Follow Me

Template Baru



By  Happy Hawra     July 24, 2018     3    Label: 
Ini tuh kameranya gelap dan posenya nggak siap. Tapi bagus juga sih ya. Cari cahaya yang pas aja. Bisa sih diterangin, tapi males ah. Ya kalau kamu kepo, tinggiin aja brightnessnya. (ini caption foto apa curhat sih, panjang amat).

Aku suka nangis tanpa sebab, bahkan hampir setiap malem. Bukan cuma malem, sih. Kadang lagi sholat, lagi ngelipet baju, lagi ngedit tulisan, mataku suka tiba-tiba berair. Tapi ini bukan cuma terjadi sekarang-sekarang aja, emang sejak dulu. Sebelum dalam kandungan gitu. Okedeh.

Ya itu. Kesepian selalu punya ruang di dalam hati seseorang, kan. Seekspresif apapun ia. Sayangnya, aku bukan tipe orang yang bisa nangis di depan orang lain. Kalau itu gampang, aku juga pengen deh.

Mungkin aja sih semua itu bisa disembunyiin dari orang lain, tapi dengan diri sendiri, dia nggak bisa lari. Itu kenapa aku bahagia, bukan berarti nggak sedih. Pun aku sedih, bukan berarti nggak bahagia. Tapi sekarang aku udah tau, semua orang juga begitu. Nggak papa.

“Kan, aku nggak ada temen.”

Ria Ricis, yang followersnya 9,1 juta dan subscribernya 4,6 juta aja ngomong gitu sambil nangis. Betapa kesepian itu tidak kasat mata, bukan?

Aku nggak punya banyak teman dekat. Makanya, suka bingung kalau pengen pergi tapi ke mana dan sama siapa. Jadilah akhirnya sendiri-sendiri lagi juga. Tapi emang biasanya juga gitu. Enak juga kok.

Kalau sekarang, paling banter tanyain Kak Kiwong terus kalau mau pergi.

"Mau ke mana? Ikut dong." Padahal cuma ke Warteg depan.
Atau...

"Ih, mau ke mana?"
"Biasa."

Nih, aku kasih tau. Biasa itu artinya mau jemput pacar. Ya, kalau jemputnya pakai mobil, aku minta ikut juga kayaknya. Saking nggak punya temennya. Ya, hitung-hitung melatih mental pacarnya juga, ya. Siap nggak kalau pacarnya punya teman jomlo yang perlu perhatian tinggi.

Kalau kata Om Ega, Pimredku yang paling ganteng sejagat raya itu: "Happy tuh bagus. Terbaik deh pokoknya. Tapi jomlo!"

Coba bisa nggak ngatain jomlonya nggak pakai semangat 45? Atuhlah.

Makin ke sini aku makin berpikir, nggak perlu lah punya banyak teman (dekat). Toh, kenyataannya pada inget kalau lagi ada perlunya aja. Mungkin secara nggak sadar, aku pun sama.

Jadi, kupikir lebih baik sedikit tapi benar-benar peduli lahir batin, itu sangat cukup. Ini juga yang bikin aku sekarang nggak begitu suka ketemu banyak orang. Berdua juga kayaknya cukup, tapi bisa ngobrol dari hati ke hati. Asal jangan baper aja sih.

Kadang aku kecewa, bahkan yang udah kenal lama pun mudah banget ngejudge sesuatu. Karena itu sih yang lebih mudah orang lakukan dibanding tanya apa kabar dan perasaan. Makanya, pergi itu jadi cara ternyaman sih buat aku sekarang.

Oh iya, hampir tiap hari aku ada di lingkaran om-om dan kakak-kakak ini. Tapi mereka baik banget kok. Sayang banget deh aku. Ternyata penting lho berteman dengan bapak-bapak, jadi tau kan baik buruknya laki-laki itu gimana kalau udah berumah tangga. Dan keresahan-keresahan seperti apa yang dirasakan wakaka.

Tapi kayaknya cukup lah ya nanti kalau aku nikah udah ada saksi, penasihat pernikahan, mc, videografer, fotografer, sama penyanyi. Ya, perkara nikah sama siapanya mah bisa dipikirin nanti-nanti. Yang penting kan punya tim pendukung dulu.

Pokoknya siapapun, kalau nanti udah minta restu sama mama dan kakak-kakakku, jangan lupa minta restu sama mereka juga. Soalnya mereka juga keluargaku. (Tapi boleh nggak sih jangan siapapun? Kamu aja ya? Plis atuhlah).

Btw, ini templateku baru lho. Gimana, bagus nggak menurutmu?

Happy Hawra

Reporter and Editor.

3 comments:

  1. Ya ampun, ingin berkata kasar. Kirain bakal baca cerita kenapa templatenya ganti bla bla bla.

    ReplyDelete

Selamat membaca. Semoga berkenan meninggalkan komentar. ^-^