Aku kira, aku telah mati rasa.Seperti malam-malam insomnia biasanya; dalam waktu yang tak mampu menghalau sendu. Aku duduk manis di kamarku. Merebahkan kaki dengan punggung bersandar pada dinding hijau yang sepi. Lalu dengan cepat, jemari menggenggam sebuah benda yang bahkan tak asing di mata balita.

Ya, sebuah benda berlayar sentuh dengan teknologi yang katanya ‘kekinian’ itu. Membuka secara bergantian berbagai aplikasi media sosial yang sudah lama terinstall.

Tahu, apa yang kulakukan?

Mengetik namamu dalam tombol pencarian.

Aku sering melakukan hal yang sama bahkan ketika aku tahu aku tak akan menemukan apa-apa dari kesemuanya. Entahlah, mungkin sudah ada program dalam otakku yang menyimpan kebiasaan ini. Aku melakukannya hanya saat aku menginginkannya saja. Tak mungkin sesering yang dibayangkan.

*Ditulis 25 November 2014