dari dia. Jadi biasa aja.”

Rinai masih cuek. Tidak peduli sekeren apapun Alby, di matanya Alby hanyalah manusia. Duh, ya iyalah, masa Alby tumbuh-tumbuhan. Rinai merasa bodoh.

“Aku lupa sesuatu, Ri.”

Gelora berbalik, kini menghadapi Rinai di depannya.

“Lupa apaan?”

“Lupa... kalau kamu, kan, perempuan norak. Nggak pernah jatuh cinta!”

Rinai menatap sebal sahabatnya. Gelora puas tertawa. Berlari menuju kelas teater meninggalkan Rinai yang kemudian ikut lari menyusul. Sial, Gelora.

Dari arah kejauhan, Alby memandangi mereka yang sedang berkejaran.

Sunday, 1 January 2017

Akhirnya Wisuda



Hiduplah Indonesia Raya…. tu dua.

Mengawali tahun baru, mari sama-sama bersyukur bahwa kita dan Indonesia masih ada di dunia, di alam semesta, meski jodoh belum ada di depan mata. Yak yak yak.

Di akhir tahun 2016 kemarin, acara wisuda menjadi penutup yang menyenangkan bagi saya khususnya. Mungkin semacam penghiburan dari harapan lain yang belum terlaksana. Iya, saya sudah wisuda. Wisuda dari kampus kedua. Di mana? Di Akademi IndonesiaKreatif (AIKA).

September 2016 lalu, saya menjadi salah satu dari lima orang terpilih mendapatkan beasiswa pelatihan kepenulisan dalam bidang jurnalistik, yang diberikan oleh biem.co. Selama tiga bulan, kami digembleng dengan berbagai macam pelajaran, dari mempelajari dasar-dasar berita, teknik-teknik wawancara, sampai bagaimana bisa membuat iklan. Di luar dari itu, kami pribadi belajar bagaimana menahan hawa nafsu dari berbagai macam acara keren di Hari Sabtu. Saya sendiri kadang nyecroll acara di grup lain suka sampai tutup mata, karena sambil doa biar acaranya di hari lain aja. Tapi ya gimana, Sabtu itu emang udah hari fleksibel sedunia kali ya ._.

Pernah sih suatu kali kami berlima minta libur, karena kebetulan salah satu dari kami ada yang wisuda. Dan senangnya permintaan kami itu diterima. Lumayan kan bisa nyegerin mata, keluar dari zona karantina. #halah

Eh taunya, giliran dapet libur, saya malah harus ikut camp di luar kota. Padahal niatnya mau ngehadirin wisuda. Makanya kata Pak Mahdi (Direktur AIKA), saya ini tergolong mahasiswa yang sibuk……. di hari Sabtu aja. Di hari lainnya nggak. Nyahahahaha. 

Oke, kembali ke wisuda. Waktu dapet pengumuman dan undangan wisuda, saya kira acaranya cuma makan-makan berenam aja karena lokasinya di rumah makan. Eh taunya rame, satu keluarga Komunitas Banten Muda. Dan noraknya saya, baru tau di tempat makan bisa ada tempat kayak Auditorium juga. Jadilah kami wisuda: Pada tanggal 31 Desember 2016 di Rumah Makan 'S' Rizki Serang. Meski tanpa jas dan kebaya, apalagi toga. Toh, kami semua pakai kaos AIKA. :D

Aldi - Happy - Putri - Resti - Jisung
Kata Kang Wahyu, sang MC wisuda, "Gimana rasanya, disiksa sama Kang Mahdi tiga bulan lamanya?" Hahahaha.

Nah ini Pak Mahdiduri, yang mengajari kami selama tiga bulan penuh. Susah banget kalo mau minta izin xD

Tapi di samping tegas, Pak Mahdi yang lebih banyak bikin ketawa sambil belajar. Sabtu bersama Pak Mahdi memang tiada dua dah.

Pak Mahdiduri (Direktur AIKA)
Selanjutnya, orang yang saya hormati juga. Katanya, "Selamat sudah bisa menghirup udara segar setelah sekian lama dikarantina." Hiahahaha.

Beliau selalu mengatakan kepada kami bahwa kami harus cari ikan sendiri, sementara mereka cuma kasih umpan saja, tidak kasih ikannya. Bukan, bukan, ini bukan mata kuliah perikanan. Maksudnya adalah bahwa di Akademi Indonesia Kreatif, kami tidak diberikan beasiswa berupa uang yang nyata dan bisa dilihat di depan mata, melainkan pelatihan-pelatihan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki anak muda. "Kalau yang lain, akhir tahun bakar ikan atau jagung. Kita di sini, bakar semangat mencetak anak muda kreatif."

Om Irvan Hq (CEO Banten Muda)

Para wisudawan bersama Direktur AIKA dan CEO Banten Muda
Selebihnya, berbahagia bersama yang lainnya juga....

biem.co - Isbanban - AIKA
Sama tante-tante pemberi gizi (snack dan makan siang) di AIKA XD

Nih Teh Deslina. Yang pas acara wisuda greget pengen pakein lipstik ke saya. XD
Ranger AIKA. Terimakasih kalian semua.... Luar biasa *emot hati*


Selamat tahun baru semua. Semoga semakin sehat dan bahagia serta banyak karya  ^_^



Serang, Awal Tahun 2017