Monday, 9 January 2017

Kesempatan

Source

Pagi ini, adalah hari kesembilan di tahun baru. Dan empat hari lalu, secara tidak langsung kamu memberi kabar bahwa kamu telah pulang. Ini kabar baik buatku. Barangkali setelah itu, aku punya kesempatan untuk bertemu. Satu hari kemudian, beberapa dari ‘kita’ memang punya rencana, namun hanya kamu dan satu lagi temanku yang bisa berjumpa. Sambil menunggu sesuatu, aku berharap ada kabar dari grup yang beberapa kali bolak-balik kubuka. Andai saja kamu mengirim pesan, “aku dan X di sini” lalu mengajak siapa saja yang bisa datang, mungkin jam lima sore aku bisa menyusul ke sana setelah beberapa urusanku selesai. Namun yang ada hanya sepi dan ponselku beranjak mati.

Entahlah, meski keinginan melihatmu sudah tak lagi sekuat dulu, aku masih memiliki sisa-sisa harapan yang kusimpan diam-diam, dalam-dalam. Bisa jadi harapan itu sama kuatnya, hanya saja kali ini aku membungkusnya dengan berbagai cara. Ya, semakin tua, semakin kita belajar untuk menakar kadar. Mungkin itu yang kamu lakukan dari dulu sampai sekarang. Bermain dalam batas dengan bebas. Aku tau, kamu punya banyak rencana dibalik tidak berkata apa-apa. Tapi apakah aku masuk ke salah satu list rencana besarmu? Semoga ada kata “ya” di kemudian hari, lantas aku bisa berhenti menerka-nerka lagi.

Liburanmu masih panjang, aku punya sedikit waktu luang. Apakah ada satu hari untuk bisa membaca matamu lagi (?)
This entry was posted in

2 comments:

  1. Kalo blm jodoh ngak usah di paksakan, karen akalo jodoh pasti bertemu #BegituKataAfgan

    ReplyDelete

Selamat membaca. Semoga berkenan meninggalkan komentar. ^-^